Siswi SMA Nyaris Diperkosa – Ambon Ekspres
Metro Manise

Siswi SMA Nyaris Diperkosa

AMBON, AE— Aksi kekerasan asusila kembali terjadi. Kali ini menimpah seorang siswi SMA. Dia nyaris menjadi korban pemerkosaan. Diduga pelaku bernama Risno Kondowa alias Ino dan bermukim dikawasan Arbes IAIN, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Kasus ini sudah dilaporkan ke polisi dan kini masih dalam penyelidikan.

Informasi di Polres Ambon menyebutkan, aksi pencabulan yang dilakukan pemuda bernama Ino ini terjadi Rabu (5/10) malam sekira pukul 19.00 WIT. Kejadian memilukan yang menimpah ABG berusia 17 tahun itu terjadi di kamar kontrakan milik pelaku di Jalan Amalatu Arbes.

Korban tercatat sebagai salah satu siswi SMA Kelas III di Kabupaten Buru. Di Ambon korban tinggal bersama keluarganya di Desa Poka Wailela, Kecamatan Teluk Ambon. Korban dan pelaku saling kenal.

Paur Subbag Humas Iptu Nikolas Frederick Anakotta dikonfirmasi soal insiden yang menimpah siswa SMA ini membenarkan kejadian tersebut. Dipastikan kasus itu sudah dilaporkan beberapa saat setelah pelaku melakukan aksi bejatnya itu terhadap korban. ”Sudah ada laporan. Dilaporkan Kamis (6/10) sekitar pukul 00.30 WIT,” beber Anakotta, kemarin.

Labih lanjut Anakotta menjelaskan, berdasarkan laporan yang diterima pihaknya, kejadian berawal ketika korban berada di kos-kosan yang ditempatinya bersama beberapa saudaranya. Dia mendapat pesan via SMS dari pelaku untuk mengambil uang yang pelaku pinjam sebelumnya.

Dalam pesan singkatnya, pelaku menyuruh korban untuk menemuinya di IAIN untuk mengembalikan uang yang dipinjam pelaku. Usai menerima pesan dari pelaku, korban kemudian mengajak salah satu adiknya untuk menemui pelaku di Arbes.

Pelaku saat itu sudah menunggu korban di pinggir jalan dikawasan Arbes. Setelah bertemu pelaku, entah apa yang dipikirkan pelaku dia kemudian berdalih bahwa dompetnya ketinggalan di dalam kamar kosnya. Dengan akal bulusnya, dia kemudian mengajak korban bersama ke kamar untuk mengambil uang pinjaman yang hendak dikembalikan. Karena jalan menanjak adik korban tidak ikut. Dia menunggu dipinggir jalan karena kondisinya yang baru sembuh dari sakit.

Setelah tiba di kamar pelaku, pelaku sempat sampaikan ke korban bahwa dompet didalam kamar. Setelah mengikuti pelaku masuk ke dalam kamar, korban tidak menyangka pelaku akan melakukan perbuatan bejatnya itu terhadap korban. Disitulah korban dicabuli pemudah bejat itu. ”Jadi setelah korban berada didalam kamar. Pelaku langsung mengunci kamar dan mendorong korban sampai korban terbaring, korban dipeluk secara paksa. Disitulah pelaku mencabuli korban,” jelas Anakotta.

Lebih lanjut disampaikan, kekerasan menimpa korban. Pelaku tidak sampai menyetubuhi korban. Pasalnya korban memberontak dan mengambil sebuah gunting mengancam pelaku. Disitulah korban berhasil lolos dari aksi bejat yang dilakukan pelaku terhadap dirinya. ”Korban memberontak sehingga berhasil melarikan diri dari dalam kamar pelaku,” katanya.

Tidak terima dengan perbuatan pelaku, korban kemudian bersama keluarga mendatangi kantor polisi guna mengadukan perbuatan yang sudah dilakukan pelaku terhadap dirinya itu. Kasus ini sudah dalam penanganan di unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Ambon. ”Kasus sudah dalam penanganan PPA.

Pelaku belum diamankan untuk dimintai keterangan. Baru keterangan korban. Nanti kita lihat perkembangan kasus ini seperti apa. Kalau memang terbukti pelaku akan ditindak tegas sesuai unsur pidana yang dilakukan pelaku,” tegas Anakotta.

Bila terbukti, lanjut dia, pelaku akan ditindak sesuai UU Nomor 35 tahun 2014 pasal 82, secara hukum mengantur tentang Perlindungan Terhadap Anak.(ERM)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!