Kantor Pemerintah Diserang – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Kantor Pemerintah Diserang

Aksi teror jelang pemilihan kepala daerah(Pilkada) terjadi di Kota Masohi, kabupaten Maluku Tengah. Sejumlah kantor pemerintah dilempari orang tak dikenal(OTK). Belum diketahui motif, dan siapa pelakunya. Polisi hingga kemarin masih melakukan penyelidikan.

Sejumlah kantor milik pemerintah yang menjadi sasaran aksi pelemparan antara lain kantor Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan, Kantor Dinas PPKAD, Kantor Kejaksaan Negeri Masohi, dan kantor Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika. “Aksi diperkiran terjadi sekira pukul 03.30 dini hari, Selasa,(29/8),” jelas Kasat Reskrim Polres AKP Usril.

Belum ada pihak yang bertanggung jawab terkait aksi tersebut, namun aparat kepolisian Polres Maluku Tengah terus bergerak memburu pelaku dengan mengorek keterangan dari tiga orang saksi yang sementara menjalani pemeriksaan oleh aparat reskrim.

“Sementara baru yang melapor dan kita periksa terkait aksi tersebut,” jelas Ursil saat dihubungi via telepon. Mereka adalah pelapor juga penjaga kantor Dinas Perhubungan dan Kejaksaan Negeri.

Pihaknya juga belum bisa menyimpulkan motif dibalik aksi pelemparan terhadap kantor-kantor milik pemerintah tersebut. “Belum bisa kami simpulkan motir aksi ini, sementara masih dilakukan pemeriksaan intensif,” teranganya.
Aksi pelemparan oleh OTK tersebut umumnya mengena kaca jendela kantor-kantor pemerintah. Ini menyebabkan kaca jendela rusak dan berhamburan.

BACA JUGA:  Jaksa Jangan Perlambat BAP Remon

Pihaknya kata Usril telah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian diantaranya kaca, dan batu yang diduga digunakan oleh pelaku melempar kantor kantor milik pemerintah itu. “Beberapa barang bukti itu yang sudah kita amankan,” tandas Usril.

Sementara itu, warga diminta untuk tidak terpancing dengan aksi-aksi dari orang yang tidak bertanggung jawab yang bisa berpotensi memicu keresahan di tengah-tengah masyarakat. “Kami berharap warga tidak terprovokasi dengan aksi ini,” pinta ketua LSM Pukat Seram Fachry Assatry terpisah.

Dia juga mendesak aparat kepolisian harus bertindak cepat mengungkap pelaku sehingga tidak menjadi bomerang seperti aksi teror jelang pilkada pada tahun 2012 lalu. “Ini aksi murahan, karenanya polisi harus ungkap pelaku jangan seperti kejadian tahun 2012 yang tidak bisa diungkap,” desaknya.

Apalagi kata dia aksi itu sengaja dilakukan berkaitan dengan putusan MA terkait penetapan korupsi alat kesehatan(Alkes) dan jelang pilkada.” Semoga saja tidak ada kaitannya, karena itu warga jangan terpancing dengan aksi-aksi murahan ini,” tutupnya.(ANC)

Most Popular

To Top