Pertalite di Oplos di Pertamina? – Ambon Ekspres
Amboina

Pertalite di Oplos di Pertamina?

AMBON, AE.–– Polisi sampai kemarin, belum menetapkan siapa yang paling bertanggungjawab dalam kasus oplosan gagal pertalite. Mereka juga tak yakin pihak SPBU yang melakukan oplosan, karena akan merugikannya. Anehnya, sisa pertalite oplosan gagal itu telah dibuang atas perintah Kepala Terminnal Pertamina Wayame, Alexander Bangun.

Kapolres Pulau Ambon PP Lease AKBP Harold Wilson Huwae menilai sangat mungkin Pertalite dioplos tanpa sepengetahuan pihak SPBU Kebun Cengkeh. Sebab dari sisi bisnis akan sangat merugikan mereka.

“Lalainya itu di siapa. Bahan bakar itu tercemar, apakah dari SPBU atau Pertamina. Kalau Pertamina, berarti yang rugi kan pihak SPBU. Informasi dari anggota, katanya Pertamina mau menggantikan 10 ton yang tercemar itu. Dari sisi bisnis, sangat merugi kalau orang SPBU mau mencemari dia punya usaha, kan bunuh diri,” katanya.

Kapolres memastikan, pihaknya akan mengusut kasus tersebut hingga tuntas. Setelah ada hasil uji Labfor Pertamina pusat, baru pihaknya menentukan langkah selanjutnya.

Terkait truk pembawa pertalite oplosan yang dilepas polisi, Pengamat hukum Universitas Pattimura (Unpatti) Jhon Pasalbessy mengatakan, bila kasus masih dalam tahap penyelidikan, polisi tidak dapat menahan truk pengangkut Pertalite oplosan tersebut. “Sebab dalam perkara ini yang perlu diungkap adalah apakah benar itu oplosan atau tidak,” kata Pasalbessy, Rabu (28/9).

Apalagi bila polisi telah mengantongi sampel pertelite yang diduga oplosan. Ini akan dikembangkan untuk mengetahui Pertalite tersebut dioplos atau tidak, bila terbukti oplosan, polisi bisa menemukan pihak mana yang harus bertanggung jawab.

“Jadi kalau tahap penyelidikan, polisi tidak bisa tahan truk, apalagi bila Polisi sudah ambil minyak sebagai bukti,” katanya. Namun, lanjut Pasalbessy, bila Polisi menemukan dua alat bukti yang kuat untuk menetapkan tersangka, sehinggga kasus tersebut dilanjutkan ke tahap penyidikan, Polisi dapat menahan kembali truk tersebut.

Wakil Ketua DPRD Ambon, Rustam Latupono menegaskan, aparat kepolisian harus bisa mengusut tuntas kasus dugaan Pertalite Oplosan yang dianggap merugikan warga kota Ambon. Karena jika terbukti Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite tersebut adalah oplosan, kepolisian harus berani mengambil keputusan.

Setiap usaha yang bergerak untuk kepentingan masyarakat, harus dijaga kualitasnya. Tidak boleh ada yang berdampak pada kerugian masyarakat. Jika hal seperti ini sudah terjadi, maka aparat kepolisian harus bisa mengusut hingga tuntas persoalan pertalite ini,” tandas Latupono.

Sekretaris DPC Gerindra kota Ambon ini menilai, bila hasil penyelidikan aparat kepolisian terbukti dan membenarkan adanya dugaan pengoplosan pertalite oleh SPBU maupun Pertamina, tentunya harus ada sanksi berat dari pemerintah.

“DPRD tentunya mendorong kepolisian mengusut tuntas persoalan ini. Bukan saja untuk pertalite, tetapi kepada seluruh bahan bakar lainnya. Dan jika terbukti, maka harus ada sanksi berat yang diberikan. Jika SPBU terbukti melakukan kesalahan, maka ijinnya harus dicabut. Begitupun dengan Pertamina, jika terbukti bersalah, maka kepala cabangnya harus dicopot. Karena ini kejahatan luar biasa. Dan kami serahkan kepada kepolisian untuk berproses,” terangnya.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon, Achmad Ohorella menambahkan, hari ini komisi II akan menghadirkan pihak TBBM Pertamina Wayame dan SPBU untuk membahas persoalan Pertalite oplosan. Mengingat, banyak masyarakat yang telah dirugikan dengan tindakan yang tidak terpuji itu.

“Besok itu (hari ini), komisi II memanggil Pertamina dan SPBU yang terlibat dugaan pertalite oplosan. Makanya kita hadirkan mereka untuk menjelaskan secara rinci persoalan tersebut. Nanti kita akan melihat jika memang ada unsur kesengajaan, tentunya akan kita berikan sanksi dalam bentuk rekomendasi kepada pemerintah kota,” ujarnya. (MAN/ERM/ISL)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!