Cap Darah Pemprov Tak Gentar – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Cap Darah Pemprov Tak Gentar

AMBON,AE.–– Pemerintah Provinsi Maluku tidak takut dengan ancaman maupun rencana aksi protes dari warga Romang, Maluku Barat Daya yang menolak pertambangan emas dengan tanda tangan dan cap darah. Bagi pemerintah, apa yang dilakukan masyarakat sebagai bentuk penyampaikan aspirasi.

Ancaman cap darah direncanakan akan dibuktikan saat Gubernur Maluku Said Assagaff, bersama rombongan tiba di pulau Romang. Pemerintah tidak ingin menanggapi serius ancaman warga yang dimotori oleh koalisi Save Romang di MBD nantinya.

Kepala Bagian Humas Pemerintah Provinsi Maluku Boby Kin Palapia mengatakan, aksi yang disertai dengan ancaman cap darah itu merupakan bagian dari bentuk penyampaian aspirasi kepada pemerintah. Pemerintah hanya akan mengkomodir aspirasi masyarakat yang mempunyai dasar kebenaran.

“Aksi apapapun itu bagian dari bentuk penyampaian aspirasi. Hanya saat ini pemerintah akan mengakomodir setiap permintaan dari masyarakat sepanjang permintaan itu mempunyai dasar yang kuat sehingga ketika dihubungkan dengan kondisi di lapangan itu cocok,”kata dia, kepada Ambon Ekspres di halaman kantor Gubernur Maluku, Rabu sore kemarin.

Pemerintah, kata dia, jugabelum bisa memastikan perjuangan yang dilakukan oleh sekelompok orang tersebut, murni aspirasi dan kemauan dari masyarakat yang ada di pulau Romang sendiri. Pasalnya di Romang masih terdapat pro dan kontra ditengah masyarakat.

“Belum bisa dikatakan perjuangan itu murni aspirasi masyarakat. Ada lembaga yang dapat memutuskan benar dan tidaknya perjuangan masyarakat. Sekarang kita kasih masuk dan menyatakan seperti ini, tetapi kenyataan dilapangan kan beda. Apalagi ada perbedaan. Dan tidak juga mengatakan kelompok ini benar atau salah. kita harus uji lagi,”tuturnya.

Dia mencontohkan, PT Gemala Borneo Utama yang diduga telah beberapa kali membawa material dengan mengunakan jalur laut, hingga udara dan selalu ditahan oleh pihak terkait, tetapi pada kenyataannya dilepas karena tidak bermasalah.

“Yang terakhir ketika perusahaan bawa sampel dan ditangkap di Kupang, tapi kenyataannya, ijinnya lengkap semuanya ada. Nah pemerintah pasti mendukung apabila data-data tadi setelah dikroscek semuanya benar. Selama ini kan juga tidak pernah ada,” tegasnya.

Seperti diberitakan Ambon Ekspres, Selasa (11/10), Ketua Koalisi Save Romang, Collin Lippuy mengatakan, pihaknya telah mengonsolidasikan masyarakat Pulau Romang yang kontra penambangan emas. Bukan hanya Desa Hila yang merupakan lokasi penambangan emas oleh PT. GBU saat ini, konsolidasi juga melibatkan warga desa Jerusu dan Solat.

Konsolidasi ini dilakukan setelah pihaknya mendapat informasi bahwa Gubernur akan berkunjung ke Romang untuk meresmikan proyek Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Gemala Borneo Utama kepada warga setempat. Selain itu, juga karena ada rencana pengangkatan gubernur sebagai anak adat Pulau Romang.

“Pada saatnya nanti, jika gubernur sampai di sana, masyarakat akan menusuk tangan mereka dengan jarum lalu dioleskan di atas kerta putih. Dan ini akan dilakukan secara massif. Perempuan dan laki-laki akan membubuhi tanda tangan dan cap darah sebagai bentuk akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap pemda, dalam hal ini gubernur,”tandasnya.

Boby menambahkan Gubernur Maluku Said Assagaff bersama seluruh pimpinan SKPD, berada di Maluku Barat Daya, untuk melakukan rapat koordinasi, sekaligus meresmikan sejumlah rumah ibadah.

“Pak gubernur bersama pimpinan SKPD itu melakukan rakor, sekaligus menyerap aspirasi dari masyarakat MBD sendiri, terlebih soal sarana perhubungan dan kesehatan. Nah kesempatan ini juga beliau akan mengunjungi Romang,” kunci anak dari mantan Kepala kejaksaan Negeri Ambon ini.(AHA)

Most Popular

To Top