Setubuhi ABG, Dody Dipolisikan – Ambon Ekspres
Metro Manise

Setubuhi ABG, Dody Dipolisikan

AMBON, AE— Dody Tabalessy, warga Desa Waisarisa, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dilaporkan ke polisi. Pasalnya, dia diduga membawa lari dan menyetubuhi anak dibawah umur. Korban masih berusia 14 tahun. Kasus ini sudah dalam penanganan unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Ambon.

Informasi di Mapolres Ambon, tindak pidana itu dilakukan pelaku sejak Sabtu (3/9) di Desa Waisarisa. Sebelumnya, pelaku dan korban sudah berkenalan melalui telepon genggam. Mereka sering berkomunikasi.

Pada 3 September lalu, pelaku menghubungi korban. Mereka kemudian buat janji untuk bertemu, mereka kemudian bertemu di Lapangan Merdeka. Dilapangan itu korban mengikuti kegiatan baris dalam rangka HUT Kota Ambon.

Korban merupakan siswi SMA yang tinggal di salah satu desa di Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon. Setelah keduanya bertemu, pelaku dengan akal bulusnya kemudian mengajak korban untuk ke rumah keluarganya di Desa Waisarisa.

Korban sempat menolak. Namun entah apa yang terjadi, korban kemudian mengiyakan ajakan pelaku. Selanjutnya mereka pergi dengan menggunakan kapal ferry menyeberangi Hunimua-Waipirit sekitar pukul 18.00 WIT. Setelah tiba di Desa Waisarissa, pelaku tidak membawa korban ke rumah keluarganya.

Namun, korban dibawah ke kamar kontrakan milik pelaku. Disitulah sekira pukul 20.00 WIT pelaku memaksa korban untuk melayani nafsu birahinya. Korban sempat menolak permintaan pelaku. Namun pelaku memaksa korban. Dia memegang tangan dan kaki korban dan menutupi mulut korban dengan tangan. Pelaku kemudian memperkosa korban. Pelaku melakukan tindakan bejatnya itu sebanyak empat kali.

Keberadaan korban yang tidak pulang ke rumahnya membuat keluarganya bertanya-tanya. Korban baru pulang ke rumah orang tuanya beberapa hari lalu. Setelah berada di rumah, dia kemudian menceritakan perbuatan pelaku terhadap dirinya.

Mendengar cerita korban, pihak keluarga kemudian melaporkan perbuatan bejat pelaku ke polisi. Kasus ini dilaporkan akhir pekan kemarin.

Paur Subbag Humas Polres Ambon Iptu Nikolas Frederick Anakotta saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. ”Kejadian tanggal 3 September lalu dan baru dilaporkan Rabu (14/9). Kasus ini sudah dalam penanganan. Ini baru keterangan awal dari pihak keluarga saat melaporkan kasus ini sedangkan korban belum dimintai keterangan,” kata Anakotta, kemarin.

Dikatakan, pelaku belum dipanggil dan mintai keterangan soal ini. Mengingat tempat tinggal korban berada di Pulau Seram. ”Nanti kita lihat. Ini kan dalam pemeriksaan saksi-saksi terkait kasus ini. Kalau sudah kita lakukan pemeriksaan intensif baik keluarga maupun korban kemudian pelaku, ini juga pastinya kita akan lakukan koordinasi lagi dengan pihak kepolisian setempat. Kalau terbukti pasti pelaku ditindak tegas sesuai perbuatannya,” tutup Anakotta.(ERM)

Most Popular

To Top