Azis-Johan Gugur, Independen Sulit Lolos – Ambon Ekspres
Politik

Azis-Johan Gugur, Independen Sulit Lolos

KPU Mulai Periksa kesehatan Paslon 

AMBON,AE.—Upaya Asiz Mahulette dan Johan Lewerissa mengikuti Pilkada Maluku Tengah 2017, akhirnya kandas. Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat menggugurkan bakal calon ini, karena tidak memenuhi syarat pencalonan.

Upaya terakhir kedua pasangan ini, ketika mendaftar di kantor KPU Maluku Tengah di Masohi pada hari terakhir pendaftaran, Jumat (23/9) sekira jam 11 malam. Mereka diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 4 kursi, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 1 kursi, dan Partai Kedilan Sejahtera (PKS) 1 kursi.

Dari hitungan kursi, Azis dan Johan sudah tidak mememuhi syarat, karena mereka hanya mendapatkan 6 kursi. Sesuai aturan Peraturan KPU nomor 9/2016 tentang pencalonan pasal 5 ayat 1, dijelaskan paslon harus didukung 20 persen kursi dari jumlah kursi DPRD. Untuk Pilkada Malteng, minimal paslon didukung 8 kursi DPRD dari total 40 kursi DPRD.

Tapi, pasangan ini tetap saja mendaftar. Masih rujukan pasal 1, pasangan ini berharap pada 25 persen akumulasi suara sah hasil pileg 2014 dari tiga partai pengusung tersebut. Sayangnya, akumulasi suara sah PKB, PPP dan PKS hanya 47.533 dari total suara sah pileg 229.191.

Setelah diverifikasi sesaat setelah penyerahan berkas pencalonan, KPU Malteng menetapkan pasangan Azis-Johan tidak memenuhi syarat. Baik dari dukungan kursi maupun akumulasi suara sah.

BACA JUGA:  Dulu Dicibir, Kini Banyak yang Mengikuti Pilihannya

“Karena tidak memenuhi 20 persen kursi, mereka masuk dengan jumlah suara sah pemilihan legislatif 2014 yaitu 25 persen. Jumlah suara sah dari tiga partai itu hanya mencukupi 47 ribu. Jadi tidak memenuhi syarat 25 persen suara sah,”kata anggota KPU Malteng, Abdussamad Ningkeula ketika dihubungi Ambon Ekspres, Minggu (25/9).

Selain tidak memenuni dua syarat itu, Ningkeula menuturkan, pasangan tersebut juga tidak menyertakan fomulir B.KWK atau rekomendasi tiga partai saat pendaftaran. KPU memerintahkan tim untuk segera melengkapi kekurangan berkas.

Namun, terlambat. Saat tim menyerahkan rekomendasi, waktu pendaftaran sudah melewati 10 menit atau jam 12.10 wit. Sesuai ketentuan, KPU tidak lagi bisa mengakomodir.

“Yang tidak lengkap itu B.KWK parpol, rekomendasi partai politik untuk mendaftarkan pasangan calon. Itu tidak ada. Mereka gugur saat itu juga, karena syarat mutlak dari pencalonan harus ada saat itu,”jelas dia.

Sementara itu, langkah bakal calon pasangan independen, Isnain Nukuhaly dan Jacob Soakulune cukup sulit untk lolos jadi peserta (calon). Pasalnya, pasangan ini harus menyerahkan dukungan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan tanda tangan diatas materai sebanyak 32.550 atau dua kalilipat dari jumlah kekurangan saat verifikasi faktual.

“Mereka akan menyerahkan data dukungan pada 29 September sampai 1 Oktober. Nanti kami tunggu saja, apakah mereka bisa memasukkan atau tidak dengan jumlah 32.550 dukungan,”kata Ningkeula.

BACA JUGA:  Aliran Duit 2,3 M dari BPS

Terhadap pasangan calon yang diusung gabungan partai politik, Abua Tuasikal-Marlatu Leleury, Ningkeula menjelaskan, sesuai jadwal, paslon melakukan perbaikan selama tanggal 24-29 September.

”Yakni syarat pencalonan yang sudah dimasukan tetapi tidak memenuhi syarat, maka dikembalikan untuk diperbaiki dan dimasukan sela masa perbaikan itu,”ungkapnya.

Pemeriksaan Kesehatan
Ningkeula menambahkan, KPU Malteng juga telah melakukan pemeriksaan kesehatan dengan melibatkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) terhadap pasangan Isnain dan Jacob serta Abua-Marlatu, Sabtu 24 September. Hasilnya akan diserahkan pada tanggal 27 September. “Tanggal 28 itu pleno penetapan hasil pemeriksaan kesehatan,”pungkas Ningkeula.

Sekadar diketahui, Abua dan Marlatu merupakan pasangan calon petahana. Pasangan dengan akronim TULUS, itu diusung oleh sembilan partai politik dengan total 34 kursi DPRD, diantaranya Golkar, Gerindra, PDIP  Demokrat, Hanura, Nasdem, PBB,PKPI dan PAN.

KPU KPU kabupaten Seram Bagian Barat (KPU), Silehu Achmad mengatakan, pemeriksaan kesehatan pasangan calon dimulai hari ini di Rumah Sakit Umum Daerah (RAUD) Piru.

“Memang pemeriksaan ini sesua jadwal, karena berdasarkan koordinasi kami dengan Pengurus Wilayah Ikatan Dokter Indonesia (PWIDI) Maluku maupun Pengurus Cabang (PC) IDI SBB, pemeriksaan kesehatan Balon Bupati dan Wakil Bupati harus dilaksanakan besok (hari ini) di rumah sakit RSUD Piru,” ungkap Silehu.

BACA JUGA:  Elsye-Azis Sudah Dapat 60 Persen KTP

Silehu mengatakan, pemeriksaan kesehatan bukan saja terhadap kondisi tubuh dan penyakit, tapi juga terkait indikasi penggunaan narkoba. “Kami telah menyepakati untuk pemeriksaan ini, tidak hanya kesehatan biasa saja, namun terkait narkoba juga dilaksanakan oleh para dokter dari PW IDI Maluku PC IDI SBB dan juga Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Maluku,” jelas Silehu.

Pilkada SBB diikuti empat pasangan calon. Yakni Paulus Semuel Puttileihalat-Amiruddin (RODAL) yang diusung Demokrat dan PAN, Samson Atapari-Suhfi Majid (INA AMA) diusung PDIP dan PKS, Yasin Payapo-Timotius Akerina (YAKIN) diusung Nasdem dan Hanura serrta dan Sanadjitu Tuhuteru-Petrus Suripatty (TUNTAS) diusung Golkar dan Gerindra.

Sementara itu, KPU kota Ambon telah menjadwalkan pemeriksaan kesehatan pasangan calon Paulus Kastanya-Muhammad Armin Syarif Latuconsina (PANTAS) hari ini di RSUD Haulussy, Kudamati, Ambon. “Rencananya besok (hari ini) di RSUD Haulussy jam 7.30 pagi,”kata ketua KPU, Marthinus Kainama.

Pemeriksaan kesehatan untuk pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Maluku Tenggara Barat (MTB) juga direncanakan hari ini. Namun, belum diketahui, pasangan calon yang akan diperiksa. “Besok (hari ini) mereka (pasangan calon) datang untuk pemeriksaan kesehatan,”kata anggota KPU Maluku, La Alwi.(TAB/ISL/MG2)

Most Popular

To Top