Pertamina Menghindar, Polisi Usut Tuntas – Ambon Ekspres
Pilihan Redaktur

Pertamina Menghindar, Polisi Usut Tuntas

AMBON,AE.––Hingga kini pihak pertamina, belum mau mengaku bertanggungjawab secara resmi atas terbongkarnya penyaluran pertalite yang diduga oplosan. Ada 10 ton pertalite yang dicampur dengan 5 ton air. Polisi masih terus berupaya untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Belum ada satupun baik dari pihak pertamina maupun SPBU yang dijadikan tersangka.

Kemarin, disaat bersamaan, sekitar enam orang pegawai dari PT Pertamina pusat datang ke Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease. Bukan untuk diperiksa, tapi mereka datang untuk mengajukan proposal kerjasama dengan pihak kepolisian. Namun, apakah disetujui atau tidak, usulan ini tampak bersamaan dengan dugaan pertalite oplosan yang kini sedang diselediki oleh pihak kepolisian.

Pihak pertamina melalui Seles Executive Retail IV wilayah Maluku, Mahdi Syafar ketika dikonfirmasi koran ini, kemarin mengatakan, pasca insiden pertalite bercampur air itu terbongkar, pertamina sendiri kini telah menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas siapa yang bertanggungjawab.

“Kami tindak bisa berasumsi bahwa pertalite bercampur air itu dari kami, kemudian asalnya dari mana dan kesalahannya siapa itu? Belum bisa kami jawab karena sudah kami serahkan sepenuhnya kepada polisi. Kami sendiri tidak mau mendahului pihak kepolisian,”tegas Mahdi, Senin (26/9)kemarin.

Menurut pria berkulit sawo matang ini, pihaknya belum bisa mengeluarkan pernyataan lebih jauh dari proses penyelidikan yang sementara berjalan di pihak kepolisian sendiri.

“Kemarin juga kita sudah diperiksa oleh pihak kepolisian untuk itu, kepada teman-teman media dan masyarakat yang ada, kami tegaskan bahwa tidak bisa mendahului pihak kepolisian,”katanya.

Disinggung soal prosedur pendistribusian BBM hingga ke SPBU sendiri, Mahdi mengaku, pihaknya sudah melaksanakan sesuai dengan prosedur sendiri, yakni sebelum mengeluarkan maupun menerima barang (BBM red), pihaknya selalu melakukan pengecekan.

“Secara prosedurnya, selalu kami lakukan. Pengecekan itu adalah hal yang wajar kita lakukan. Jika memang warnahnya tidak sesuai maka itu langsung kita akan kembalikan,”tuturnya.

Ditegaskan, saat pendistribusian pertalite tersebut, sudah dilakukan sesuai prosedur dan dipastikan aman. “Tidak mungkin kita distribusikan BBM dengan kualitas jelek kepada konsumen, akan tetapi timbulnya air ini kami tidak tahu dan biarlah polisi yang membuktikan itu. Kami akan selalu membantu polisi untuk mengusut tuntas kasus ini,”tantasnya.

Sedangkan untuk korban sendiri, dia mengaku sudah tidak ada masaalah lagi karena pihak pertamina telah siap bertanggungjawab atas kerugian yang dialami para korban. “Dari Pertamina apalagi dari bagian memastikan bahwa semua korban-korban yang kemarin kendaraannya, bermasalah akibat dari pertalite yang diduga bercampur air ini, sudah tidak ada masaalah. itulah yang menjadi prioritas utama kami,”tegasnya.

Sementara itu, penyidik Satuan Reskrim Polres Pulau Ambon dan Pp Lease sendiri, hingga kini masih terus melakukan penyelidikan. Belum ada satupun yang jadikan sebagai penanggungjawab dari insiden itu.

“Sampai saat ini sudah ada sekitar 11 saksi yang kita periksa lima dari SPBU yakni manager dan pengawas serat karyawan terkait. Kemudian dua dari Pertamina yakni sopir dan kondektur, kemudian dua dari masyarakat, satu korban mobil dan satu korban sepeda motor,” kata Kapolres Pulau Ambon melalui Perwira urusan (Paur) Humas, Iptu Nikolas Frederick Anakotta, kepada wartawan di Mapolres Ambon, Senin sore.

Mantan Kapolsek Nusalaut ini mengaku, dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi, belum ditemukan indikasi mengarah kepada pihak Pertamina maupun SPBU yang bertanggungjawab dalam kasus tersebut.

“Belum ada yang mengarah kesana (tersangka red), kami masih terus melakukan pendalaman lebih jauh. Akan ada sejumlah saksi lagi yang diperiksa, termasuk Manager Pertamina sendiri, dan petugas yang hari itu bertugas. kemudian juga pemilik dari SPBU itu sendiri juga,”katanya.

Tak hanya saksi itu, alasan belum adanya tersangka itu, karena belum ada pemeriksaan dari pihak laboraturium forensik Makassar. “Sampel yang kita amankan belum kami kirimkan ke Labfor Makassar, kalau sudah kirim dan pemeriksaan saksi ahli maka mungkin sudah ada yang mengarah kesitu (tersangka red), “akuinya.

Polisi senndiri kembali beralibih bahwa belum bisa memastikan, apakah itu benar air yang tercampur dalam pertalite itu ataupun cairan lainnya. “Rekan-rekan sendiri juga tahu, kita tidak punya keahlian untuk memastikan apakah itu air, atau minyak ataukah cairan lain yang tercampur dalam pertalite itu. Kita akan menyelidikinya lebih jauh lagi,”paparnya.

Guna memastikan hal tersebut lanjut dia, penyidik akan mendatangkan saksi ahli dari Pertamina Pusat guna memastikan sampel air dalam minyak yang telah diamankan itu.

“Ada saksi ahli yang juga akan kita periksa dan itu dari Pertamina Pusat. Jadi mungkin agak lama, dari situ baru bisa dipastikan. Dan yang pastikan itu hanyalah saksi ahli,”terangnya.

Dipastikan, sampai kapanpun kasus ini tetap akan diusut tuntas. “Kita masih mengumpulkan baket yang banyak untuk pastikan ini. Masyarakat dan teman-teman wartawan juga bantu kami untuk memberikan informasi dan mengawasi kinerja kami,”harapnya.

Untuk pastikan air yang ada di dalam minyak tersebut berasal dari mana, pihaknya masih melakukan penyelidikan. “Apakah air itu di SPBU, atau di Pertamina sendiri, maupun ditempat lain kita belum pastikan itu. Masih mendalami dan silakan bantu dan awasi kami,”tegasnya.(ERM/AHA)

Most Popular

To Top