BPKP Periksa Lahan Surabaya – Ambon Ekspres
Pilihan Redaktur

BPKP Periksa Lahan Surabaya

Ambon, AE.–– Tim penyidik Kejati Maluku mendampingi auditor BPKP perwakilan Maluku mulai melakukan klarifikasi terhadap semua saksi yang pernah dimintai keterangan terkait kasus tersebut. Ini sebagai langkah normatif di BPKP dalam melakukan audit.

“ Selama dua hari terhadap semua saksi di Surabaya termasuk pemilik lahan. BPKP juga meninjau lokasi lahan dan gedung yang dibeli oleh Bank Maluku. Sudah selesai. Kita berharap, dalam waktu yang tidak terlalu lama, teman-teman (BPKP) sudah bisa mulai bekerja. Sebelum akhir bulan, kita harap sudah selesai,” jelas Kepala seksi Penyidikan Kejati Maluku, Ledrik Takandengan.

Menyoal status pemilik lahan dan gedung yang tidak dijadikan tersangka dalam dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Takandengan menegaskan, itu belum perlu dilakukan, sebab apa yang dihasilkan tim penyidik selama ini sudah sesuai fakta-fakta dalam penyidikan.

“ Jadi, sebagai penetapan tersangka, sampai hari ini baru tiga tersangka, dan dalam proses yang panjang, penyidik sudah lakukan, sementara ini, ( para tersangka) inilah mereka yang paling bertanggung jawan dalam proses pembelian lahan di Surabaya,” pungkasnya.

ASET
Sementara itu, penyidik masih mengejar aset rumah milik Hentje Toisuta yang baru dibangun awal tahun 2015 lalu. Diduga, aset tersebut sengaja dikaburkan dengan cara menjual kepada Rolland Matrutty dan Mitha Matrutty. Kedekatan Hentje dengan Rolland dan Mitha yaitu melalui istrinya Dorlina Supriaty Ion. Mitha merupakan pegawai pada PT. Cahaya Fajar milik istri Hentje.

Apakah rumah milik Hentje yang terletak di desa Amahusu itu benar dibeli oleh Rolland atau sengaja dikaburkan, penyidik mulai bergerak. Sejumlah pihak bakal dipanggil. Informasi yang diperoleh koran ini dilingkup Kejati Maluku, dalam pekan ini penyidik memanggil pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Ambon, Notaris dan tata Kota Ambon.

“Jumat pekan kemarin penyidik sudah kirimkan surat panggilan kepada pihak BPN Kota Ambon. Mereka akan diperiksa terkait status kepemilikan tanah, serta sertifikat tanah tersebut, “ungkap sumber koran ini di Kejati Maluku.

Sumber menuturkan, selain sertifikat tanah, penyidik juga akan mengejar tanggung waktu pengalihan atau balik nama dari Hentje kepada Rolland Matrutty. Pasalnya, semua itu dibutuhkan untuk mengungkap tabir dibalik aset rumah dua lantai itu. “Yang pasti selain BPN Kota, Notaris juga bakal dibidik, “bebernya.

Jika nantinya, lanjut sumber, pihak-pihak yang nantinya bakal dipanggil, terbukti bekerjasama dengan tersangka, maka bukan hanya Rolland dan Mitha Matrutty, tetapi yang turut terlibat juga akan ditindak tegas. “Kalau mereka sudah tahu tetapi sengaja membantu, yah resikonya berat. Yang pasti penyidik masih berpegang pada asas praduga tidak bersalah, “tandas sumber. (MAN/AFI)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!