Nanlohy Cuekin Panggilan Jaksa – Ambon Ekspres
Amboina

Nanlohy Cuekin Panggilan Jaksa

AMBON, AE.–– Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Maluku, Martha Nalohy, Rabu kemarin diagendakan menjalani pemeriksaan terkait penyelidikan kasus dugaan gratifikasi terkait penataan kawasan tambang emas Gunung Botak, Kabupaten Buru. Hanya saja, panggilan tersebut tidak dihiraukan Nanlohy.

Menurut jadwal yang ditetepkan oleh tim penyelidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, Nanlohy seharusnya dimintai keterangan seputar kasus Gunung Botak. Namun, sejak pukul 09.00 hingga pukul 17.00, Nanlohy sama sekali tidak menampakan batang hidungnya.

Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette mengakui ada agenda panggilan terhadap Nanlohy. Namun, berhubung kasus ini masih dalam tahap penyelidikan, sehingga penyelidik bakal melayangkan surat panggilan ulang kepada yang bersangkutan.

“Iya memang hari ini (kemarin) agenda panggilan kepada Kadis ESDM Martha Nanlohy untuk dimintai keterangan, namun yang bersangkutan tidak datang. Sehingga jaksa akan melayangkan surat panggilan kepada Nanlohy lagi,” jelas Sapulette, Rabu (19/10).

Sapulette mengatakan, dalam pekan ini bakal ada panggilan kepada pihak-pihak terkait dalam penyelidikan kasus Gunung Botak. Hanya saja, Sapulette belum dapat membeberkan siapa-siapa yang dipanggil tim penyelidik guna dimintai keterangan. “Pada prinsipnya akan ada pihak-pihak yang nantinya dipanggil. Tetapi karena masih penyelidikan, yah nanti teman-teman wartawan pantau saja,” tandas Sapulette.

BACA JUGA:  Pelantikan Pengurus Golkar Tanpa Wenno

Sumber koran ini di Kejati Maluku menuturkan, dijadwalkan Kamis hari ini jaksa akan menggarap bendahara pengeluaran Dinas PU Maluku. Bendahara pengeluaran ini, nantinya diperiksa bukan berkaitan dengan penyetoran anggaran miliaran rupiah dari PT BPS ke rekening pribadi Martha Nanlohy.

Tetapi, lanjut sumber, pihak-pihak dari Dinas PU akan ditanyai puluhan pertanyaan seputar lelang dan pekerjaan yang dilakukan oleh PT CCP yang juga beroperasi terkait penataan Gunung Botak.

“Kalau ESDM itu kan dimintai keterangan seputar penyetoran anggaran miliaran rupiah dari PT BPS ke rekening pribadi Martha Nanlohy. Sementara pihak Dinas PU Maluku dimintai keterangan seputar lelang proyek dan pekerjaan yang dilakukan oleh PT CCP,” jelas sumber.

Olehnya itu, selain bendahara, pejabat lainnya di PU Maluku juga dipastikan akan dipanggil tim penyelidik guna dimintai keterangan terkait lelang proyek maupun pekerjaan yang dilakukan oleh PT CCP. “Jadi kita tunggu saja, baik pihak ESDM Maluku dan PU Maluku, tetap akan dipanggil tim penyelidik,” pungkas sumber koran ini. (AFI)

Most Popular

To Top