PANTAS tak Gentar Hadapi Tekad Gubernur – Ambon Ekspres
Politik

PANTAS tak Gentar Hadapi Tekad Gubernur

AMBON,AE.—Ketua DPD Partai Golkar Maluku,  Said Assagaff punya tekad memenangkan pasangan Richard Louhenpessy-Syarif Hadler di pilwalkot Ambon. Tim pasangan Paulus Kastanya-Muhammad Armin Syarif Latuconsina, tidak gentar dengan tekad gubernur tersebut.

Tekad itu disampaikan Gubernur Maluku kepada pasang- an Richard Louhenapessy-Syarif, tim pemenangan dan pimpinan tiga partai pengusung, yaitu Golkar, Nasdem dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di rumah dinas kantor gubernur, Minggu (25/9) malam. Dalam pertemuan yang bersifat silaturahmi itu, Assagaff meminta tim dan parpol pengusung bekerja solid memenangkan pasangan dengan akronim Paparisa Baru itu.

“Arahannya cuman itu, tim tetap harus solid, dan bekerja untuk memenangkan pasangan Paparisa Baru. Dengan tetap menggalakan kekuatan rakyat untuk memenangkan Paparisa Baru,” ungkap Sekretaris Tim Pemenangan pasangan Paparisa Baru, M. Riza Bahaweres kepada Ambon Ekspres, Senin (26/9).

Pertemuan tersebut, selain Richard dan Syarif, juga dihadiri ketua harian Tim Pemenangan Paparisa Baru, Herman Hattu, pengurus DPW PPP Maluku sekretaris DPD Golkar kota Ambon Max Siahay, kader serta pengurus PPP Kota Ambon Novan Liem serta sejumlah kader dari ketiga parpol tersebut. Sementara ketua Tim Pemenangan, Richard Rarahakbuwa tidak hadir, karena dikabarkan sedang sakit.

BACA JUGA:  Sam: Saya dan Richard, Bukan PAPARISSA BARU

Riza meneruskan, silaturahmi itu merupakan pertemuan awal pasangan Richard-Syarif, tim dan parpol pengusung dengan Assagaff, yang juga menjabat ketua Dewan Penasehat.

“Silaturahmi ini merupakan agenda awal. Nanti ada agenda berikutnya lagi, dalam rangka membicarakan strategi pemenangan pasangan Paparisa Baru, ”pungkas wakil ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPC PPP Kota Ambon itu.

Ketua Bidang politik dan komunikasi DPD Partai Nasdem kota Ambon, Mahmud Tuasikal ketika dikonfirmasi menambahkan, dalam pertemuan itu juga, Richard menepis isu bahwa setelah terpilih, dia akan maju sebagai calon Gubernur Maluku 2018. Bagi Richard, kata Mahmud, itu hanya isu yang sengaja disebar oleh pihak lawan.

“Jadi selain melaporkan suksesnya acara deklarasi Paparisa Baru kepada pak gubernur selaku dewan pengarah, pak Richard juga menyampaikan dihadapan pak gubernur, bahwa informasi dia akan maju sebagai calon gubernur itu tidak benar atau hanya isu, ”ungkap Mahmud.

Sementara Assagaff, kata Mahmud, mengapresiasi suksesnya pelaksanaan deklarasi Paparisa Baru. Selain itu Assagaff juga meminta tim dan partai pengusung bersama komunitas pendukung yang sudah terbentuk, bekerja secara maksimal memenangkan Paparisa Baru.

”Karena beliau (Said Assagaff) adalah dewan Pembina atau pengarah, sehingga apapun alasannya, kata beliau, Paparisa Baru harus menang,”tutur Mahmud.
Bukan Ancaman

BACA JUGA:  Romelus Bela Diri

Tapi bagi Tim Pemenangan pasangan Paulus Kastanya-Muhammad Armin Syarif Latuconsina dengan akronim PANTAS, keberadaan Assagaff di tim Paparisa Baru, bukan ancaman. Selain tim pemenangan PANTAS dikomandoi Edwin Huwae, ketua DPRD sekaligus ketua DPD PDIP Maluku, Assagaff juga dinilai bekerja dalam kapasitasnya sebagai ketua DPD Golkar Maluku, bukan gubernur.

“Kedua, yang melekat pada beliau itu adalah sebagai ketua Golkar, karena itu merupakan tanggung jawab beliau untuk memenangkan kader Golkar atau pasangan calon yang diusung Golkar. Dan ini bukan ancaman bagi PANTAS. Tidak sama sekali, ”kata ketua DPC Partai Bulan Bintang (PBB) kota Ambon, Riduan Hasan.

Menurut Riduan, kekuatan Paparisa Baru menjadi lemah, jika saat ini Assagaff tidak menjabat ketua DPD Partai Golkar Maluku. Karena sebagai ketua, Assagaff bertanggung jawab memenangkan pasangan calon yang diusung Golkar. “Tapi kalau beliau bukan ketua Golkar provinsi, mungkin kondisinya biasa saja,”tandasnya.

Tetapi, untuk menghilangkan steoretipe masyarakat bahwa keberpihakan politik gubernur kepada pasangan calon tertentu dalam Pilkada, memungkinan pasangan itu menang, kata Riduan, tim PANTAS telah mengatur strategi dengan matang. Percuma punya kekuatan, tapi tidak memiliki strategi kemenangan.

BACA JUGA:  Sudah Saling PAHAM

“Untuk memenangkan sebuah pertarungan, kata Sun Tzu, bukan pasukan yang besar. Tapi strategi yang matang. Ini yang saya lihat ada di PANTAS,”ucap Riduan, meniru kata bijak Sun Tzu, ahli strategi perang asal Cina.

Salah satu strategi, adalah konsolidasi. Menurut anggota DPRD Kota Ambon itu, pasangan PANTAS lebih awal telah masuk keluar di tengah-tengah masyarakat. Kini, lebih diintensifkan secara terstruktur.

“Pasangan ini sudah mendahului jauh. Ketika para calon belum berpasangan, PANTAS sudah masuk ke relung hati masyarakat di semua penjuru kota Ambon ini. Semua terstruktur dengan baik,”papar dia.

Dengan strategi kemenangan yang diyakini berjalan mulus, serta dukungan politik dari delapan partai pengusung, yaitu PDIP, Gerindra, PKS, PKB, PAN, PBB, Hanura dan Demokrat, Riduan optimis, pasangan PANTAS akan memenangkan pemilihan Walikota dan wakil Walikota Ambon 15 Februari 2017.

“Bahkan, kita Haiqul Yakin, bahwa strategi dari PANTAS luar daripada biasa dan berpeluang menang. Jadi, sekali lagi, kita tidak merasa tercancam karena pak Gubernur menjadi tim pemenangan untuk Paparisa. Kita tidak gentar. Itu hal biasa saja,”pungkas dia.(TAB)

Most Popular

To Top