Abua Belum ada Lawan – Ambon Ekspres
Politik

Abua Belum ada Lawan

Paslon Independen Masih Diverifikasi

AMBON,AE.—Pasangan Abua Tuasikal-Marlatu Leleury berpeluang bertarung tanpa lawan dari partai politik di Pilkada Maluku Tengah 2017. Sebab, pasangan ini telah mengantongi 31 kursi dari delapan partai politik. Masih tersisah 9 kursi dari empat parpol dan paslon perseorangan.

Hingga kemarin, 26 kursi DPRD Malteng milik tujuh partai, sudah ada dalam genggaman pasangan calon Bupati dan wakil Bupati petahana itu. Partai-partai tersebut, yakni Nasdem 3 (kursi), Gerindra (5 kursi) dan Demokrat (3 kursi), PBB (3 kursi), Hanura (3 kursi), Golkar (5 kursi) dan PKP Indonesia 4 kursi. Jumlah sementara 26 kursi.

PDIP dengan 5 kursi, dipastikan diberikan juga kepada pasangan ini, karena diundang mengikuti sekolah partai di PDIP, Selasa (30/8). PDIP memastikan, pasangan yang diundang, 90 persen sudah mengantongi rekomendasi.

Jika dihitung dengan kursi PDIP, maka pasangan Abua-Marlatu sudah mengantongi rekomendsi 8 parpol dengan 31 kursi dari total 40 kursi DPRD Malteng. Empat parpol yang belum memastikan rekomendasi, yakni PPP (1 kursi), PKS (1 kursi) PKB (4 kursi) dan PAN (3 kursi).

Apabila pasangan dengan akronim TULUS itu juga mendapatkan rekomendasi PAN atau PKB saja, dipastikan bertarung tanpa lawan dari jalur partai atau gabungan partai politik. Pasalnya, dibutuhkan 8 kursi (20 persen) kursi DPRD untuk mengusung paslon. Jumlah kursi PAN atau PKB, PKS dan PPP saja, tidak mencukupi.

BACA JUGA:  Syukran Arabia Samual, Tembus Spanyol

Wakil Ketua DPD PDIP Maluku Bidang Pemenangan Pemilu (Bapilu) Tobhyhend J.M. Sahureka mengatakan, DPP telah mengundang Abua Tuasikal-Marlatu Leleury mengikuti sekolah partai gelombang pertama (I) yang direncanakan 3 September. Pasangan yang mengikuti sekolah partai, kata dia, dipastikan mendapatkan rekomendasi.

“Jadi, yang diundang untuk ikut sekolah, yakni Ramly Umasugi-Amus Besan, dan Tuasikal Abua-Marlatu Leleury. Yang diundang, memang 90 sudah dipastikan akan mendapatkan rekomendasi,”kata Sahureka via sms, Selasa (30/8).

Sementara itu, meski belum diputuskan, PAN memberi sinyal kuat bahwa akan merekomendasi pasangan calon yang berpotensi menang. Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Maluku, Abas Hanubun yang dihubungi Ambon Ekspres, Selasa (30/8) mengatakan, rekomendasi untuk Malteng masih digodok.

Ia mengaku, saat ini Abua, Hamzah Sangadji dan Moda Latupono melakukan komunikasi intens dengan DPP PAN. Tetapi, belum dipastikan kepada siapa rekomendasi tetsebut diberikan. “Dan ketiganya saat ini sedang bangun komunikasi dengan petinggi partai di pusat untuk mendapatkan rekomendasi, ”ungkapnya.

BACA JUGA:  Polisi: Penembak Gunakan Senjata Organik

Menurut dia, para kandidat itu merupakan figur berkualitas di Malteng. Tetapi, DPP akan melihat aspek kesiapan setiap bakal calon. Tidak hanya hasil survei.

“Meski hasil surveinya meningkat lagi, tetapi persiapan logistiknya kurang karena yang bersangkutan hanya tinggal nongkrong saja, tentu rekomendasinya tidak bisa ia dapat. Karena yang dilihat adalah dari persiapannya yang sudah matang atau tidak. Itu yang menjadi penilain DPP, sebelum memutuskan rekomendasi,”ujar Hanubun.

Sementara itu, pengamat politik Universitas Pattimura, said Lestaluhu menilai, pasangan calon lain berpotensi menyulitkan petahana, yakni Hamzah Sangadji-Robert Tutuhatunewa. Namun, rekomendasi Golkar dan PDIP yang menjadi target keduanya, sudah sulit didapati.

Sebab, lanjut Said, Hamzah tidak lagi memiliki pengaruh politik seiring lengsernya dia dari kepengurusan DPP. Apalagi, dukungan Golkar kepada pasangan Abua-Marlatu sudah dikeluarkan. Sementara PDIP, juga sudah memberikan sinyal kuat akan mengusung petahana, setelah dipastikan mengikuti sekolah partai.

“Saya kira hanya pak Hamzah dan pak Robert. Kalau PDIP bisa membangun koalisi dengan PKB, mungkin bisa mengusung calon sehingga dua paslon. Tapi sinyal PDIP sudah ke petahana, meski belum diputuskan,”kata dia.
Perseorangan

BACA JUGA:  Nama Caretaker Walikota di Meja Mendagri

Sementara itu, hingga kemarin, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Malteng masih memverifikasi data dukungan pasangan calon perseorangan atau independen, Isnain Solo-Jacobus Soakolone. Sebelumnya, pasangan ini telah menyerahkan jumlah dukungan KTP dan tanda tangan sesuai persyaratan.

“Verifikasi sudah sampai tahap verifikasi faktual di tingkat PPS (panitia pemungutan suara) sampai tanggal 6 September. Nanti tanggal 7-9 September di tingkat PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan). Kemudian, tanggal 10 September pleno di KPU,”kata anggota KPU Malteng, Abdussamad Ningkeula.

Soal peluang lolos, Ningkeula tidak mau menakar. Belum ada gambaran. Proses verfikasi faktual masih berlanjut. KPU tidak ingin mendahului proses yang sedang berjalan.

“Prinsipnya, sampai masa pendaftaran pasangan calon bupati dan wakil bupati di KPU Malteng, bakal calon perseorangan masih dapat mendaftar dengan melampirkan perbaikan dukungan. Setelah itu diverifikasi. Kalau memenuhi syarat, maka dapat diterima pendaftarannya,”jelas dia.(TAB)

Most Popular

To Top