Tersangka Baru Dari BM – Ambon Ekspres
Pilihan Redaktur

Tersangka Baru Dari BM

AMBON,AE––Kasus pembelian lahan dan gedung kantor Cabang Bank Maluku di Surabaya, bakal menjerat target lain. Pihak internal Bank Maluku diduga bakal menjadi tersangka jilid III yang dijerat tim penyidik Kejaksaan Tinggi Maluku.

Informasi yang berhasil dihimpun koran ini di Kejati Maluku menyebutkan, pihak yang bakal menjadi target atau calon tersangka, sudah tentu berkaitan dengan proses pembelian lahan dan gedung di Surabaya. “Tersangka tambahan itu dari Bank Maluku, “kata sumber koran ini.

Hanya saja calon tersangka ini dijerat dengan kasus dugaan korupsi, bukan TPPU, karena berurusan dengan proses pembelian lahan dan gedung. Selain itu, calon tersangka ini juga diduga mengetahui adanya indikasi mark up yang dilakukan oleh tersangka Idris Rolobessy, Hnetje Toisuta dan Pedro Tentua.

“Yang pasti dia tahu kasus ini. Ini juga mulai terkuak saat penyidik kembangkan kasus TPPU, “beber sumber. Menyinggung soal pihak internal Bank Maluku yang diduga bakal dijerat dalam kasus dimaksud, sumber enggan membeberkan jabatan dan identitasnya. Pasalnya, penyidik masih berupaya untuk memperjelas bukti-bukti yang ada.

BACA JUGA:  Pekan Ini, BAP Remon Disimpulkan

“Tunggu sajalah. lagipula Kasidik juga lagi keluar, jadi nanti kemungkinan akan dievaluasi dulu. Selanjutnya baru ditentukan langkah berikutnya, “ujarnya.

Sumber menjelaskan, dugaan kuat tidak hanya dari internal Bank Maluku. Pasalnya, pasangan suami istri, Rolland dan Mitha Matruty, juga terancam dijerat. Jika akhirnya penyidik dapat membuktikan dugaan bahwa ada unsur kesengajaan antara Rolland maupun Mitha menyembunyikan aset rumah milik bos cv Harves di Amahusu.

“Kalau Pasutri (Rolland-Mitha, red) nanti tergantung pembuktian. Jika dapat dibuktikan ada unsur kesengajaan, maka dugaan kuat mereka juga akan dijerat, “tambah sumber.

Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette masih belum mau berkomentar soal informasi tersebut. Karena menurutnya hal itu bersifat rahasia. “Kalau itu (penambahan tersangka, red) saya belum tahu. Yang pasti kasus ini masih jalan, “singkatnya.

Kasidik Kejati Maluku Ledrik Takandengan tidak berhasil dikonfirmasi karena berada di luar daerah.
Sekadar tahu, kasus dugaan mark up ini pembelian lahan dan gedung Bank Maluku ini berawal ketika Idris Rolobessy menghubungi Hentje Abraham Toisuta dengan maksud mencari lahan dan gedung untuk pembukaan kantor cabang Bank Maluku di Surabaya.

BACA JUGA:  Gerindra: Itu Urusan DPP

Selanjutnya, Hentje bertemu dengan Sunarko, yang tidak lain seorang supir dan penjaga rumah yang menjadi objek pembelian tepatnya jalan Darmo nomor 51. Setelah berkomunikasi, Hentje lalu menyampaikan informasi kepada Rolobessy. Kemudian, Rolobessy mentrasnfer uang ke rekenig Sunarko sebanyak dua kali, masing-masing Rp. 5 Miliar dan R.49 Miliar.

Saat uang tersebut ditransfer, Rolobessy lalu menghubungi Hentje agar segera mengamankan uang tersebut untuk diserahkan kepada sang pemilik gedung. Selanjutnya, Hentje menyerahkan uang Rp.54 Miliar kepada pemilik gedung.

Anehnya lagi, ada cash Back Rp.7,6 Miliar ke rekening Hentje. Uang itu diserahkan secara langsung dari pemilik gedung ke Hentje.

Awalnya, saat pemeriksaan dan kemudian ditahan, Hentje mengakui bahwa uang Rp.7,6 Miliar itu dibagi kepada beberapa pihak. Termasuk Rp. 2 Miliar kepada seseorang yang tidak diketahui di Surabaya. Dalam pemeriksaan lanjutan, Hentje Berubah lagi. Uang Rp.7,6 miliar itu merupakan penjualan tanah miliknya yang berada di Surabaya.
Pengakuan terakhir, Hentje mengungkapkan jika Rp.7,6 Miliar itu diberikan oleh pemilik gedung karena murni bisnis.

BACA JUGA:  HiLo Drawing Competition Digelar di Ambon

Setelah melalui proses penyelidikan dan penyidikan yang panjang, penyidik Kejati Maluku awalnya menetapkan mantan Direktur Utama PT Bank Maluku-Maluku Utara, Idris Rolobessy, dan Kepala Devisi Renstra dan Korsec PT Bank Maluku, POedro Tentua. Keduanya dijadikan tersangka pada 29 Maret 2016.

Berdasarkan hasil pengembangan, penyidik lalu menjerat BOS CV Harves, Hentje Abraham Toisuta sebagai tersangka pada Rabu 20 April 2016. Sampai saat ini, berkas Idris Rolobessy dan Pedro tentua berada di tangan JPU untuk diporses pengadilan. Sementara berkas Hentje Toisuta masih tertahan dan belum dilimpahkan ketahap II. Pasalnya, Toisuta kini jatuh sakit. (AFI)

Most Popular

To Top