Jaksa Usut Dana Bencana Ambalauw – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Jaksa Usut Dana Bencana Ambalauw

AMBON,AE––Kejaksaan Negeri Namlea, tengah menyelidiki penyalahgunaan dana bantuan bencana alam gempa bumi di Kecamatan Ambalauw, Kabupaten Buru Selatan tahun anggaran 2016. Dana ini dialokasikan sebesar Rp6 miliar.

Berdasarkan data koran ini, akibat gempa bumi yang melanda Kecamatan Ambalauw beberapa waktu lalu, ratusan rumah warga rusak. Dari bencana tersebut, pemerintah provinsi akhirnya mengucurkan anggaran yang diperuntukan bagi korban bencana. Dana sebesar Rp.6 Miliar pun dikucurkan.

Masyarakat yang menjadi korban bencana, didaftarkan untuk menerima bantuan. Setidaknya, korban bencana mendapatkan bantuan uang tunai Rp.10 juta. Kendati demikian, ternyata sejumlah masyarakat Ambalauw diduga tidak menerima dana bantuan itu.

Berdasarkan informasi yang diperoleh koran ini dilingkup kejaksaan, selain ada warga yang tidak menerima bantuan, ada juga warga korban bencana yang dananya dipotong hingga jutaan rupiah. Sumber koran ini memaparkan, dalam menyalurkan bantuan digunakan pihak ketiga. Sayangnya, sebagian besar pengungsi tidak mendapat bantuan.

“Jadi penyaluran bantuan kepada masyarakat korban bencana, itu menggunakan pihak ketiga alias kontraktor, “ungkap sumber koran ini. Padahal, lanjut sumber, dana tersebut seharusnya diserahkan langsung oleh pihak Pemkab Bursel atau dinas terkait. Sehingga, penyalurannya tepat sasaran dan merata bagi masyarakat yang membutuhkan.

BACA JUGA:  Dulu Dicibir, Kini Banyak yang Mengikuti Pilihannya

“Itu dananya harus diserahkan langsung. Dan tidak boleh pakai pihak ketiga. Karena itu kan urgent, ” terang sumber. Alhasil, masyarakat yang seharusnya menerima dana bantuan sebesar Rp.10 juta, namun dipotong sehingga hanya menerima Rp.5 juta sampai Rp8 juta.

“Tidak hanya uang tunai yang dipotong. Tapi bantuan berupa semen 10 sak juga dipotong. Jadi masyakarat cuma terima semen 5 sak aja, “akui sumber.

Sejauh ini, lanjutnya, Kejari Namlea telah melakukan pemeriksaan atau memintai keterangan sejumlah saksi sejak Kamis 12 Oktober, termasuk kepala Badan Penggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bursel, PPK dan bendahara BPBD setempat. “Kalau namanya saya kurang tahu. Tim penyelidik yang lebih tahu, “tandas sumber.

Kasi Intel Kejari Namlea, Dewa Mandala ketika dikonfirmasi, membenarkan adanya penyelidikan kasus tersebut. Hanya saja, Mandala enggan berkomentar soal nama-nama yang dimintai keterangan, dengan alasan kasus tersebut masih dalam penyelidikan.

“Kasusnya masih dalam penyelidikan. Tetapi memang kedepannya kami akan panggil sejumlah pihak terkait untuk dimintai keterangan, mengumpulkan data-data guna penyelidikan kasus tersebut lebih lanjut, “pungkasnya.(AFI)

Most Popular

To Top