Giliran TPPU Rolobessy Dikejar – Ambon Ekspres
Pilihan Redaktur

Giliran TPPU Rolobessy Dikejar

AMBON,AE.––Penyidik Kejaksaan Tinggi Maluku terus fokus mengejar dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pembelian lahan dan gedung Bank Maluku di Surabaya. Kini, giliran jaksa mengejar perbuatan pidana mantan Dirut Bank Maluku, Idris Rolobessy. Clean service pun diperiksa untuk jerat Rolobessy.

Alhasil, Rabu kemarin penyidik melakukan pemeriksaan terhadap lima saksi, Direktur Kepatuhan Bank Maluku, Izack Thenu, pelaksana umum PT Bank Maluku, Meike A Joseph, Sekretaris Izack Thenu Jeremina Noya, J. Pariama Saimima yang juga pegawai Bank Maluku. Saksi terakhir yakni Rafael Pais alias Refi, yang bekerja sebagai Cleaning Servis pada Bank Maluku.

Pemeriksaan Izack Thenu dalam jabatannya sebagai pembina Yayasan hari tua Bank Maluku terungkap, jika tersangka Idris Rolobessy pernah meminjam uang dari yayasan tersebtu sebesar Rp.600 juta. Uang tersebut dipinjam sebelum pembelian lahan dan gedung di Surabaya.

“Dalam pemeriksaan Thenu akui kalau Idris Rolobessy pinjam uang atas nama Fredy Sanaky dari yayasan Bank Maluku. Setelah uangnya keluar, kemudian diserahkan kepada Idris, “ungkap sumber koran ini di Kejati Maluku.
Hanya saja, dihadapan penyidik Thenu mengaku tidak mengatahui uang Rp.600 juta itu diperuntukan untuk apa. Tetapi yang jelas, uang tersebut telah dikembalikan Rolobessy diakhir tahun 2014. “Menurut Thenu, Idris sudah kembalikan pinjaman itu, “terang sumber.

BACA JUGA:  Arah 3 Parpol Belum Jelas

Sementara itu, saksi Rafael Pais menerangkan, tahun 2014 dirinya pernah ditelepon oleh sekretaris Idris Rolobessy untuk menghadap ke ruangannya. Saat di ruangan Rolobessy, saksi diperintahkan oleh mantan Dirut Bank Maluku itu agar menyetor uang Rp.100 juta ke rekening pribadi Rolobessy pada BCA sebanyak tiga kali. Sehingga total yang disetor saksi Rafael alias Refi Rp.300 juta.

“Tadi saksi Refi akui disuruh oleh Rolobessy. Tetapi dia juga tidak tahu itu uang dari mana, “jelas sumber.
Rafael Pais alias Refi usai pemeriksaan mengungkapkan hal yang sama. “Ia memang saya disuruh Pak Idris setor uang ke rekening BCA Rp.300 juta, “akui Fais.

Sumber melanjutkan, terkait uang Rp.600 juta maupun Rp.300 juta, penyidik nantinya akan mencari tahu apakah uang Rp.300 juta yang disetor saksi Fais, merupakan sebagian uang yang pernah dipinjam Rp 600 juta dari yayasan ataukah tidak.

Selain itu, penyidik juga menduga jika Rp.300 juta yang disetor oleh saksi, termasuk bagian dari uang Mark Up pembelian lahan dan gedung di Surabaya. “Penyidik menduga uang Rp.300 juta itu merupakan bagian dan MarkUp. Jadi akan dikumpulkan bukti-bukti berupa surat serta tanggal penyetoran itu sebagai bukti untuk memperkuat dugaan penyidik, “tandas sumber.

BACA JUGA:  Jaksa “Diamkan” Kasus 38 M

Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette ketika dikonfirmasi terkait pemeriksan saksi-saksi menjelaskan, jika pemeriksan terhadap saksi-saksi guna mengejar dugaan TPPU yang dilakukan oleh tiga tersangka, yakni Idris Rolobessy, Pedro Tentua dan Hentje Abraham Toisuta. “Masih dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi terkait TPPU para tersangka, “terang Sapulette.

Kasidik Kejati Maluku, Ledrik Takandengan saat dimintai keterangan soal penyelidikan kasus Repo menambahkan, saat ini pihaknya fokus untuk menuntaskan kasus pembelian lahan dan gedung di Surabaya. Sementara Repo, Takandengan memastikan tetap akan berjalan.

“Saat ini kita fokus untuk tuntaskan Pembelian lahan dan gedung dulu. Mengingat masa penahanan terhadap tiga tersangka sudah hampir berakhir, “tambahnya. Ditargetkan dalam satu dua pekan kedepan berkas ketiga tersangka sudah rampung dan dilimpahkan ke tahap I.

“Kita upaya untuk Surabaya dulu. Setelah tuntas kemudian kita lanjutkan Repo, Gunung Botak dan beberapa kasus lainnya, “pungkasnya.

Beberapa pekan sebelumnya tim penyidik Kejati Maluku telah melakukan penyitaan terhadap aset-aset dan surat berharga milik Hentje Abraham Toisuta. Kemudian berdasarkan hasil pemngembangan TPPU Hentje, penyidik menduga ada aset milik Hentje yang diduga sengaja dihilangkan.

BACA JUGA:  Masyarakat Nilai Richard-Sam Berhasil

Aset tersebut berupa rumah berlantai dua di desa Amahusu. Hanya saja, rumah tersebut telah dibeli oleh saksi Rolland Matrutty dan Mitha Matrutty. Bahkan, pernyataan tersebut diperkuat oleh pengacara Rolland dan Mitha, Mourits Latumeten.

Menurut Lautmeten, rumah tersebut bahkan sudah dibeli oleh kliennya sejak tahun 2013 bahkan telah disahkan didepan Notaris. Dan sudah lama ditempati oleh Rolland dan Mitha.

Sayangnya, keterangan Mourits tersebut bertolak belakang dengan pemeriksaan terhadap Notaris Selasa sore pekan ini. Terungkap dari pemeriksaan Notaris jika rumah tersebut dibeli baru dibuat akta jual-beli pada tahun 2016.

Namun penyidik kini fokus untuk melengkapi berkas para tersangka, sehingga kepemilikan rumah yang berada di Amahusu tersebut nantinya akan dibuktikan di Pengadilan.(AFI)

Most Popular

To Top