Tersangka baru di Kasus BM – Ambon Ekspres
Pilihan Redaktur

Tersangka baru di Kasus BM

AMBON,AE—Penyidik Kejaksaan Tinggi ( Kejati) Maluku dinilai memaksakan pelimpahan barang bukti serta tersangka kasus dugaan Mark Up pembelian lahan dan gedung Bank Maluku di Surabaya, Idris Rolobessy, dan Pedro Tentua ke Jaksa Penuntut Umum. Selain hanya mengejar batas waktu penahanan, pelimpahan juga dilakukan tanpa hasil audit kerugian keuangan negara. Sementara itu bakal ada tersangka baru di kasus ini.

Fahri Bachmid, Kuasa Hukum Idris Rolobesy ini menilai, sikap jaksa terkesan tergesa-gesa dalam melimpahkan kasus tersebut ke tahap hanya karena batas waktu penahanan tersangka telah habis pada tangggal 28/09/2016, tepat pada pukul 23.59.

Dengan demikian, lanjutnya, proses tahap II yang dilakukan penyidik sangat dipaksakan, demi untuk memenuhi pencitraan kejaksaan. “ Dan jangan sampai Kejaksaan Tinggi kehilangan muka di mata publik, karena tersangka bebas demi hukum, setelah menjalani masa penahanan 120 hari sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor. 8 tahun 1981 tentang KUHAP,” jelas Fahri Bachmid melalui rilisnya yang diterima Ambon Ekspres, Kamis (29/9).

Hal lainnya, kata Fahri Bachmid, proses tahap II juga dilakukan tanpa sepengetahuan pihaknya sebagai kuasa hukum tersangka. Ini berarti, proses tahap II tersebut cacat yuridis dan materill.

Pihaknya mempertanyakan kinerja penyidik, karena selama empat bulan masa penahanan tersangka, belum berhasil merampungkan berita acara pemeriksaan, diantaranya dengan hasil audit kerugian keuangan negara.

“ Ini merupakan tindakan tidak profesional penyidik Kejati dalam menangani perkara Bank Maluku, sudah injury time baru mau dilakukan tahap II dengan memaksakan segala cara, dengan mengedepankan kekuasaan,dan bukan hukum. Ada apa ini,” tegasnya.

BACA JUGA:  Ada Pelanggaran HAM di Romang

Dia menilai, selama menangani kasus tersebut, jaksa lebih banyak menampilkan pecitraan, tapi miskin substansi. Ini adalah hal yang ironis dalam sebuah negara hukum.

“Waktu sudah sangat terbatas baru mencari kambing hitam, soalah-olah kepala rutan yang menghambat dan tidak ada kuasa hukum segala macam, kami selaku kuasa hukum saja tidak diberitahukan oleh penyidik. Ada apa ini? Semakin aneh saja penyidik Kejati ini,” tandasnya.

Fahri Bachmid melanjutkan, pelimpahan berkas perkara tersangka Idris Rolobesy ke tahap II (P21) oleh penyidik Kejati Maluku juga tanpa dokumen resmi laporan kerugian keuangan negara oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Maluku. Ini juga melawan hukum dan tidak mempunyai legitimasi yuridis yang memadai.

Kepala bidang Investigasi BPKP Maluku, Zainuri saat dikonfirmasi mengungkapkan, pihaknya masih harus mengumpulkan data tambahan untuk melakukan perhitungan kerugian keuangan negara dalam kasus tersebut.
“Sampai saat ini, tim masih melakukan pemeriksaan, masih proses sampai nanti pada finalisasi, jadi masih ada data yang dikumpulkan untuk melengkapi suatu kasus. Nanti kalau sudah lengkap semua, baru dilakukan penyusunan laporan,” kata Zainuri di ruang kerjanya, kemarin.

Setelah melakukan klarifikasi terhadap para saksi di Surabaya, tim auditor masih akan melakukan hal yang sama terhadap pihak lain yang berhubungan dengan kasus tersebut. Termasuk para tersangka. “ Tersangka itu pihak terkait, nanti diupayakan untuk diklafikasi oleh tim,” katanya.

BACA JUGA:  Berkas Lengkap, Tersangka tak Diperiksa

Menyoal telah dilimpahkannya kasus Bank Maluku tersebut oleh penyidik kepada JPU, sehingga proses hukum sudah sampai pada tahap penyusunan dakwaan, bukan lagi penyidikan yang membutuhkan hasil audit kerugian negara, Zainuri mengatakan, pihaknya masih dapat melakukan audit karena permintaan jaksa.

“ Protap audit kita, sepanjang masih ada datang yang dibutuhkan, kita akan cari terus data itu sehingga kasus itu menjadi lengkap konstruksinya. Baru kita buatkan laporan,” jelasnya.

Jadi, lanjutnya, walaupun jaksa telah melimpahkan barang bukti dan tersangka ke tahap II, namun audit masih dapat dilakukan BPKP. Selanjutnya, menyerahkan hasilnya kepada jaksa untuk dipergunakan sesuai kebutuhan proses hukum.

Sementara, penyidikan kasus tersebut nampaknya belum berakhir pada Idris Rolobessy, Pedro Tentua dan Hentje Toisuta. Karena, bakal ada pihak lain yang menjadi target tim penyidik Kejaksaan Tinggi Maluku.

Setelah melakukan pelimpahan tahap II untuk tersangka Idris Rolobessy dan Pedro Tentua dari penyidik ke Jaksa Penuntut Umum (JPU), kini hanya tinggal berkas tersangka Hentje Abraham Toisuta yang siap dilimpahkan. Pelimpahan berkas Hentje masih tertunda, akibat BOs CV Harves itu jatuh sakit.

JPU perlahan mulai menyusun seluruh berkas dan administrasi guna pelimpahan berkas Idris dan Pedro ke pengadilan. Belum dapat dipastikan, kapan berkas dua tersangka itu dilimpahkan ke Pengadilan. Disamping kesibukan JPU mengurus berkas Rolobessy dan Tentua, penyidk juga terus bekerja.

BACA JUGA:  Jaksa Sita Dokumen Terkait Repo

Informasi yang berhasil dihimpun koran ini di Kejati Maluku mennyebutkan, bakal ada penetapan tersangka jilid III. Siapa yang menjadi target jeratan jaksa, masih rahasia. “Kuat dugaan, akan ada penambahan tersangka Jilid III, “beber sumber koran ini.

Dikatakan, penetapan tersangka jilid III tersebut, berdasarkan bukti-bukti yang dikantongi penyidik. Yang pasti, bukti tersebut seputar dugaan mark up dan TPPU dari pembelian lahan dan gedung Bank Maluku di jalan Darmo nomor 51 senilai Rp.54,4 Miliar.

Menurut sumber, sampai saat ini penyidik terus mendalami dan mencari bukti guna menjerat tersangka tambahan ini. Pasalnya penyidik tidak ingin tergesa-gesa untuk menjerat pihak-pihak yang diduga turut terlibat.

Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette saat dikonfirmasi terkait informasi dugaan bakal adanya penambahan tersangka baru, enggan berkomentar. “Untuk saat ini saya belum tahu informasi itu. Kalaupun ada, sudah pasti akan dilakukan sesuai mekanisme. Tetapi sejauh ini belum ada, “terangnya.

Kasidik Kejati Maluku, Ledrik Takandengan juga enggan berkomentar. “Kalau soal itu nanti ajalah. Yang pasti kasus ini sudah dilimpahkan dua tersangka dan barang bukti ke JPU. Nanti perkembangan selanjutnya, ikuti aja, “singkatnya.(MAN/AFI)

Most Popular

To Top