Koalisi Lawan Figur di Pilwakot Ambon – Ambon Ekspres
Politik

Koalisi Lawan Figur di Pilwakot Ambon

AMBON,AE.—PDI Perjuangan dan Golkar, sama-sama berpeluang mengantarkan pasangan calon Walikota dan wakil Walikota masing-masing meraih kemenangan. PDIP diuntungkan dengan adanya koalisi gemuk. Sementara Golkar, cerdik menentukan figur.

Analisa politik Univer- sitas Pattimura, Said Lestaluhu menilai, PDIP punya kans besar mengantarkan pasangan Paulus Kastanya (Poly)-Muhammad Armin Syarif Latuconsina (Sam) meraih tampuk kekuasaan. Selain merupakan partai dengan basis terbanyak di Kota Ambon, PDIP juga didukung delapan partai pengusung dan pendukung lainnya.

“Kalau dalam pendekatan infrastruktur dan dukungan partai, PDIP pasti unggul karena didukung oleh koalisi partai dengan 25 kursi. Kalau head to head, PDIP agak unggul dari Golkar,” kata Said, Jumat (30/9). PDIP juga diuntungkan dengan kefiguran Poly dan Sam (PANTAS) dalam satu aspek, yaitu keduanya merupakan figur mudah dan energik.

Kelebihan ini, patut diwaspadai oleh pasangan Richard Louhenapessy-Syarif Hadler (PAPARISA BARU) yang diusung Golkar, Partai Nasional Demokrat (Nasdem) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). “Kemudian, kelebihan dari pasangan PANTAS, adalah mereka simbol dari orang-orang muda yang cukup energi. Misalnya, pak Poly dan pak Sam. Mereka punya tipikal tersendiri yang memang patut diwaspadai oleh pasangan PAPARISA,” papar dia.

Selain itu, melalui jaringan kepengurusan, mulai dari kota (DPC) hingga dusun (PAC), PDI Perjuangan akan memengaruhi basis pemilihnya untuk memilih Poly dan Sam, pasangan yang diusung. Tetapi, menurut Said, tidak semaksimal yang diharapkan.

BACA JUGA:  Pasangan Perseorangan Yakin Menang

Pengaruh PDIP terhadap basis pemilih, pasti lemah. Ini disebabkan, masih adanya faksi (kelompok di dalam suatu partai politik) di tingkat elit yang menyebabkan kerentanan perpecahan di tingkat bawah. Bahkan sampai pada level basis pemilih.

“Kalau di PDIP, kita lihat agak sulit ya, karena ada faksi di elit. Faksi ini sedikitnya akan mempengaruhi mesin partai untuk memenangkan pasangan yang mereka usung. Karena bisa jadi ada pengurus partai yang bekerja untuk pasangan calon tertentu (lain),”jelas dia.

Sementara Golkar, menurut dia, juga punya peluang yang cukup signifikan dalam memenangkan pasangan PAPARISA BARU. Peluang itu disebabkan karena Golkar solid. Perpecahan dan pengelompokkan yang terjadi di partai berlambang pohon beringin itu, tidak setajam di PDIP. Bahkan, dua permasalahan internal itu telah diselesaikan seiring penetapan Richard dan Syarif sebagai pasangan calon oleh DPP Golkar.

Kesolidan Partai Golkar, juga ditunjukkan dengan terpilih ketua DPD Golkar Maluku, Said Assagaff secara aklamasi pada Musyawarah Daerah (Musda) Golkar 30 Agustus lalu. Hal ini menurut dia, memberikan semangat dan kekuatan pada Golkar dalam rangka bekerja memenangkan pasangan diusung.

“Nilai positifnya, dalam pemilihan, semua aklamasi mendukung pak Assagaff. Di Kota juga aklamasi pilih Richard, sebelumnya. Kalau dalam kebijakan kepemimpinan politik, itu sangat memberikan kekuatan terhadap struktur partai. Jadi, faksi-faksi yang bertikai selama ini, akan lebih mudah untuk dikonsolidasikan dan diakomodasikan untuk memenangkan pasangan yang diusung,”katanya.

