Rumah Hentje Toisuta Disita – Ambon Ekspres
Pilihan Redaktur

Rumah Hentje Toisuta Disita

AMBON,AE—Tim penyidik Kejaksaan Tinggi Maluku akhirnya menyita sejumlah harta kekayaan milik Hentje Abraham Toisuta, tersangka kasus dugaan mark up pembelian lahan dan gedung kantor Bank Maluku di Surabaya. Rumah Toisuta yang disita itu terletak di Jalan dr. Kayadoe, Kelurahan Kudamati, Kecamatan Sirimau, Ambon.

Selain menyita rumah tiga lantai di RT 002 RW 05 Kelurahan setempat, aparat penegak hukum itu juga menyita berbagai dokumen yang diduga berkaitan dengan mark up pembelian lahan dan gedung Bank Maluku di Surabaya.

Tiga Map berwarna merah dan surat-surat lainnya turut disita oleh tim penyidik Kejati Maluku untuk dibawa ke kantor Kejati guna kepentingan penyidikan.Tim yang terdiri atas 8 orang penyidik Kejati Maluku itu tiba di Rumah Hentje sekitar pukul 15.00 Wit. Disana, ada istri Hentje, Dorlina Supriaty Ion, dan beberapa anggota keluarga lainnya.

Tim yang mengenakan seragam cokelat dibalut rompi warna merah- hitam, bertuliskan tim penyidik tindak pidana khusus ini langsung memasuki rumah dan bertemu dengan Istri Hentje.

Mereka kemudian berbincang-bincang dan menunjukan surat penggeledahan sekaligus penyitaan kepada Dorlina. Awalnya, penggeledahan dilakukan secara tertutup. Para wartawan hanya bisa meliput jalannya penggeledahan dari teras rumah tersangka.

Penggeledahan yang berlangsung sejak pukul 15.00 dan berakhir pukul 18.00 itu, dikawal sekitar 10 orang anggota polisi bersenjata lengkap. Saat penggeledahan berlangsung, salah satu mantan penasehat hukum Hentje, Mourits Latumeten datang. Dia sempat adu mulut dengan salah satu wartawan akibat salah paham. Namun, kejadian itu tidak berlangsung lama.

BACA JUGA:  Dipanggil Pansus, Louhenapessy Ogah

Bahkan, ada salah satu keluarga korban tidak terima dengan penggeladahan itu. Pasalnya, selama penggeledahan berlangsung, dia mengatakan jika saudaranya Hentje tidak bersalah. Kata dia, yang dilakukan Hentje, hanya membantu Bank Maluku sebagai pengusaha.

“Nanti katong bawa ini didalam doa saja, karena rumah ini dibangun dengan keringat sendiri dan bukan uang pencuri, “kata saudara Hentje karena tidak terima rumah tersebut disita.

Istri Hentje pun hanya bisa pasrah dengan proses penggeledahan dan penyitaan tersebut. Bahkan, dia kooperatif untuk membantu penyidik dalam menyerahkan beberapa dokumen penting.

Penasehat hukum Hentje Toisuta, Firel Sahetapy cs yang menyaksikan proses penyitaan berlangsung enggan berkomentar. Karena menurutnya, itu merupakan kewenangan tim penyidik.“Kami taati proses hukum yang berlangsung. Nanti kita buktikan saja di persidangan, “singkatnya.

Meski penyitaan berlangsung aman, tetapi mengundang perhatian masyarakat setempat. Pasalnya, rumah Hentje yang berada tepat didepan jalan, membuat para pengendara maupun mobil angkutan yang lewat berhenti sejenak untuk menyaksikan penyitaan.

Warga sekitar juga antusias melihat apa yang sementara dilakukan oleh pihak kejaksaan. Pasalnya, selama ini warga dilokasi itu tidak mengetahui jika pemilik rumah Hentje Toisuta terjerat kasus korupsi.

BACA JUGA:  Kamis-Jumat Birokrasi Dirombak Total

Warga pun tidak ketinggalan kesempatan untuk mengabadikan moment tersebut dengan kamera handphone. Ada pula yang berhenti dengan kendaraan roda dua untuk melihat kejadian tersebut.

Kasidik Kejati Maluku, Ledrik Takandengan mengatakan, penggeledahan sekaligus penyitaan terhadap rumah dan beberapa dokumen lain milik Hentje, karena diduga masih berkaitan dengan mark up pembelian lahan di Surabaya.

“Yang pasti penyitaan dan sekaligus penggeledahan hari ini (kemarin, red), karena masih berkaitan dengan perkara pembelian lahan dan gedung di Surabaya, “jelasnya.

Yang mana, lanjut Takandengan, penyitaan maupun penggeledahan yang dilakukan, sudah sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Penyidik telah memiliki surat penetapan penggeledahan dan penyitaan dari Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Ambon dengan nomor:83/Pen.Pid.Sus-TPK/2016/PN.Amb tanggal 18-8-2016, serta surat perintah penyitaan Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku.

Takandengan menambahkan, proses penggeladahan dan penyitaan masih terus berlangsung. Dan prosesnya dilakukan secara bertahap. Bahkan, tidak tertutub kemungkinan penyitaan juga akan dilakukan kepada tersangka lain, yakni Idris Rolobessy dan Pedro Tentua.

Sementara itu, sumber koran ini di Kejati Maluku menyebutkan, penyitaan terhadap rumah dan lahan milik Hentje oleh penyidik, karena diduga berkaitan erat dengan kasus Mark Up Bank Maluku. Pasalnya, rumah tiga lantai yang berseberangan tepat dengan kantor Balai POM itu, dibeli dengan uang pinjaman dari Bank Mandiri sekitar Rp.2,4 Miliar di tahun 2013.

BACA JUGA:  Ada Pemilih Siluman di Pilwakot?

“Tahun 2013, Hentje pinjam uang di Bank Mandiri Rp.2,4 Miliar untuk beli rumah itu. Nantinya, pada Januari 2015, barulah pinjaman itu dilunasi Hentje. Dugaannya kan bisa saja uang yang dipakai untuk melunasi itu dari kasus ini. Masih dugaan, tetapi nanti dibuktikan ketika di Pengadilan, “ terang sumber koran ini.

Olehnya itu, tim penyidik berencana mencari dan menyita surat-surat terkait dengan transaksi peminjaman uang serta pembayaran pelunasan pada Januari 2015. Nantinya, beberapa dokumen pendukung lain juga bakal disita untuk kepentingan pembuktian perkara itu.

“Nanti dokumen lain juga masih dibutuhkan. Kalau yang penyitaan itu ada surat-surat rumah, dan juga surat-surat perusahaan milik Hentje, serta dokumen-dokumen lainnya, “pungkas sumber.

Salah satu tetangga Hentje yang rumahnya tidak jauh dari rumah Hentje mengatakan, bulan lalu rumah milik Hentje sempat mau dijual dengan harga Rp.2 Miliar. Hal itu diketahui karena depan pagar rumah pernah terpampang informasi itu.

“Kalau seng (tidak) salah, bulan lalu rumah itu (Hentje) mau dijual. Karena pemiliknya pasang kertas besar dengan tulisan ‘rumah ini dijual’. Tapi mungkin tidak ada yang beli karena harganya Rp.2 Miliar, “jelas Robi, salah satu pengojek yang juga tinggal di kawasan itu. (AFI)

Most Popular

To Top