Jaksa Siapkan Kejutan Buat Nanlohy – Ambon Ekspres
Pilihan Redaktur

Jaksa Siapkan Kejutan Buat Nanlohy

AMBON,AE.–– Hampir satu bulan lebih kasus Gunung Botak dan transaksi Reverse Repo tidak terdengar kabar. Kini, Jaksa kembali bergerak menggarapnya. Agenda panggilannya sementara kembali disusun tim penyelidik Kejaksaan Tinggi Maluku.

Jadwalnya, pemeriksaan terkait kasus Gunung Botak, masih tertutup. Sementara Repo, Pihak yang akan dipanggil jaksa, masih dalam internal PT. Bank Maluku-Malut. Nama Jack Stuard Manuhuttu, masuk dalam daftar panggilan tim penyelidik.

Ini bukan merupakan panggilan pertama kepada Manuhuttu dalam kasus transaksi Reverse Repo. Pasalnya, Manuhuttu yang menjabat sebagai Kepala Devisi Renstra dan Korsec PT. Bank Maluku-Malut itu sudah beberapa kali diinterogasi oleh kejaksaan.

Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette mengatakan, pekan depan, Jack Stuard Manuhuttu serta pihak-pihak internal PT Bank Maluku bakal dipanggil untuk dimintai keterangan.

“Pekan depan penyelidikan kasus Transaksi Reverse Repo lanjut lagi. Nanti pihak-pihak yang dipanggil itu, masih dari internal Bank Maluku, termasuk Jack S Manuhuttu, “terang Sapulette.

Juru bicara Kejati Maluku itu memastikan, tidak hanya kasus transaksi Reverse Repo, tetapi kasus Gunung Botak juga berjalan. Namun agenda pemeriksaan terhadap dua kasus itu akan dipisahkan.

“Kan kalau penyelidikan Repo dan Gunung Botak berlangsung, pemeriksaannya tidak dalam satu hari. Karena timnya sama. Sehingga ganti-ganti. Yang pasti pekan depan sudah lanjut jadi ikuti saja, “jelas Sapulette.

Menyoal panggilan terhadap Kadis ESDM, Martha Nanlohy dalam kasus Gunung Botak, Sapulette belum dapat memastikannya. Hanya saja, mantan Kasidik Kejati Maluku itu memastikan tidak ada tebang pilh dalam penyelidikan Repo dan Gunung Botak.

Siapapun, kata dia, yang diduga berkaitan erat dengan kasus itu, lanjut Sapulette, akan dipanggil untuk dimintai keterangan. “Termasuk Kadis ESDM Maluku, Martha Nanlohy. Dan tidak ada tebang pilih atau intervensi apapun, “tegas Sapulette.

Informasi yang berhasil dihimpun koran ini di Kejati Maluku, dalam kasus Gunung Botak, direncanakan akan dipisahkan atau displit dalam dua sprint. Yakni terkait PT.CCP dan PT.BPS.

“Diduga ada terjadi masalah yang melibatkan dua perusahaan yang beroperasi di Gunung Botak terkait pengangkatan sedimen, “jelas sumber.

Untuk PT. BPS terkait Gratifikasi, kata sumber, jaksa sudah mempersiapkan berbagai pertanyaan yang nantinya bakal membuat Nanlohy kesulitan ketika orang nomor satu di Dinas ESDM itu diperiksa. Pasalnya, penyelidik mempunyai strategi penyelidikan untuk mengetahui keabsahan penyetoran PT.BPS ke rekening pribadi Martha Nanlohy itu.

“Nanti tunggu tanggal mainnya saja ketika Nanlohy dimintai keterangan. Pasti menarik itu, “ujar sumber. Sehingga, kemungkinan besar, pekan depan, lanjut sumber, Martha Nanlohy juga bakal dipanggil. Namun kepastian harinya, sumber belum mengetahuinya.

“Kalau waktunya saya kurang tahu, karena nanti penyelidik yang tentukan. Tetapi kemungkinan pekan depan Nanlohy juga dipanggil, “tutupnya. (AFI)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!