BACA JUGA:  Pendidikan Bela Negara Penting Dilakukan

Kelemahan Golkar kaitannya dengan proses pemenangan Pilwakot, adalah karena hanya disokong dua partai pengusung, yaitu Nasdem dan PPP. Namun, kelemahan tersebut ditutupi oleh kefiguran Richard Louhenapessy dan Syarif Hadler.

“Cuman kelebihan Golkar, yaitu mencalonkan figur yang sudah betul-betul teruji dengan keberhasilannya. Golkar diuntungkan dengan figur pak Ris. Jadi kelemahan Golkar, akan ditutupi dengan kelebihan pak Ris sebagai kandidat,”cetus dia.

Said menyimpulkan, PDIP dan Golkar akan maksimal dalam menggerakan mesin partai masing-masing. Keduanya juga punya kelebihan dan kekurangan, dalam upaya memenangkan pasangan bakal calon Walikota dan wakil Walikota yang diusung.

“PDIP unggul dari sisi infrastruktur, karena dia (PDIP) didukung oleh koalisi besar dengan Sembilan partai. Kalau Golkar, selain solid, mereka punya kelebihan pada aspek figuritas pak Ris dan pak Syarif,”tukas magister komunikasi politik Universitas Hassanudin (UNHAS) Makassar itu.

Pengamat politik Uiversitas Darussalam Ambon, Ali Roho Talaohu menilai, jika rujukannya adalah hasil pemilihan umum legislatif 2014, PDIP memang kuat pada basis. Itu dibuktikan dengan partai tersebut berhasil meraih suara terbanyak dengan 5 kursi di DPRD kota Ambon.

“Tapi dari aspek basis, PANTAS diunggulkan, karena PDIP dominan di kota AMBon. Indikatornya pada jumlah anggota DPRD kota Ambon dan suara hasil pemilu 2014,”kata Ali.

BACA JUGA:  Jaksa Amini Tantangan DPRD Maluku

Tetapi, dia menekankan, konteks Pileg berbeda dengan Pilkada, dimana figuritas yang menjadi penentu utama pilihan politik pemilih. Di PDIP, kata dia, terjadi keberpihakan pemilih dari basis mereka karena faktor figuritas calon walikota.

“Ini juga dibuktikan dengan Pilkada Kota Ambon 2011, dimana PDIP mengusung Lucky Wattimuri tapi terjadi penggembosan di internal, dan berpengaruh terhadap basis massa. Pecah. Kalau belajar dari pengalaman kemarin, itu bisa diiyakan,”jelas Ali.

Senada dengan Said, Ali juga berpendapat, bahwa pecah kongsi basis pemilih PDIP selain figur yang diusung, juga karena perpecahan elit. Elit pecah, basis ikut remuk, karena ada ketergantungan finansial maupun kebijakan politik dari basis terhadap mereka.

Olehnya itu, menurut magister ilmu politik Universitas Padjajaran (UNPAD) Bandung itu, PDIP dan Golkar akan sama-sama maksimal menggerakan mesin partai. Sebab, kepentingan kedua partai ini bukan hanya di Pilwakot, tapi juga pemilihan Gubernur Maluku tahun 2018 mendatang.

“Kepentingan Golkar mempertahankan dua periode kepemimpinan pak gubernur di provinsi. Karena itu, mereka harus menang di Kota Ambon. PDIP juga akan bekerja sungguh-sungguh agar PANTAS bisa meraih kemenangan dan ini menjadi tolak ukur kemenangan mereka di Pilgub nanti, karena mereka pasti mengusung calon gubernur,”pungkas dosen pada FISIP Unidar ini.(TAB)

Most Popular

To Top