Hantam Alat Berat, Amiludin Tewas – Ambon Ekspres
Amboina

Hantam Alat Berat, Amiludin Tewas

AMBON,AE.—Jalan Jenderal Sudirman, Depan Mako Brimob, Tantui, menjadi titik rawan kecelakaan. Berulangkali tabrakan beruntun terjadi. Korban tewas, juga luka kritis. Kemarin, Amiludin Silembona (20) tewas setelah melabrak alat berat yang terparkir di pinggir jalan itu.

Amiludin tak sendiri. Dia membonceng Evin (16). Evin lebih beruntung. Dia selamat, tapi kondisi luka-lukanya parah, menyebabkan remaja ini kritis dan dirawat di RSUD dr.Haulussy. Keduanya merupakan warga Aster, Kecamatan Sirimau. Insiden berdarah itu terjadi, Jumat (14/10) dini hari sekiatar pukul 00:45.

Korban mengendarai kendaraan dalam kondisi normal. Dia tak dibawah pengaruh minuman keras (miras). Keduanya mengendarai sepada motor Yamaha Mio Sport bernomor polisi DE 5683 LC. Sebelum insiden, jalan cukup sepih dari kendaraan yang berlalulang.

Keduanya melaju dari arah Stasiun Pengisiaan Bahan Bakar Umum (SPBU) Kebun Cengkih dengan kecepatan tinggi. Saat tikungan menuju Mako Brimob, korban tidak dapat mengendalikan laju kendaraan. Di tikungan itu terpakir alat berat stomwatch yang sedang diparkir usai pembangunan jalan kemarin.

BACA JUGA:  2 Pasangan Kawal Data Pemilih

Pengendara dan boncengan terpental dan membentur alat berat. Anggota Brimob dan juga warga yang saat itu berada di lokasi kejadiaan langsung mengevakuasi kedua korban dan dilarikan ke rumah sakit.

Akibat hantaman itu, kedua korban menderita sejumlah luka dibeberapa bagian badan termasuk kepala. Kedua korban dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangakara Polda Maluku untuk perawatan medis. Namun akibat pendarahan hebat, Amiludin akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.

”Luka dialami cukup parah, terutama dibagiaan kepala karena benturan cukup keras sehingga pengendara (Amiludin-red) meninggal dunia sekiatar jam 01:00 .Sedangkan boncengannya kritis,”ungkap kasat Lantas Polres Ambon AKP Kaisar Reman Sambo,kemarin.

Setelah sempat dirawat di RS Bhayangkara,Evin yang diboncengi Amiludin dirujuk kembali ke RSUD untuk mendapat penangan medis lanjutan. Korban hingga kini masih terbaring dengan kondisi lemas di RS. ”Kondisinya masih kritis,” imbuhnya.(ERM)

Most Popular

To Top