Oplosan Gagal dari Pertamina – Ambon Ekspres
Amboina

Oplosan Gagal dari Pertamina

AMBON, AE.— Oplosannya jauh lebih besar. Ada 10 ton pertalite yang dicampur dengan 5 ton air. Hasilnya, pertalite yang gagal dioplos. Siapa yang harus bertanggungjawab dalam kasus oplosan di SPBU Kebun Cengkeh, polisi sampai kemarin, belum juga berhasil mengungkapnya. Padahal rantai distribusi sudah terang benderang.

Informasi yang diperoleh Ambon Ekspres, jalur distribusi pertalite gagal dioplos itu tidak melalui jasa transportir, tapi langsung dari Terminal Bahan Bakar Minyak Wayame Pertamina. Dari surat pengantar pengiriman yang dikeluarkan pertamina, mobil tangki dikemudikan oleh Alexander Siahaya. Tertera jelas produk pertalite.

Informasi lain yang diperoleh Ambon Ekspres kemarin, pertalite ini dipasok melalui salah satu kapal tanker yang berlabuh diseputaran TBBM Wayame. Sampai kemarin belum diketahui apa nama kapal itu, Pertamina juga belum menyampaikan pernyataan resmi terkait dengan masalah ini.

Sebelumnya, pasokan pertalite gagal oplos ini dipasok ke SPBU Kebun Cengkeh pada 23 September. Ini lebih cepat sehari dari yang dijanjikan oleh pihak SPBU kepada konsumen pengguna pertalite. Pasokan sebanyak dua kali. Pertama dilakukan saat SPBU masih sepi. Kedua, saat SPBU pertalite mulai melayani konsumen.

Saat pasokan kedua masih berjalan, salah satu petugas SPBU mulai curiga dengan warna pertalite bersamaan dengan keluhan konsumen yang menggunakan pertalite dari SPBU tersebut. “Tolong dihentikan. Koh warnanya beda dengan yang sebelumnya,” kata petugas pengelola SPBU itu.

“Polisi kini masih menyelidiki kasusnya guna mengungkap kasus tersebut secara jelas,” kata Kepala kepolisaan Resor (Polres) Pulau Ambon dan PP Lease AKBP Harold Wilson Huwae, Sabtu (24/9) saat dikonfirmasi terkait status hukum kasus tersebut.

Dia berdalih belum mendapat laporan secara detail atas penyelidikan dan penyidikan kasus itu. Selain itu, proses penyelidikan dan penyidikan bertepatan dengan persiapan pengamanan pilkada, dimana semua personil dijajaran Polres Ambon dilibatkan.

” Saya belum dapat data lengkap. Karena sampai sekarang ini kan kita masih kegiatan simulasi semua anggota kita libatkan, jadi belum dilihat,” ungkap Huwae usai kegiatan simulasi pengaman pilkada, Kemarin.

Huwae memastikan kasus ini akan menjadi prioritas polisi, apabila terbukti ada yang sengaja mengoplos BBM pertalite ke SPBU itu, hukum akan ditegakan.” Iya, dilihat ada unsur pidana-nya tetap kita akan proses. Khan tidak mungkin ada unsur pidana, lalu kita biarkan. Tetapi, tidak disengaja, apa ada air masuk khan belum tau. Masih dilidik yah, nanti kita sampaikan lagi kalau sudah selesai lidik yah,” katanya.(ERM)

Most Popular

To Top