Nilai Jual Tagline Politik – Ambon Ekspres
Politik

Nilai Jual Tagline Politik

AMBON,AE.—Tak hanya perang ide, dan program, di Pemilihan Walikota-Wakil Walikota Ambon,  perang tagline pun terjadi. Enak diucapkan, enak didengar, akan terus diingat masyarakat. Hanya saja tagline dinilai bukan hanya sebatas semboyan atau kata kunci kemenangan, tapi juga menjadi identitas untuk dikenal pemilih.

Tagline adalah rangkaian kalimat pendek yang dipakai untuk mengaso- siasikan sebuah brand (merek). Saat ini, tagline dijadikan sebagai simbol setiap pasangan calon, agar mempermudah masyarakat mengenali setiap pasangan calon pemimpinnya.

Pasangan calon Paulus Kastanya dan Muhammad Armyn Syarif Latuconsina (PANTAS) punya taglinenya ‘Bisa Biking Labe’. Begitupun pasangan calon Richard Louhenapessy dan Syarif Hadler (PAPARISSA BARU) tampil dengan taglinenya ‘Taruuusss Benahi Ambon’.

Sejumlah pengamat menilai, tagline yang digunakan oleh pasangan calon tentu memiliki nilai jual tersendiri sebagai alat komunikasi politik. Akan tetapi jangan hanya dijadikan sebagai semboyan semata. Tetapi harus didongkrak lewat program dan visi misi serta pendekatan tatap muka atau face to face.

Pengamat Politik Universitas Darussalam, Muh Alfa Sikar mengatakan, tagline yang digunakan pasangan calon bisa menjadi salah satu senjata untuk menarik simpatik masyarakat. Namun tergantung capaian dari pada visi misi sebagai sumber tagline dari masing-masing kandidat.

“Jika masing-masing kandidat memiliki tagline, maka harus bisa menarik simpatik masyarakat. Jangan hanya sebatas tagline tapi bagaimana melihat visi misinya untuk digunakan dalam merangkul sebuah pekerjaan nantinya. Dan jangan sebatas semboyan,” terang Alfa, ketika dikonfirmasi Amboon Ekspres, Jumat (14/10).

Menurutnya, tagline yang memiliki visi misi secara ilmiah dan masuk akal, itulah yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi karena untuk mencapai tujuan harus lebih melihat bagaimana menciptakan program sesuai tagline sendiri. Ketika masyarakat merasa tersentuh, tanggapan positif akan diterima kandidat.

BACA JUGA:  Tutup Mulut, Hukuman Berat Menanti

“Perlu berbagai terobosan juga untuk melengkapi tagline serta program kerja. Jangan sampai warga merasa tagline tersebut dengan program itu-itu saja. Butuh pendekatan yang lebih menyentuh langsung ke masyarakat. Sehingga dari tagline itu bisa direalisasikan terhadap program untuk dijadikan sebagai nilai jual dalam proses pilkada,” tutur Alfa.

Pengamat Komunikasi Politik Univesitas Pattimura Ambon, Said Lestaluhu menjelaskan, tagline yang digunakan setiap masing-masing pasangan calon memilki nilai jual. Dimana setiap kalimat punya makna dalam prespektif komunikasi politik. Yakni pesan yang dibuat singkat tetapi memiliki makna yang padat. Seperti pasangan PANTAS dan PAPARISSA dengan tagline masing-masing ‘Bisa Biking Labe’ dan ‘Tarus Benahi Ambon’.

“Masing-masing tagline ini menunjukan apa yang selama ini sudah dilakukan pemerintah sebelumnya. Seperti PANTAS itu Bisa Biking Labe, mereka (Poly-Sam) ingin menunjukan bahwa mereka bisa berbuat lebih dari apa yang dilakukan sebelumnya.

Menariknya dilakukan dengan dialek Ambon. Begitupun dengan PAPARISSA BARU yakni ‘Tarus Benahi Ambon’ yang mana ingin menunjukan untuk melanjutkan apa yang belum terselesaikan. Sehingga akan lebih mudah diterima oleh semua lapisan masyarakat,” papar Lestaluhu.

Diakuinya, masing-masing tagline memiliki artikulasi yang lebih luas lewat program-program yang lebih nyata dan dapat diukur oleh masyarakat. Hanya saja tagline, lanjut Lestaluhu, tidak cukup untuk dijadikan sebagai salah satu alat untuk lakukan pendekatan ke masyarakat karena harus diwujudnyatakan dengan program konkrit yang bisa menjawab kebutuhan masyarakat nantinya.

