PANTAS-RAMA Terkendala PKB-PKS – Ambon Ekspres
Politik

PANTAS-RAMA Terkendala PKB-PKS

3 Pasangan resmi Mendaftar

Rencana pasangan bakal calon Walikota dan wakil Walikota Ambon, Paulus Kastanya-Muhammad Armin Syarif Latuconsina mendaftar di hari pertama pendaftaran, Rabu (21/9) tertunda. Di Buru, pasangan Ramly Ibrahim Umasugi-Amos Besan bernasib sama.

Penundaan pendaftaran Paulus Kastanya-Muhammad Armin Syarif Latuconsina (PANTAS), karena hingga batas waktu pendaftaran hari pertama pukul 16.00 wit, pasangan ini belum mengantongi fisik Surat Keputusan (SK) DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) soal rekomendasi. Namun, telah diputuskan sebelumnya.

“Informasi yang kita terima, keputusan DPP PKB telah resmi ke pasangan calon Poly-Sam. Kita sementara menunggu rekomendasinya dikirimkan lewat Whats App (WA). Mengingat semangat membangun kebersamaan dan menjaga komitmen bersama 9 parpol pengusung, Maka hari ini (kemarin) kita menunda pendaftaran pasangan calon PANTAS,”ungkap sekretaris Tim Pemenangan pasangan PANTAS, Phil Latumaerisa kepada wartawan, Rabu (21/9).

Pasangan PANTAS telah mengantongi fisik rekomendasi delapan partai politik lainnya, yaitu PDIP, PDIP, Gerindra, PAN, PKS, PBB, Hanura, PKPI dan Demokrat. Pendaftaran akan dilanjutkan pada 23 September atau hari terakhir.
“Sehingga ditunda pada 23 September besok. Karena dalam pendataran pasangan calon, rekomendasi seluruh partai pengusung wajib persetujuan dari DPP partai atau disebut dengan BB1 KWK, yang menjadi salah satu syarat pendaftaran,”jelas ketua DPC Partai Gerindra kota Ambon itu.

Dari Buru dilaporkan, pendaftaran Ramli Umasugi-Amos Besan dengan akronim RAMA, juga ditunda. Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten Buru mengembalikan dokumen pendfaran pasangan ini, karena Partai Keadilan Sejahtera (PKS) selaku salah satu partai pengusung, belum memasukan dokumen dukungannya, sebagaimana diatur dalam Peraturan KPU nomor 9/2016 tentang Pencalonan.

Pantauan koran ini, pasangan RAMA mendatangi kantor KPU sekira pukul 10.30 Wit. Kedatangan keduanya diwarnai sorak-sorak ratusan pendukung. Semua perwakilan partai pengusung, yakni Golkar, PAN, Hanura, PKPI, Demokrat, Nasdem, PBB, Gerindra, PDIP juga ikut. PKS tidak terlihat.

Tiba di kantor KPU, tim pemenangan RAMA menyerahkan berkas pendaftaran. Staf KPU membuka dan memeriksa satu per satu dokumen dukungan rekomendasi parpol. Namun, belum lengkap. Rekomendasi PKS tidak terlampir dalam dokumen itu.

Ketua KPU Buru, Munir Soamole menskorsing rapat hingga pukul 15.00 wit. Tim Pemenangan diberi kesempatan melengkapi berkas pencalonan. Hingga selesai waktu skorsing, surat sakti PKS tak kunjung didatangkan.

Ketua KPU membuka, kemudian menutup sidang hingga pembukaan hari kedua, 22 September 2016 dengan waktu yang telah dijadwalkan. “Ada salah satu partai yang berkasnya belum terlampirkan, artinya tidak membubuhi tanda tangan, tidak ada cap basah. Itu yang kemudian harus kami mengembalikan kepada pasangan calon untuk dilengkapi jika mereka menginginkan partai tersebut (PKS) masuk dalam koalisi partai pendukung,”jelas Munir.

Selain pasangan RAMA, pilkada Buru juga diikuti pasangan Bakry Lumbessy-Rully Hentihu yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Belum diketahui, jadwal pendaftaran pasangan dengan akronim BARU itu.

Sementara untuk Pilkada kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), baru dua pasangan calon yang mendaftar, yakni Samson Attapary-Suhfi Majid (INA AMA) yang diusung oleh PDIP dab PKS dan pasangan Paulus Samuel Puttileihalat-Amiruddin (RODAL) dengan rekomendasi Demokrat dan PAN.

Pasangan RODAL mendaftar pertama ke KPU sekitar Pukul 13.22 WIT. Keduanya didampingi ketua tim pemenang dan diantara partai pengusung serta simpatisan. Pasangan RODAL telah menyerahkan berkas pendaftaran (terutama rekomendasi parpol). Setelah pemeriksaan persyaratan, pasangan belum melengkapi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Pukul 15.30 WIT, giliran pasangan Samson Attapary-Shufi Majid (INA AMA) yang mendaftar. Diiringi dengan tarian cakalele, keduanya datang ke KPU berjalan kaki dari simpang empat patung bundaran didampingi tim pemenang, partai pendukung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Paratai Keadilan Sejatrah (PKS), dan para simpatisan INA AMA. Kedua pasangan Bupati dan wakil Bupati SBB ini datang ke KPU dengan berpakaian sederhana.

Ketua Devisi Teknis Jafar Patty mengatakan, masing banyak kekurangan persyaratan yang harus dipenuhi dalam waktu dekat oleh pasangan Calon Bupti dan wakil Bupati SBB, seperti pajak LHKPN, kesehatan dan lain-lain.
“Jangan sampai seperti Calon pertama yang mendaftar di KPU seprti, pasangan RODAL yang sementara berproses di KPK untuk mendapatkan LHKPN. Untuk itu semuanya harus secepatnya melngkapi berkas-berkas pencalonan, “tuturnya.

Pendaftaran pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati akan ditutup hari Jumat (23/5). Masih ada 3 pasangan calon yang akan mendaftar, yakni pasangan Muhammad Yasin Payapo-Timotius Akerina (YAKIN) yang diusung Partai Hanura dan Nasdem, Sanadjihitu Tuhuteru-Petrus Isaack Suripatty (TUNTAS) yang diusung Partai Golkar dan Gerindra, dan bakal pasangan calon dari jalur independen, Sahlan Helut-Edwar Makaruku (SADAR).

Ketua KPU Provinsi Maluku, Musa Latua Toekan yang dihubungi Ambon Ekspres tadi malam mengatakan, hingga batas waktu pendaftaran hari pertama, tiga pasangan calon Bupati dan wakil Bupati yang telah mendaftar, yaitu Samson-Suhfi, Sanadjihitu-Petrus untuk Pilkada SBB, dan pasnagan Paulus Werembinan-Jusuf Silety untuk Pilkada Maluku Tenggara Barat (MTB) yang diusung PDIP.

“Pasangan lainnya belum mendaftar. Baru tiga paslon itu. Memmah di Buru, pasangan Ramli-Amos sudah mendatangi KPU, tapi berkasnya belum lengkap, sehingga dikembalikan,”kata Musa.

Sedangkan Maluku Tengah, belum satu pun pasangan calon yang mendaftar. Terdapat tiga paslon di daerah ini, yaitu Abua Tuasikal-Marlatu Leleury yang diusung PDIP, Golkar, Gerindra, Partai Demokrat, PBB, Nasdem, Hanura Dan PKPI, pasangan Azis Mahulette-Johan dan pasangan independen Isnain Nukuhaly-Jacob Soakalune.(ISL/MG3/TAB)

Most Popular

To Top