DPRD Sasar K2 Bodong – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

DPRD Sasar K2 Bodong

MASOHI,AE––DPRD Kabupaten Maluku Tengah pekan ini segera memanggil sejumlah instansi terkait dugaan honorer kategori dua (K2) bodong. Hal itu setelah DPRD menerima pengaduan dari masyarakat.

Anggota DPRD Maluku Tengah, Syahbudin Hayoto mengungkapkan, hal tersebut setelah menerima aduan dari salah satu tenaga honorer yang bertugas unit pelaksana teknis (UPT) Sariputih, Kecamatan Seram Utara Timur Seti, Maluku Tengah.

“Pastinya, pekan ini kita akan surati yang bersangkutan termasuk instansi terkait meminta kejelasan terkait aduan masyarakat,” ungkapnya, Jumat,(30/9).

Dari laporan pengaduan yang disampaikan salah satu tenaga honor AS alias Sabban bahwa telah terjadi kejahatan administrasi yang dilakukan salah satu Kepala Dinas di Maluku Tengah berinisial UR.

“Ini kejahatan administrasi yang harus kita sikapi, karena merugikan orang lain yang benar-benar honor terutama merugikan keuangan negara,” tandasnya di Masohi.

Sabban sebut Hayoto telah menyodorkan surat pernyataan dan siap menjadi saksi terhadap SH alias Sufia, dimana yang bersangkutan sama sekali tidak pernah honor. Sufia yang telah lolos menjadi pegawai negeri sipil dan bertugas di salah satu instansi di Kota Masohi adalah menantu UR.

BACA JUGA:  Cap Darah Pemprov Tak Gentar

Saat UR masih menjabar kadis, dinilai telah melakukan kejahatan administrasi dan diskriminasi. Yang mana, dia mengiming-iming dengan mendesak AS agar menandatangani absen honor Sufia selama lima tahun.
“Tandatangan absen 5 tahun dengan iming-imin uang dan janji meloloskan saya di K2, tapi ternyata tidak,” beber AS terpisah.

Dirinya siap memberikan pernyataan dan menjadi saksi sampai ke tingkat manapun. Olehnya lewat surat pernyataan yang ditandatangani diatas meterai 6000, AS berharap pemerintah daerah Kabupaten Maluku Tengah sedianya bisa menyikapi hal ini.

Karena sangat merugikan kami tenaga honorer yang benar-benar menjalankan tugas di daerah terpencil dengan fasilitas seadanya. “Sementara meloloskan orang-orang yang tidak pernah honor dan tidak merasakan bertugas di daerah terpencil dengan akses terbatas, saya berharap pemda sesegara menyikapi ini,” pintanya.(ANC)

Most Popular

To Top