Pertamina Mau Juga Buka Mulut – Ambon Ekspres
Amboina

Pertamina Mau Juga Buka Mulut

AMBON, AE.–– Pihak Pertamina membantah menyalurkan Pertalite oplosan ke SPBU Kebun Cengkeh. Temuan yang mengindikasikan adanya campuran air dalam tangki minyak, merupakan proses kondensasi (penguapan), karena jenis bahan bakar minyak (BBM) tidak bisa dicampurkan atau disatukan dengan air. Keduanya tidak senyawa.

Kepala Cabang Pertamina Ambon, Tiara Desofi dalam rapat dengan DPRD Kota Ambon, kemarin. Kata dia, sangat tidak mungkin mereka melakukannya, karena Pertamina dan SPBU telah melakukan prosedur penyaluran yang telah ditetapkan.

Dia beralasan, temuan air yang bercampur pada pertalite, bisa saja terjadi kondensasi atau pembentukan uap air karena sebelumnya Pertalite sudah mengalami kekosongan hingga lebih dari 1 minggu. Bisa saja pada tangki milik SPBU mengalami penguapan. Sehingga pada saat penyaluran dari Pertamina, telah tercampur dengan air, kemudian dilanjutkan dengan pengisian kepada konsumen.

“Atas nama Pertamina kami minta maaf atas apa yang terjadi. Pertalite ini pernah mengalami kekosongan lebih dari satu minggu. Dan jika ada udara dan minyak ada dalam tangki maka terjadi kondensasi seperti pembentukan butiran air. Karena ketika terlalu lama, maka ketika diisi minyak atau Pertalite ini maka terjadi Turbulence.

Ketika selesai pembongkaran, dan dilakukan penyaluran ke kendaraan konsumen maka terjadi campuran air yang ikut masuk. Itulah yang terjadi,” tandas Tiara, dalam rapat bersama di Balai Rakyat DPRD Ambon, Kamis (29/9).

Menurut dia, jika BBM sengaja dicampurkan dengan air maka tidak akan menyatu karena air dan minyak tidak senyawa. Sehingga tidak mungkin ada unsur kesengajaan untuk melakukan pencampuran antara minyak dengan air. Kesalahan tercampurnya ada pada saat terjadi kondensasi yang menyebabkan terjadi percampuran Pertelite dan air ketika diisi pada pelanggan Pertalite di SPBU Kebun Cengkeh.

“Standar operasional sudah kami lakukan dengan benar. Ini yang saya bilang adanya kondensasi. Ada air ketika diisi terjadi turbulence. Jadi kata oplosan itu tidak ada. Dan semua kerusakaan atau ganti rugi telah dilakukan oleh pihak SPBU,” tuturnya.

Sekretaris Komisi II DPRD Ambon, Novan Liem mengatakan, komisi II nantinya akan mendorong persoalan ini kepada pihak kepolisian untuk segera dituntaskan. Menurutnya, jika memang tidak terbukti melakukan penyaluran oplosan atau sengaja mencampur dengan air, komisi akan merekomendasikan untuk pencabutan ijin usaha dari SPBU.

“Kita mendorong agar penyelidikan lanjutan. Persoalan oplosan dan sebagainya itu timbul dimana. Apakah kesalahan ada di Pertamina atau SPBU. Kita akan lihat itu. Dan sepenuhnya kita serahkan kepada kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini. Karena kita sudah mendengar penjelasan dari mereka. Tetapi kita tetap dukung agar kasus ini segera di tuntaskan,” ucapnya.(ISL)

Most Popular

To Top