2 Tersangka Poltek Dibui – Ambon Ekspres
Pilihan Redaktur

2 Tersangka Poltek Dibui

AMBON,AE––Dua tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan lahan Poltek Ambon, masing-masing Miegsjeglorie V Putuhena dan Ferdinand Sekerony, dijebloskan ke penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Maluku. Keduanya dijebloskan ke penjara setelah melalui proses pelimpahan tersangka dan barang bukti dari penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku kepada jPU atau tahap II.

Pantauan koran ini, proses pelimpahan tahap II dengan dua tersangka ini berlangsung di kantor Kejari Ambon sekitar pukul 13.00. Saat menjalani proses tahap II, Sekerony dan Putuhena didampingi penasehat hukum Firel Sahetapy cs.

Kedua tersangka yang merupakan mantan Direktur dan Direktur Politeknik Negeri Ambon itu terlihat sedih. Lantaran JPU memutuskan untuk menahan kedua tersangka itu di Rutan Klas IIA Ambon. Selama ini, kedua tersangka tidak ditahan oleh penyidik. Keduanya hanya dijadikan tahanan kota dan wajib lapor.

Sekira pukul 15.47, kedua tersangka digiring oleh Jaksa menuju mobil tahanan operasional Kejati Maluku bernomor polisi DE 1670 AM. Dikawal JPU Rolly Manampiring cs, Sekerony dan Putuhena akhirnya dibawa menuju Rutan.

BACA JUGA:  Nanlohy Cuekin Panggilan Jaksa

Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette mengatakan, penahanan terhadap dua tersangka merupakan wewenang dari JPU. Olehnya itu, setelah ditahap II kan, JPU bakal menyusun dakwaan milik dua tersangka untuk selanjutnya diproses hingga ke Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Ambon.

“Setelah tahap II, maka tanggungjawab sudah ditangan JPU. Selanjutkan akan diproses hingga ke Pengadilan, “pungkas Sapulette.

Sekedar tahu, Plt Direktur Poltek Negeri Ambon, Ferdinand Sekerony ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan lahan tahun 2010. Pasalnya, dalam proses pengadaan lahan seluas 2.600 meter persegi tersebut, dianggarkan Rp.455.000.000.

Hanya saja dalam proses tersebut diduga terjadi indikasi Mark up. Karena berdasarkan audit BPKP Maluku, ditemukan kerugian negara sebesar Rp.150 juta lebih.

Di tahun 2012 giliran Direktur Poltek Negeri Ambon, Miegsjeglorie V Putuhena dijadikan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lahan tahun 2012, seluas 10.000 meter persegi. Pasalnya, anggaran yang dikucurkan untuk merealisasi proyek itu senilai Rp.1.750.000.000 itu, BPKP menemukan kerugian negara sebesar Rp. 707. 324.181. Sehingga, total kerugian negara yang ditemukan oleh BPKP senilai Rp.857.990. 000. (AFI)

Most Popular

To Top