Tersangka Jilid III Dirahasiakan Jaksa – Ambon Ekspres
Pilihan Redaktur

Tersangka Jilid III Dirahasiakan Jaksa

AMBON,AE––Penyidik Kejaksaan Tinggi Maluku, sampai saat ini masih merahasiakan identitas tersangka Jilid III dalam kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang terkait proyek pembelian lahan dan gedung kantor cabang Bank Maluku di Surabaya.

Hingga kini, publik masih dibuat penasaran dengan siapa yang turut bertanggung jawab dalam proyek yang diduga mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp.7,6 Miliar. Meskipun telah beredar kabar dari internal Kejati Maluku bakal ada penambahan tersangka baru, namun penyidik masih merahasiakan indentitasnya.

Kasidik Kejati Maluku, Ledrik Takandengan ketika dikonfirmasi soal calon tersangka tambahan itu, belum mau berkomentar banyak. Karena pada prinsipnya, kasus yang telah menjerat Idris Rolobessy, Pedro Tentua dan Hentje Abraham Toisuta ini, masih berjalan.

“Kalau itu (calon tersangka tambahan, red) sejauh ini belum ada. Tetapi yang pasti kasusnya masih jalan. Jadi segala kemungkinan pasti ada. Dan ikuti aja perkembangannya, “tegas Takandengan. Menyoal isi percakapan handphone tersangka Hentje, Takandengan mengatakan nantinya akan dibuka dalam persidangan. “Kalau soal hasil uji lab, nantilah di persidangan saja. Disana akan terbuka semuanya, “tukasnya.

Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, juga mengatakan hal yang sama. Namun menurut Sapulette, sampai kemarin dirinya belum mendengar informasi terkait bakal adanya penambahan tersangka baru dalam kasus tersebut. Padahal, sebelumnya beredar informasi jika bakal ada penetapan tersangka Jilid III dalam kasus Bank Maluku.

Pihak yang dijerat, berasal dari internal Bank Maluku. Kendati demikian, siapa dan sejauh mana keterlibatan pihak yang bakal dijerat, masih dirahasiakan penyidik.

Hentje Toisuta Kembali Masuk RS
Sementara itu, usai menjalani proses pelimpahan barang bukti dan tersangka dari penyidik ke JPU atau tahap II, tersangka Hentje Abraham Toisuta Kembali jatuh sakit. Tekanan darah tinggi, membuat Bos CV Harves itu kembali masuk rumah sakit.

“Tadi saya baru ditelepon oleh penasehat hukum Hentje Toisuta kalau tekanan dara kliennya kembali naik. Jadi direncanakan akan dimasukan di rumah sakit GPM, “kata Takandengan. Kata Takandengan, jika nantinya Toisuta dirawat di rumah sakit, otomatis akan dilakukan pembantaran atau masa penahanan selama sakit tidak dihitung.

“Otomatis nanti dilakukan pembantaran lagi, “ujarnya. Pantauan koran ini, selama menjalani proses pelimpahan tahap II, tersangka Hentje terlihat stres. Dari raut wajahnya menunjukan bahwa suami dari Dorlina Supriati Ion itu berada dalam tekanan.

Hal itu dilatarbelakangi dengan sikap JPU yang memindahkan Hentje dari Rutan Polda Maluku ke Rutan Klas IIA Ambon. Alasan pemindahan itu lantaran jaksa tidak ingin tersangka Hentje, Idris dan Pedro secara leluasa berkomunikasi di Rutan Polda Maluku.

Penasehat hukum Hentje yang mengetahui jika kliennya akan dipindahkan dari Rutan Polda ke Rutan Klas IIA Ambon, berupaya untuk mengajukan surat agar kliennya tetap ditahan di Rutan Polda. Hanya saja, upaya itu ditolak jaksa. “Tadi kita sudah berupaya untuk ajukan surat permohonan, namun ditolak. Tetapi itulah kewenangan jaksa, “tandas Latif Lahani yang turut mendampingi Hentje.

Menurut Lahani, jika berada di Rutan Polda, maka tersangka lebih dekat dengan Rumah sakit. Namun di Rutan Waiheru, jarak tempuh dengan Rumah sakit terdekat jauh. hanya saja, pihaknya tidak bisa berbuat banyak, karena itu merupakan wewenang kejaksaan. (AFI)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!