Polisi Dalami Keterlibatan Pertamina – Ambon Ekspres
Amboina

Polisi Dalami Keterlibatan Pertamina

AMBON,AE.— Untuk mengungkap teka-teki kejahatan pengoplosan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite, polisi kembali memanggil 6 orang saksi dari pertamina untuk dimintai keterangan. Sampai kemarin, belum ada satupun yang disangkakan bertanggungjawab dalam tindak kejahatan pengoplosan.

Polisi berdalih masih terus melakukan penyelidikan. Kasus ini ditangani Polres Pulau Ambon dan PP Lease. Sejauh ini sudah 11 orang saksi yang dimintai keterangan terkait dugaan pertalite oplosan tersebut. Kejahatan ini terbongkar ketika pihak pertamina menyuplai pertalite sebanyak 15 Ton ke SPBU Kebun Cengkeh, Jumat (23/9).

Beberapa hari sebelumnya terungkap kalau pertalite sengaja disuplai oleh Pertamina ke beberapa SPBU di kota Ambon namun ditolak. “Kita ada lakukan panggil lagi ke pihak Pertamina. Ada enam orang yang nanti kita periksa sebagai saksi. Sudah saya tandatangani surat panggilannya. Agenda pemeriksaan besok (Senin-red),” ungkap Kasat serse Polres Pulau Ambon AKP Baiquni Wibowo, kemarin.

Pemeriksaan terhadap pihak Pertamina, kata Baiquni, karena asal pertalite yang kemudian bermasalah dari Pertamina.” Barangnya kan dari Pertamina, itu yang mau kita lihat lagi nanti,” katanya.

BACA JUGA:  Demo Mahasiswa Kembali Nyaris Bentrok

Ditanya soal saksi ahli yang nantinya juga akan dimintai keterangan terkait pembuktian pertalite oplosan, kata Baiquni,” Belum bisa kita pastikan itu kapan akan kita panggil untuk dimintai keterangan. Intinya sementara ini kita masih fokus ke Pertamina dan SPBU,” bebernya.

Sebelumnya, pihak Pertamina membantah menyalurkan Pertalite oplosan ke SPBU Kebun Cengkeh. Temuan yang mengindikasikan adanya campuran air dalam tangki minyak, merupakan proses kondensasi (penguapan), karena jenis bahan bakar minyak (BBM) tidak bisa dicampurkan atau disatukan dengan air. Keduanya tidak senyawa.

Hal itu samapaikan Kepala Cabang Pertamina Ambon, Tiara Desofi dalam rapat dengan DPRD Kota Ambon, Kamis (29/9). Dia mengaku, sangat tidak mungkin mereka melakukannya, karena Pertamina dan SPBU telah melakukan prosedur penyaluran yang telah ditetapkan.

Apa tanggapan polisi terkait keterangan Pertamina? “Bisa saja penjelasan Pertamina ke DPR seperti itu.DPRD kan bukan lembaga penyidik. Silakan masing-masing dengan presepsinya masing-masing. Penyilidikan kasus ini tetap kita jalankan. Jadi intinya kasus ini masih terus kita sidik,” kata Kapolres Polres Pulau Ambon AKBP Harol Wilson Huwae, Kemarin.(ERM)

Most Popular

To Top