Sampel Oplosan Akan Diperiksa di Makassar – Ambon Ekspres
Amboina

Sampel Oplosan Akan Diperiksa di Makassar

AMBON, AE.—Polisi masih terus menyelidiki kasus Pertalite diduga dioplosan yang disalurkan pihak Pertamina ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kebun Cengkeh. Dan direncanakan pemeriksaan sampel akan dilakukan di Laboratorium Forensik Mabes Polri di Makassar.

Dipilihnya Labfor Makassar lantaran memiliki kapasitas untuk mengurai bahan bakar tersebut. “Dalam waktu dekat, kami akan mengirim sampel pertalite yang sudah kita ambil sebagai barang bukti untuk kirim ke Labfor Makassar selanjutnya untuk diteliti,” kata KBO Satreskrim Ipda Semy J Leimena kepada wartawan, kemarin.

Dikatakan, proses penyelidikan yang dilakukan sejauh ini secara kasat mata memang ada perubahan warna Pertalite. Tapi untuk memastikan tercampur air perlu pembuktian ahli. “Memang yang kita lihat ada perubahan warna. Tapi harus kita buktikan melalui labfor. Makanya kita akan kirim sampel ke Labfor Makassar,” jelasnya.

Kasus ini, kata dia, masih terus didalami polisi. Polisi membidik kasus ini dengan UU Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi guna mencari tahu terjadinya pencampuran Pertalite dan air. Kasus pertalite oplosan terungkap pada Jumat (23/9) pagi di SPBU Kebun Cengkih.

Sebanyak 10 kendaraan, mesinnya tak bisa hidup lagi setelah mengisi pertalite dari SPBU Kebun Cengkih. Mereka lapor, lalu polisi menyelidiki kasus ini.

Bidikan penyelidikan sudah tidak lagi ke undang-undang perlindungan konsumen. Namun, sudah mengarah ke ke UU Migas karena korban tidak ada yang komplain lagi termasuk SPBU. Pertamina juga sudah lakukan ganti rugi. Sehingga sasaranya lebih mengarah untuk melihat kelalaian.

Untuk itu, diselediki melalui Standar Operasi Prosedur Pertamina dalam melakukan distribusi. Sehingga polisi bisa pastikan kenapa pertalite bisa tercampur dan letak kesalahannya.

Polisi masih mengkaji hasil pemeriksaan lima orang dari Depot Pertamina Wayame yang sudah menjalani pemeriksaan polisi selama dua hari. Kelima orang itu, masing-masing Kepala Depot Pertamina Aleksander Bangun dan empat anak buahnya, Hendrik Pelamonia, Jem Pays, Safe’i Lain dan Hendrikus Naharawarin. (ERM)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!