“Tagline bukan kunci untuk memenangkan Pilkada, karena itu hanya sebatas mengingatkan masyarakat terhadap figur dan popularitas yang dicalonkan lewat tagline itu. Tapi soal tingkat pemilih itu tergantung bagaimana mereka menggunakan pendekatan saling tatap muka di lapangan. Kandidat harus lebih fokus terhadap pemilih di tingkat bawah,” sarannya.

BACA JUGA:  Giliran TPPU Rolobessy Dikejar

Wakil Ketua Tim Pemenangan PAPARISSA BARU, Max Pattiapon menjelaskan, tagline dari ‘Tarus Benahi Ambon’ untuk melanjutkan pencapaian yang sebelumnya sudah dilakukan. Dimana Richard Louhenapessy pernah memimpin Kota Ambon pada periode 2011-2016, segala yang menyangkut penataan Kota Ambon yang belum selesai, akan kembali dilanjutkan jika nantinya terpilih kembali.

“Hal-hal yang sifatnya mendasar itu akan dilanjutkan oleh Richard-Syarif nanti dalam tagline ‘Tarus Benahi Ambon’. Karena untuk menata kota ini, butuh biaya yang lebih banyak serta partisipasi seluruh masyarakat kota Ambon. Karena kota Ambon terbatas financial. Dan harus bertahap untuk menata kota ini,” terang Pattiapon.

Ketua Fraksi Golkar kota Ambon ini menilai, kota Ambon nantinya akan dibenahi dari segala sisi mulai dati tingkat RT/RW hingga masuk dalam kota. Bahkan yang terpenting adalah memberikan rasa aman dan damai bagi seluruh masyarakat yang tinggal di kota Ambon.

“Kami sangat percaya bahwa masyarkat kota Ambon sudah memiliki tingkat kesadaran yang tinggi untuk mengharapkan perubahan. Namun mereka sadar perubahan itu tidak sekedar membalik telapak tangan. Perubahan akan kita ikuti dengan berbagai kerja keras dari kandidat. Dan kita merasa pilihan itu ada pada pasangan Richard-Syarif,” akuinya.

Sekretraris Tim Pemenangan PANTAS, Phill Latumaerissa mengatakan, untuk kemenangan pasangan Poly-Sam, sengaja diciptakan tagline dengan dialek Ambon yakni ‘Bisa Biking Labe’ yang memiliki makna bisa berbuat lebih dari kota Ambon yang sekarang ini, dengan melahirkan 4 program pro rakyat yang sudah dilaunching oleh PANTAS sesuai hasil survey.

BACA JUGA:  Dulu Dicibir, Kini Banyak yang Mengikuti Pilihannya

“Tagline PANTAS itu sesuai 4 program kita yaitu menciptakan lapangan kerja luas, pendidikan dan kesehatan yang berkualitas, penataan terminal dan pasar yang layak dan menjaga kestabilan harga bahan pokok. Disamping itu, ada berbagai hal lainnya yang juga kita tawar, tetapi 4 program ini menjadi prioritas yang dilakukan PANTAS. Itu maksud dari Bisa Biking Labe,” tegas Latumaerissa.

Menurutnya, pengangguran di kota Ambon sudah mencapai angka 33 ribu. PANTAS punya keinginan besar menciptakan lapangan kerja yang luas, begitupun dengan lainnya yang diprogramkan berdasarkan hasil survei di lapangan.

“Selain itu, PANTAS ingin memberikan 1.000 beasiswa bagi masyarakat yang tidak mampu. Sehingga mendapatkan pendidikan yang layak. Ingin membangun Puskesmas 24 jam serta rumah sakit daerah kota Ambon yang siap melayani 24 jam dari hari minggu sampai hari minggu. Serta dukungan terhadap kesejahteraan para ibu yang akan diberikan secara cuma-cuma jika Poly-Sam terpilih. Itulah yang disebut Bisa Biking Labe,” jelasnya.

Ketua DPC Gerindra kota Ambon ini menilai, dengan tagline yang ditawarkan dan memiliki keterkaitan dengan program serta visi misi. Sehingga tidak sekadar menjual kucing dalam karung karena terlepas dari figur dan partai politik, ada program pro rakyat yang ditawarkan.

“Sebelum 4 program kita diluncurkan, sudah ada percakapan dengan partai politik pengusung dan pimpinan fraksi untuk nantinya memberikan dukungan politik terhadap seluruh program rakyat yang PANTAS tawarkan ke masyarakat. Jadi ini bukan mimpi atau sebatas semboyan. Beda dengan lain,” ingatnya. (ISL)

Most Popular

To Top