Wenno Dituding Membelot, Golkar Cuek – Ambon Ekspres
Politik

Wenno Dituding Membelot, Golkar Cuek

AMBON,AE.—Yance Wenno kembali diberi posisi sebagai salah satu wakil ketua dalam kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar periode 2016-2020. Namun, Golkar tidak segan melepas Wenno, apabila tidak tertib memenangkan Richard Louhenapessy-Syarif Hadler.

Yance Wenno merupakan mantan ketua DPD Partai Golkar kota Ambon, saat Golkar Maluku dipimpin Zeth Sahuburua. Pada saat Golkar dilanda konflik internal, Wenno tetap berada di kubu mantan ketua umum Golkar, Aburizal Bakrie. Bahkan, ia mengikuti Musyawarah Nasional (Munas) di Bali 2015 lalu.

Namun, ketika kubu Agung Laksono menggelar Munas, Wenno juga hadir di sana. Dari situ, posisi Wenno sebagai ketua DPD kota Ambon mulai goyah. Akhirnya, Wenno digantikan oleh Richard Louhenapessy, sebagai pelaksana tugas (Plt) DPD Golkar Ambon.

Sebelum melaksanakan tugasnya sebagai Plt, yaitu menggelar Musyawarah Daerah (DPD) Golkar Ambon, Richard yang saat itu masih menjabat Walikota Ambon, ‘diserang’ oleh Wenno Cs. Ini bermula dari aksi protes sekira 20 kader Golkar kota Ambon dibawah kepemimpinan Plt, Rabu, 20 April 2016.

Kedatangan mereka untuk mempertanyakan penundaan dan kepastian pelaksaan Musda DPD Golkar Ambon kepada Sahuburua dan pengurus DPD Golkar Maluku lainnya. Bahkan, menuntut Zeth Sahuburua mundur dari Ketua DPD Golkar Maluku. Namun, hari itu tidak ada satu pun pengurus di kantor Golkar Maluku, Karang Panjang.

BACA JUGA:  HP Toisuta Dibongkar di Laboratorium Forensik

Setelah 10 menit tidak ada respon dari pengurus DPD I Golkar Maluku, mereka langsung turun ke lantai 1 dengan wajah kecewa. Karena dipengaruhi emosi, seseorang diantara mereka mengangkat, lalu membanding satu kursi kayu hingga patah. Ada juga mendorong pintu sekretariat dengan keras.

Keesokan harinya, Kamis 21 April 2016, kubu yang tidak searah dengan Richard Louhenapessy, mengatur strategi untuk membela DPD Golkar Maluku. Akhhirnya, mereka aksi unjuk rasa pun dilakukan oleh pengurus Golkar, Jumat (22/4/2016). Yance Wenno memimpin aksi itu.

Selain mengutuk keras pengrusakan fasilitas sekretariat DPD Golkar Maluku, mereka juga meminta agar Sahuburua memecat Richard Louhenapessy dari jabatannya sebagai Plt DPD Golkar Maluku. Karena dinilai bertanggung jawab atas pengrusakan fasilitas sekretariat Golkar Maluku. Selain itu, karena masa tugas Plt sudah selesai.

Tapi, tuntutan Wenno Cs tidak ditindaklanjuti oleh Sahuburua. Richard Louhenapessy tetap menjabat Plt. Ia pun menggelar Musda DPD Golkar Ambon, Selasa (10/4/2016). Dan terpilih secara aklamasi. Zeth Sahuburua, Ketua DPD Golkar Maluku kala itu hadir dan membuka Musda.

Kini, setelah konflik Golkar secara nasional diselesaikan dan terpilih ketua umum baru, Setya Novanto, Golkar mulai melakukan konsolidasi struktur. Di Maluku, diawali dengan Musda DPD Golkar Maluku, Senin (29/82016). Said Assagaff terpilih secara aklamasi sebagai ketua.

Assagaff ingin menyudahi konflik Golkar Maluku. Ini terbukti lewat Keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar nomor:KEP-161/DPP/GOLKAR/IX/2019 Tentang pengesahan komposisi dan personalia DPP Partai Golkar provinsi Maluku masa bakti 2016-2020.

BACA JUGA:  Masalah GBU DIBAWA KE KPK

Dari total 111 orang pengurus, tercantum nama Yance Wenno sebagai salah satu wakil ketua DPD. Sejumlah kader yang awalnya menentang, juga diakomodir. Mereka akan dilantik pada 18 Oktober. Tapi apakah Wenno Cs tidak lagi membelot?

Sekretaris DPD Partai Provinsi Maluku, Roland Tahapary mengaku, Yance Wenno telah diundang untuk sebagai fungsionaris untuk dilantik. “Sudah masuk pengurus itu. Kalau dia fungsionaris, pasti dia diundang. Hanya mau aktif atau tidak,”kata Tahapary saat dihubungi Ambon Ekspres via seluler, Rabu (12/10).

Disinggung soal komitmen Wenno Cs, Tahapary menganggap tidak penting lagi untuk dibahas.”Saya maksud begini, orang-orang begitu jangan terlalu dijadikan fokus lagilah. Ini barang (konflik) sudah lewat. Kalian harus bantu kita untuk fokus dengan program ke depan. Jangan kita permasalahkan manusia-manusia lagi,”ungkap dia.

Tahapary juga tidak menanggapi pertanyaan soal langkah akan diambil oleh partai, bila Wenno Cs tidak menghadiri pelantikan dan dikukuhkan sebagai pengurus.

“Tidak ada urusan. Saya tidak mau masuk ke ranah itu lagi. Karena menurut saya, semua sudah selesai. Sudah masuk di pengurus, ya mari kita kerja,”pungkasnya.

Wakil Sekretaris DPD Partai Golkar Maluku Bidang Politik, Max Hehanussa mengatakan, dualisme Golkar sudah diselesaikan. Karena itu, kader-kader yang berseberang perlu dirangkul.

BACA JUGA:  Bisnis Haram Batu Cinnabar

“Masalah Golkar ini kan sudah diselesaikan di pusat. Berarti semua itu harus diakomodir. Karena Golkar ini bukan milik siapa-siapa. Tapi milik bersama. Kepemimpinan pak Said Assagaff ini merangkul semua komponen Golkar yang ada,”kata Max.

Olehnya karena itu, semua pengurus harus menaati instruksi dari partai. Termasuk terhadap keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dalam bentuk rekomendasi kepada pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah pada lima kabupaten/kota di Maluku.

Dia menambahkan, ada aturan dan mekanisme partai mengenai kader dan pemgurus yang membelot dari perintah partai. Karena itu, bagi yang membelot, tetap akan ditindak.

“Persoalan membelot dan tidaknya, itu kan ada mekanisme dan aturan partai. Sesuai dengan aturan DPP, ketahuan siapa yang membelot, itu resiko. Tapi kalau setelah pelantikan dan SK sudah diterima, dan pimpinan sudah memberikan tugas, maka semua harus taat,”tandas mantan pengurus DPD Partai Golkar kota Ambon iut.

Yance Wenno yang dikonfirmasi terkait kepastian kehadirannya pada pelantikan nanti, belum memberikan jawaban. Sementara itu, kesiapan pelantikan pengurus DPD Golkar Maluku periode 2016-2020 sudah mencapai 80 persen.
“Kesiapan kita sudah 80 persen. Ketua umum akan melantik. Nanti diadakan konferensi pers dengan ketua umum memberikan penjelasan mengenai Golkar ke depan,”akui Tahapary.(TAB)

Most Popular

To Top