Kepala Pertamina Cs Diperiksa 4 Jam – Ambon Ekspres
Amboina

Kepala Pertamina Cs Diperiksa 4 Jam

AMBON,AE— Kepala Depot Terminal Pertamina Wayame, Aleksander Bangun, dan empat orang anak buahnya, kemarin akhirnya diperiksa polisi. Pemeriksaan dilakukan secara tertutup. Mereka diberondong dengan puluhan pertanyaan selama kurang lebih 4 jam. Mereka diperiksa terkait pertalite oplosan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Kebun Cengkih.

Sebelumnya sudah 11 orang saksi yang dimintai keterangan terkait dugaan pertalite oplosan ini. Kejahatan ini terbongkar ketika pihak pertamina menyuplai pertalite sebanyak 15 Ton ke SPBU Kebun Cengkeh, Jumat (23/9). Beberapa hari sebelumnya juga terungkap kalau pertalite sengaja disuplai oleh Pertamina ke beberapa SPBU di kota Ambon namun ditolak.

Kemarin, Aleksander Bangun, dan beberapa stafnya tiba di ruangan penyidik Satreskrim Polres Ambon sekitar pukul 10:00. Mereka yang diperiksa dari Pertamina, adalah Hendrik Pelamonia, Jem Pays, Safe’i Lain, dan Hendrikus Naharawarin. Pemeriksaan baru berakhir sekira pukul 14:45.

Aleksander usai menjalani pemeriksaan, berusaha menghindari kejaran wartawan. Namun sempitnya jalan keluar membuat dia tidak bisa menghindar.”Dalam tahap pemeriksaan jadi kita tidak bisa menjelaskan apa-apa lebih jauh. Kita serahkan kepada tim penyidik Polres dulu. Pasti ada kejelasan lah dari mana sebenarnya asalnya,” ungkap Aleksander, kemarin.

Ditanya sumber pertalite oplosan itu dia enggan berkomentar. ”Kami belum bisa pastikan, itu bagian dari kerja penyidik polisi. Mohon dimengerti lah,” katanya.

Aleksander, mengatakan, pihaknya bersedia mengikuti semua proses penyidikan yang dilakukan polisi terkait kasus ini. Dipastikan tidak ada yang ditutupi. ”Pokoknya kita kooperatif aja semua. Ditanya penyidik polres kita jawab. Nanti tentunya penyidik bisa melihat benang merahnya dimana,” jelasnya.

Disinggung sisa lima ton pertalite yang dibuang pihak Pertamina, dia juga menolak berkomentar.Dia berdalih semua bagiaan dari penyelidikan yang dilakukan polisi.” Itu juga bagian dari penyidikan polisi, saya juga jelaskan semuanya ke penyidik,” tutup Aleksander.

Sebelumnya, pihak Pertamina membantah menyalurkan Pertalite oplosan ke SPBU Kebun Cengkeh. Temuan yang mengindikasikan adanya campuran air dalam tangki minyak, pertamina beralibi itu proses kondensasi (penguapan), karena jenis bahan bakar minyak (BBM) tidak bisa dicampurkan atau disatukan dengan air. Keduanya tidak senyawa.

Informasi lain yang diperoleh, dari 5 orang yang dimintai keterangan itu, masing-masing diberondong 30 pertanyaan.” Pemeriksaan belum selesai tadi, kita akan lakukan pemeriksaan lebih lanjut. Jadi, belum bisa kita pastikan hasilnya. Karena tadi bisa dilihat sendiri oleh rekan-rekan mati lampu terus, itu juga menjadi hambatan kita tadi dalam melakukan pemeriksaan,” ungkap salah satu penyidik.

Kasat Reskrim Polres Pulau Ambon, AKP Baiquni wibowo yang dikonfirmasi, mengatakan lima saksi dari Pertamina yang diperiksa masih terkait dengan dugaan pertalite yang dioplos.” Pemeriksaan ini terkait penyaluran aja dulu. Apakah sudah sesuai dengan SOP-nya atau belum, itu yang kita lihat,” jelas Baiquni.(ERM)

Most Popular

To Top