Rolobessy-Tentua Nyaris bebas – Ambon Ekspres
Pilihan Redaktur

Rolobessy-Tentua Nyaris bebas

Drama Jebakan Bebaskan Tersangka

AMBON,AE.— Penjemputan tersangka kasus dugaan Mark Up pembelian lahan dan gedung Bank Maluku di Surabaya senilai Rp.54 Miliar Idris Rolobessy, dan Pedro Tentua, penuh drama. Kepala Rutan, menolak jaksa menggelandang keduanya ke Kejaksaan Tinggi Maluku. Sementara kedua dari tiga tersangka yang dijerat dengan dugaan TPPU itu nyaris bebas.

Pada 1 Juni 2016 lalu mantan direktur Utama PT Bank Maluku, Idris Rolobessy dan Kepala Devisi Renstra dan Korsec Bank Maluku, Pedro Tentua, ditahan. Keduanya ditahan usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka oleh tim penyidik Kejaksaan Tinggi Maluku.

Terhitung, masa penahanan kedua tersangka itu ditahap penyidikan, berakhir Selasa kemarin. Pasalnya, 120 hari kedua tersangka itu ditahan dibawah kewenangan penyidik kejaksaan.

Hanya saja, penyidik Kejati Maluku tidak mau kecolongan. Hari terakhir masa penahanan kedua tersangka itu selesai, penyidik mengambil langkah tegas. Berkas Rolobessy dan Pedro Tentua akhirnya dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum.

Selasa kemarin, drama pelimpahan barang bukti dan dua tersangka dari Penyidik ke JPU berlangsung sekitar pukul 20.00. Padahal, jika tidak dilimpahkan, maka Rolobessy dan Tentua akan bebas atau lepas demi hukum ketika jarum jam menunjukan pukul 00.00 Selasa tengah malam.

BACA JUGA:  Richard Cs Ajukan Pembatalan Toisuta

Awalnya, sebelum pelimpahan dilakukan, penyidik telah berkoordinasi terkait pelimpahan dengan pihak Rutan Klas IIA Ambon Senin malam. Anehnya sekitar pukul 14.30 saat penyidik menuju Rutan untuk menjemput tersangka Idris dan Pedro, pihak Rutan tidak berada ditempat. Bahkan, salah satu penyidik dibuat pusing karena kondisi Rutan yang sepi pegawai.

Penyidik melapor ke Kasidik Kejati Maluku, Ledrik Takandengan. Takandengan kemudian menghubungi pihak Rutan Ambon. Kepala Rutan Ambon, Irhamuddin beralasan bahwa kedua tersangka tidak dapat dikeluarkan, lantaran sudah selesai jam kantor.

Mendengar penjelasan tersebut, Takandengan naik pitam. Dia kemudian membesarkan volume telepon genggamnya yang didengar oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, Jan S Maringka. Saat mengetahui percakapan mereka didengar, barulah Irhamuddin mau memproses agar kedua tersangka itu mengikuti proses pelimpahan tahap II.

Pantauan Koran ini di Rutan Ambon, memang aktifitas petugas Rutan sepi. Saat beberapa awak media tiba, barulah para petugas Rutan bermunculan satu per satu.

Kepala Rutan yang tiba di lokasi saat dikonfirmasi membantah jika pihaknya seolah-olah sengaja menghambat proses pengeluaran dua tersangka untuk dibawa ke Kejaksaan.

BACA JUGA:  Jaksa “Diamkan” Kasus 38 M

“Siapa yang katakan begitu? Tidak ada. Kita tetap jalankan sesuai prosedur. Karena memang ada pegawai kita yang meninggal, makanya kita pergi melayat. Bukan tidak ada petugas, “ tandasnya.

Setelah Rolobessy dan Pedro Tentua dibawa ke kejaksaan, muncul lagi masalah lain. Tim penasehat hukum dan Idrus Rolobessy, Munir Kairoty cs dan pengacara Pedro Tentua, Mourits Latumeten, tidak hadir untuk mendampingi kliennya.

Penyidik terus berupaya untuk menghubungi penasehat hukum kedua tersangka. Hanya saja, hingga pukul 20.00 malam tadi tidak satupun penasehat hukum dari Rolobessy dan Tentua yang munul di kantor Kejati Maluku.

“Kita sudah hubungi pengacara keduanya, tetapi sampai saat ini (kemarin pukul 19.30 Wit) mereka belum datang-datang. Kita hubungi berulang kali, “kata Takandengan.

Tidak mau kecolongan, jaksa kemudian melakukan penunjukan pengacara untuk mendampingi kedua tersangka. Kantor Advokat Adolof Saleky ditunjuk oleh JPU untuk proses pelimpahan tahap II. Pelimpahan berlangsung sesuai mekanisme hukum.

“Kita lakukan penunjukan pengacara untuk dampingi kedua tersangka dalam proses pelimpahan tahap II, “tambah Takandengan.

BACA JUGA:  Puluhan Ribu Karyawan & Keluarga Funwalk Massall

Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette menjelaskan, berdasarkan ketentuan hukum, masa penahanan kedua tersangka berakhir Selasa pukul 23.59 . Karena itu, penyidik melakukan pelimpahan tersangka dan barang bukti ke Jaksa Penuntut Umum.

Setelah itu, masa penahanan kedua tersangka sudah bukan lagi kewenangan penyidik, melainkan telah beralih ke JPU. JPU nantinya akan melakukan perpanjangan penahanan terhadap Idris Rolobessy dan Pedro Tentua.

“Hari ini (kemarin red) sudah dilakukan pelimpahan tersangka dan barang bukti dari penyidik ke JPU atas nama tersangka Idris Rolobessy dan Pedro Tentua, “kata Sapulette.

Selanjutnya JPU akan memproses berkas kedua tersangka itu dalam rangkaian tahapan penuntutan. Karena JPU akan melakukan penyusunan dakwaan hingga pelimpahan ke pengadilan.

Sementara untuk tersangka Hentje Abraham Toisuta, Sapulette menjelaskan, masa penahanannya belum berakhir. Selain itu, Toisuta saat ini sementara sakit dan dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara, Polda Maluku.

“Seharusnya pelimpahan tahap II untuk semua tersangka. Hanya saja tersangka Hentje saat ini sakit, jadi kita tunggu sampai sembuh barulah proses pelimpahan dilakukan,” pungkas Sapulette. (AFI)

Most Popular

To Top