4 Tahun Setubuhi Anak Kandung – Ambon Ekspres
Amboina

4 Tahun Setubuhi Anak Kandung

Pelaku: Saya Khilaf, Saya Berdosa

AMBON,AE.—Banyak kasus pemerkosaan dan pencabulan, pelakunya justeru berasal dari lingkungan orang dekat korban. Anak menjadi tidak terlindungi, karena orang tua kandung pun bisa menjadikan mereka sebagai pemuas nafsu birahi. Sampai kemarin, belum ada upaya pencegahan maksimal yang bisa dilakukan pemerintah.

Kemarin, terungkap lagi satu kasus, setelah sekian banyak kasus berdasarkan catatan Ambon ekspres. LF memang sangat bejat. Lelaki ini tega menjadikan anak kandungnya sendiri sebagai pemuas nafsu birahinya. Ironisnya, sudah 4 tahun perbuatan ini terjadi.

Peristiwa memilukan ini terjadi sejak korban berusia 12 tahun. Kini korban sudah berusia 16 tahun. Aksi lelaki ini terungkap setelah paman korban mengetahuinya, Sabtu (15/10). Saat itu korban yang putus sekolah sejak duduk di bangku SD kelas VI ini ditiduri ayah kandungnya itu di rumah mereka di Kecamatan Sirimau.

Paur Subbag Humas Polres Ambon Iptu Nikolas Anakotta membenarkan adanya kejadian itu. Dia mengatakan, paman korban melihat tindakan biadab pelaku sehingga dia menceritakan kepada ibu korban.

BACA JUGA:  4 Jam Diinterogasi, Hentje Bungkam

“Jadi setelah ibunya tahu, dia kemudian menanyakan korban. Korban mengaku telah ditiduri ayah kandungnya. Kasus ini sudah terjadi sejak korban kelas VI SD,” tutur Nikolas Anakotta kepada wartawan, Senin (17/10).

Korban mengaku, setiap kali pelaku melakukan perbuatan biadabnya itu selalu diikuti dengan ancam mengunakan pisau. Pelaku juga mengancam akan membunuh putri kandungnya itu apabila membeberkan kepada orang lain.

”Jadi korban mengaku setiap ditiduri ayahnya selalu dibawah ancaman pisau. Dia takut dibunuh bila memberitahukan kepada orang lain. Hal itu yang membuat korban tidak berani memberitahukan,” jelasnya.

Setelah mendengar cerita anaknya, ibu korban kemudian mengadukan kasus ini ke polisi. Polisi langsung bertindak cepat dengan menangkap pelaku. “Pelaku kita amankan di Pasar Batu Merah pada Sabtu (15/10) malam. Pelaku resmi kita tahan tadi (kemarin). Dalam pemeriksaan dia juga mengakui perbuatannya. Dia mengaku sudah berulang kali melakukan tindakan bejatnya itu kepada korban,’’ kata dia.

BACA JUGA:  Dulu Dicibir, Kini Banyak yang Mengikuti Pilihannya

Untuk mepertangungjawabkan perbuatannya, lanjut dia, pelaku dijerat pasal 81 UU No 35 tahun 2014 jo pasal 290 dan atau pasal 64 KUHAPidana dengan ancaman hukuman 20 tahun tahun penjara.
Sementara LF yang ditemui wartawan usai pemeriksaan hanya mengaku kalau dirinya khilaf. “Saya khilaf. Saya sudah berdosa,” kata pelaku kepada wartawan di ruangan PPA Satreskrim Polres Ambon.(ERM)

Most Popular

To Top