Dua Pelaku Cabul Dibui – Ambon Ekspres
Metro Manise

Dua Pelaku Cabul Dibui

AMBON, AE— Polisi akhirnya menangkap Sibrandus Tuhumuri alias Nyong. Pria ini diketahui sebagai pemuka agama di Desa Tawiri, Kecamatan Teluk Ambon. Dia diamanakan polisi lantaran diduga lakukan pencabulan terhadap anak dibawah umur.

Selain itu, aksi serupa juga terjadi di Lorong Kolonel Pieters, Kecamatan Sirimau, terduga pelaku Hanoch Laurens Pieter. Kedua orang ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan jebloskan ke bui.

Berdasarkan informasi di Polres Ambon, Sibrandus, tua bangka berusia 53 tahun ini melakukan perbuatan bejatnya terhadap seorang bocah berusia 10 tahun. Peristiwa terjadi awal September lalu di dalam kios milik pelaku.

Sebelum pelaku melakukan perbuatanya terhadap korban, bocah itu hendak berbelanja sosis di kios milik pelaku. Setelah korban berada dipondok milik pelaku, disitulah pelaku mencabuli korban.

Pelaku meremas payudara korban. Korban sempat sampaikan agar pelaku tidak melakukan itu terhadap dirinya. Korban berontak sehingga pelaku melepaskan tangan korban. Korban berlari keluar dari keluar kios dan tidak jadi berbelanja.

BACA JUGA:  Siswi SMA Nyaris Diperkosa

Korban tidak langsung memberitahukan kepada orang tuanya. Dia baru memberitahukan perbuatan pelaku itu kepada neneknya, kemarin. Usai mendengar penuturan korban, pihak keluarga langsung mengadukan ke Polsek Teluk Ambon. Perbuatan tidak terpuji itu sempat mengejutkan warga setempat. Tidak sangka pelaku melakukan perbuatannya.

Dari situ mulai terbongkar semuanya. Ternyata sebelumnya pelaku juga pernah melakukan perbuatanya terhadap beberapa orang anak dikawasan tersebut. “Awalnya dilaporkan ke Polsek Teluk Ambon itu sekitar ada 8 laporan. Karena mungkin sudah malam jadi separuhnya pulang. Kalau yang datang ke Polres Ambon ada 3 korban,” kata Kanit PPA Brigpol O Jambormis, Selasa (4/10).

Kasus serupa terjadi di kawasan Lorong Kolonel Pieters. Pelaku bernama Hanoch Laurens Pieter. Dia melakukan pencabulan terhadap seorang bocah berusia 8 tahun. Perbuatan pelaku itu terjadi Jumat (23/9) di rumah pelaku.
Perbuatan pelaku sempat tidak diketahui pihak keluarga.

Perbuatan itu terbongkar setelah korban kembali ke rumah. Korban tidak langsung memberitahukan kepada pihak keluarga. Setelah korban hendak dimandikan ibunya, ditemukan ada tisu didalam anus dan kemaluaan korban. Korban ditanya, dia akhirnya memberitahukan perbuatan bezat pelaku. Korban disetubuhi pelaku. Keluarga yang marah kemudian melaporkan kejadian ini ke polisi.

BACA JUGA:  BPKP Periksa Lahan Surabaya

Pihak kepolisiaan usai mendapat laporan langsung bergegas cepat dan mengamankan pelaku. Setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif pelaku akhirnya mengakui perbuatanya. Selanjutnya dialihkan statusnya sebagai tersangka dan jebloskan ke dalam bui.

”Pelaku mengakui perbuatan yang sudah dia lakukan terhadap korban. Kmudiaan kita tetapkan sebagai tersangka. Sudah kita amankan di rutan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” imbuhnya.

Pelaku dijerat pasal 81 UU Nomor 35 tahun 2014 atau pasal 290 KUPidana. Dikatakan, dua kasus ini sudah dalam penangan. ”Ancaman maksimal untuk tersangka asusila 15 tahun penjara. Kalau untuk kasus di Tawiri nanti kita lihat hasilnya penyeidikan lebih lanjut apakah ada laporan lagi atau karena diduga ada 8 orang korban.

Tiga yang sementara kita mintai keterangan sebagi saksi. Belum ada laporan secara resmi, nanti kita lihat selanjutnya seperti apa perkembangan kasus ini,” pungkas dia.(ERM)

Most Popular

To Top