Menuduh di Medsos, Berakhir di Pengadilan – Ambon Ekspres
Amboina

Menuduh di Medsos, Berakhir di Pengadilan

Media sosial ( Medsos) memang bermanfaat banyak bagi pengguna dalam berkomunikasi. Namun, bila tidak berhati-hati dalam penggunaannya, bisa berujung masalah hukum. Pencemaran nama baik adalah hal yang paling dilarang saat menggunakan media komunikasi ini. Kasus yang menimpa ST adalah buktinya. Dia terancam hukuman penjara lantaran diduga melakukan pencemaran nama baik Frengky Pasaribu, salah satu pengusaha rekaman album lagu Ambon.

Pencemaran nama baik itu diduga dilakukan ST pada Februari 2016 lalu melalui group Blackberry Messanger (BBM). Para pengusaha rekaman dan sejumlah penyanyi lokal yang bergabung dalam group BBM ini pun membaca kalimat-kalimat makian dan tuduhan pembajakan album yang dialamatkan kepada Frengky Pasaribu itu.

Pasaribu yang tidak bergabung dalam group BBM itu, baru mengetahui ancaman tersebut setelah diberitahu oleh salah satu kenalannya yang juga bergabung dalam group BBM itu. Pasaribu pun meminta isi pesan dari ST. Beberapa kata makian dengan logat Ambon serta tuduhan pembajakan album, terlihat dalam pesan itu.

Merasa nama baiknya dicemarkan karena dituduh tanpa dasar serta dicaci maki melalui media sosial yang dapat dibaca oleh banyak orang, Frengky Pasaribu yang merupakan suami salah satu penyanyi ternama di Maluku, Mona Latumahina ini pun memutuskan, mengadukan masalah ke Direktorat Kriminal Khusus Polda Maluku pada, Februari lalu.

Setelah melalui penyelidikan dan menemukan bukti yang kuat, polisi pun menetapkan ST sebagai tersangka. Dia disangka melanggar Tentang Undang-Undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Setelah melakukan proses ditahap penyidikan, Polisi semakin mantap, lalu melimpahkan Berita Acara Pemeriksaan serta tersangka kepada jaksa penuntut umum (JPU). Jaksa pun telah meneruskannya ke pengadilan negeri Ambon.

“Agendanya, pekan depan sudah tuntutan. Saya harap, dihukum setimpal dengan perbuatannya,” kata Frengky Pasaribu, Rabu ( 21/9).

Pasaribu mengatakan, dirinya tidak memiliki hubungan apa pun dengan ST. Dia mengenal ST karena terdakwa ini bekerja pada salah rekannya. Tuduhan yang dialamatkan kepadanya pun tidak benar.

“Banyak orang yang tahu menggunakan Medsos, tapi pasti tidak semua tahu tentang konseksuensi hukum bila salah menggunakannya. Kita berharap, ini menjadi pelajaran bagi kita semua,” ujar bos PT. Pelita Utama ini.

Sementara, Humas Pengadilan Negeri Ambon, Herry Setiabudi saat dikonfirmasi, mengatakan persidangan atas kasus tersebut masih akan berlanjut. “ Agendanya sudah masuk tuntutan. Soal kapan itu dilaksanakan, nanti saya cek dulu baru saya informasikan lagi,” katanya, kemarin.(MAN)

Most Popular

To Top