Adu Strategi, PAPARISA Terbuka, PANTAS Diam – Ambon Ekspres
Politik

Adu Strategi, PAPARISA Terbuka, PANTAS Diam

AMBON,AE.—Pasangan bakal calon Walikota dan wakil Walikota Ambon, Richard Louhenapessy-Syarif Hadler lebih mengutamakan tetap muka untuk mendapat dukungan politik pemilih, karena dinilai efektif. Sementara pasangan Paulus Kastanya-Muhammad Armin Syarif Latuconsina, merahasiakan model dan strategi konsolidasi mereka ke masyarakat.

Sekretaris tim pemenangan pasangan Paulus Kasta- nya-Muhammad Armin Syarif Latuconsina (PANTAS), Phill Latumerissa enggan berkomentar terkait model pendekatan calon serta konsolidasi tim.”Karena itu strategi tim pemenangan. Strategi itu rahasia, sehingga kita tidak bisa sampaikan ke publik, ”singkat ketua Partai Gerindra kota Ambon itu.

Sementara Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Bulan Bintang (PBB) Kota Ambon yang juga tim pemenangan pasangan PANTAS, Riduan Hasan dan beberapa anggota tim lainnya yang dihubungi secara terpisah, juga tidak memberikan penjelasan.

Tim Pemenangan pasangan Richard Louhenapessy-Syarif Hadler dengan akronoim PAPARISA BARU, Novan Liem mengaku, tim belum menyusun secara matang model pendekatan dan strategi konsolidasi. Pertemuan–pertemuan antara kandidat dengan masyarakat, lebih banyak terjadi karena permintaan masyarakat sendiri.

“Yang selama ini berlangsung di lapangan, itu masih banyak karena atas permintaan masyarakat. Ketika ada hajatan, masyarakat meminta kedua kandidat untuk hadir. Memang masing-masing kandidat juga turun di basis masing-masing,”ungkap Novan saat dihubungi Ambon Ekspres melalui telepon, Selasa (4/10).

Anggota DPRD kota Ambon asal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu mengatakan, konsolidasi akan dilakukan secara massif setelah penetapan pasangan calon dan nomor urut oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) akhir Oktober nanti.

“Mungkin setelah penetapan calon oleh KPU dan nomor urut, baru secara terstruktur sesuai dengan kondisi di lapangan, tim relawan, tim pemenangan maupun tim komunitas untuk melakukan konsolidasi secara maksimal, ”paparnya.

Dikatakan, pendekatan konsolidasi yang dipakai adalah tatap muka langsung dengan masyarakat di wilayah masing-masing. Sebab menurut dia, model tersebut lebih efektif. “Saya kira pendekatan ke masyarakat yang efektif selama ini adalah pendekatan tatap muka langsung. Tentu ada juga strategi-strategi lainnya yang menjadi rahasia tim,”terang dia.

Dia menambahkan, konsolidasi yang sudah berlangsung selama ini, bukan hanya oleh tim dan partai pengusung. Tapi, juga relawan dan komunitas atas inisiatif sendiri.

“Bukan saja partai-partai pendukung, tapi konsolidasi juga dilakukan oleh relawan-relawan yang terbentuk dengan sendirinya,”akui dia.

Dia menyebutkan, hingga saat ini sudah sekira seribu relawan yang terdata oleh tim. Sementara jumlah komunitas belum terdata. “Karena tim belum melakukan rapat terakhir untuk mengevaluasi, berapa banyak komunitas-komunitas yang terbentuk atas inisiatif masyarakat,”tukasnya.

Tim Pemenangan PAPARISA BARU lainnya, Max Pattiapon mengaku, tim sudah membuat jadwal aktifitas pasangan calon. PAPARISA BARU, kata dia, lebih terbuka dalam melakukan pendekatan ke masyarakat.

“Kami prinsipnya selalu open (terbuka). Kami perbanyak pertemuan dengan rakuat secara langsung. Sebenarnya, kami sudah mencoba menbuat penjadwalan terhadap rencana aktivitas kedua kandidat. Tapi justeru masyarakat yang datang berbondong-bondong ke kandidat. Baik itu di pak Richard maupun pak Syarif,”kata dia. (TAB)

Most Popular

To Top