Edwin Huwae Jangan Ingkar Janji – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Edwin Huwae Jangan Ingkar Janji

AMBON, AE.––Ketua DPRD Maluku Edwin Huwae diharapkan segera menindaklanjuti berbagai temuan Koalisasi Save Romang Island tentang aktivitas PT. Gemala Borneo Utama (GBU) di pulau Romang, kabupaten Maluku Barat Daya. Sementara warga Romang melakukan kegiatan bertajuk ‘gerakan Rp1000 untuk Romang’, sebagai upaya meminta partisipasi berbagai pihak mendukung perjuangan melawan pertambangan di Romang yang diduga bermasalah.

Tokoh masyarakat kabupaten MBD, Herman Siamiloy kepada Ambon Ekspres mengatakan, setelah menerima data dari Koalisi Save Romang Island, Ketua DPRD seharusnya sudah dapat menindaklanjutinya. “ Data-data otentik yang ada. Mengapa sampai hari ini, belum menindaklanjuti,” kata Siamiloy, Kamis (29/9).

Sebelumnya, dalam pertemuan dengan Koalisi Save Romang Island dan sejumlah warga Romang pada, 7 September lalu, Ketua DPRD Maluku, Edwin Huwae meminta warga untuk menyampaikan dokumen yang valid tentang berbagai masalah tersebut. Selanjutnya, akan dibahas untuk ditentukan langkah selanjutnya.

“Pintu KPK terbuka soal izin pertambangan. Kita bisa ketuk yang penting kita punya data-data yang objektif. Kalau sudah ada data valid, saya akan buat forum di sini dan undang semua pihak,” kata Huwae, saat itu.

Setelah pertemuan itu, Koalisi Save Romang Island pun menyerahkan data kepada ketua DPRD. Data yang diserhakan, diantaranya rekomendasi dari pemerintah kabupaten dan ijin produksi gubernur Maluku yang dinilai bermasalah.

Belum adanya tindaklanjut terhadap data-data tersebut, kata Siamiloy, Ketua DPRD terkesan tidak tanggap.” Sebagai orang MBD, saya mau menagih janji ketua DPRD, supaya janji itu perlu direalisasi. Saya mohon, agar tidak ingkar janji. Harus secepat mungkin. Kalau memang ketua DPRD tidak menindaklanjuti maka beliau ingkar janji,” tegasnya.

Ketua DPRD Edwin Huwae yang ingin dikonfirmasi tentang tindaklanjut atas data-data yang telah disampaikan oleh Koalisi Save Romang Island, tidak bersedia memberikan penjelasan hingga berita ini naik cetak.

Sementara itu, Koalisi Save Romang Island bersama sejumlah mahasiswa asal Romang di kota Ambon, memulai kegiatan baru bertajuk ‘ gerakan Rp1000 untuk Romang’. Gerakan yang dimulai pada, Rabu (28/9) ini dilakukan untuk meminta partisipasi berbagai pihak untuk mendukung gerakan melawan pertambangan di pulau Romang.

Gerakan itu dilakukan dengan menyanyikan lagu-lagu perjungan di beberapa tempat umum yang ramai pengunjung, diantaranya rumah kopi dengan harapan ada sumbangan sukarela dari warga, guna mendukung perjuangan melawan pertambangan yang dinilai lebih banyak berdampak negatif bagi masyarakat dan lingkungan di pulau Romang.

“Kami akan melakukan gerakan hingga beberapa hari kedepan. Mendatangi rumah kopi dan tempat-tempat lain. Kita berharap, ada partisipasi yang baik dalam mendukung gerakan ini,” kata ketua Koalisi Save Romang Island, Collin Leppuy, kemarin.

Dana yang terkumpul, lanjut Leppuy akan digunakan untuk kegiatan-kegiatan lain bertujuan menyelematkan masyarakat dan lingkungan di pulau Romang. “ Diantaranya adalah kegiatan malam 100 lilin. Rencananya, pekan depan kami lakukan disertai diskusi tentang masalah Romang. Kami sementara meminta kesediaan beberapa ahli untuk hadir sebagai narasambuer,” bebernya.

Anggota Koalisi Save Romang Island, Costansius Kolatfeka mengungkapkan, pihaknya telah mengantongi dokumen rencana pengelolaan lingkungan (RPL) dan rencana pemantauan lingkungan (RKL) PT. GBU.

“Hasil kajian kami atas dokumen tersebut, ada poin yang tidak dilakukan secara maksimal oleh GBU. Setelah menggali lubang untuk kegiatan eksplorasi, GBU seharsunya menutup kembali lubang tersebu. Tapi, kenyataan di lapangan, tidak semua lubang ditutup. Ini bisa berdampak buruk bagi lingkungan di sana,” jelas, kemarin.

Karena itu, pihaknya meminta Badan Penanggulangan Dampak Lingkungan (Bapedalda) Maluku untuk segera mempertemukan pihaknya dengan pihak GBU, guna membahas dokumen RPL dan RKL serta dokumen analisis dampak lingkungan (Amdal).

“Bapedalda sudah rencanakan itu, tapi sampai hari ini ( kemarin) tidak dilaksanakan. Kami harapa, segera dilaksanakan,” harapnya.(MAN)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!