Mukti-Ramly Gugur, Assagaff Menguat – Ambon Ekspres
Politik

Mukti-Ramly Gugur, Assagaff Menguat

AMBON,AE.—Isu di internal Golkar Maluku soal figur muda, mulai tenggelam. Seiring dinamika internal, dukungan kader dan DPD II selaku pemilik suara mengerucut ke Said Assagaff sebagai calon tunggal ketua DPD Golkar Maluku dalam Musda yang rencananya digelar Senin pekan depan. Akan ada aklamasi untuk memilih Gubernur Maluku ini pun menguat.

Mengerucutnya dukungan ke Assagaff, ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) DPD Golkar Maluku itu, dilatari beberapa pertimbangan. Diantaranya, Golkar Maluku saat ini masih membutuhkan figur tua.

Kader muda Golkar Maluku, macam Haeruddin Tuarita mengaku, saat ini tidak ada lagi keinginan agar Golkar wajib hukumnya dipimpin kader muda, demi tuntutan regenerasi. Yang terpenting, kata dia, adalah kepemimpnan Golkar Maluku lima tahun akan datang, membawa perubahan positif.

“Kita tidak lagi bicara soal tua dan muda. Yang penting pemimpin dan kepemimpinan partai itu bisa membawa peruban partai ini lebih baik lagi ke depan. Ya, visi dan misi itu nanti dibawa oleh kandidat. Tetapi selama saya mengamati dinamika yang berkembang, hanya nama Said Assagaff yang menguat,” ungkap Tuarita saat dihubungi Ambon Ekspres via seluler, Kamis (25/8).

BACA JUGA:  Masih Ada Penambang Liar di GB

Selain itu, kran bagi kader muda seperti ketua DPD Golkar Buru Ramly Ibrahim Umasugi dan ketua DPD Golkar Seram Bagian Timur, Abdul Mukti Keliobas sudah tertutup. Petunjuk Teknis (Juknis) dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar mengisyaratkan, ketua DPD I harus berdomisili tetap di ibukota provinsi.

“Memang salah satu pasal di dalam juknis, itu menjelaskan bahwa, untuk menjadi ketua DPD I, harus berdomisili di ibukota provinsi. Karena itu, ya tidak bisa dipaksakan lainnya yang tidak berdomisili tetap di luar kota Ambon,”jelasnya.

Sekretaris Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) provinsi Maluku itu, mengatakan kader-kader muda Golkar ada yang mengharapkan DPD Golkar Maluku dipimpin figur muda. Tetapi kondisi politik di internal Golkar saat ini masih membutuhkan figur tua dan bisa mengayomi seluruh sumberdaya partai.

Sementara itu, kader muda Golkar lainnya, Max Hehanussa mengatakan, dengan adanya Juknis tersebut, maka saat ini yang berpeluang hanya Assagaff dan Richard Rahakbauw. “Yang berpeluang, yakni Assagaaf dan Richard Rahakbuw. Bagi kami kader muda, saya kira mereka berdua ini yang bisa menahkodai Golkar Maluku ke depan,”katanya.

BACA JUGA:  Natal “Rasa” Persaudaraan dan Kemanusiaan di Ambon

Ditanya soal Ramly dan Mukti, dia mengaku, kecil kemungkinan keduanya maju. Pasalnya, keduanya tidak berdomisili di kota Ambon. “Sedangkan pak Richard Louhenapessy, saya kira tidak mungkin. Selain saat ini fokus pada Pilkada kota, beliau juga baru menjabat ketua DPD Golkar kota Ambon,”terangnya.
Perampingan Struktur

Keinginan kader muda dalam kepemimpinan Golkar ke depan, akui Tuarita, tentu cukup banyak. Tetapi, yang paling urgen menurut dia, adalah adanya perampingan komposisi kepengurusan.

“Karena pengalaman kita selama di partai, kita hanya rekrut. Tapi presentasi kehadiran itu, ya orang-orang itu saja. Kita mau cari (kader) sebanyak mungkin, tapi kalau tidak efektif danbukan sekadar hoby, tapi butuh keseriusan,”ujarnya.

Hehanussa mengatakan, kepempinan ke depan harus bisa merangkul semua sumberdaya Golkar Maluku yang sempat dilanda konflik internal. Baik sumberdaya ekonomi dan politik partai. “Yang kita inginkan, adalah pemimpin yang bisa merangkul seluruh potensi Golkar di Maluku. Karena kita tahu, Golkar Maluku pernah berkonflik,”ucapnya.

BACA JUGA:  Korupsi Bandara Banda Harus Dibuka Lagi

Selain itu, pimpinan Golkar Maluku harus bisa berkorban demi kepentingan partai. Bukan karena kepentingan individu atau kelompoknya. “Intinya, kepemimpinan ke depan harus bisa membawa Golkar Maluku ke arah yang lebih baik lagi. Siapa pun dia. Tua maupun muda,”pintanya.

Disinggung soal kesiapan Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Maluku, Tuarita mengaku, sudah mencapai 99 persen. Hari ini direncanakan gladi resik. “Kesiapan Musda Golkar Maluku sudah 99 persen. Rapat terakhir kepanitian, Rabu (24/8). Musda sudah siap dilaksanakan,”kata Tuarita.

Dia memastikan, Musda kali ini akan dihadiri ketua umum Golkar Setya Novanto dan rombongan. Musda dimulai tanggal 29-30 Agustus, dan direncanakan di Swiss bell-hotel.(TAB)

Most Popular

To Top