7 Jam Kadishub Diinterogasi – Ambon Ekspres
Amboina

7 Jam Kadishub Diinterogasi

AMBON, AE.––Setelah mantan Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu, kini giliran Benny Gasperz yang diinterogasi jaksa. Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku itu diperiksa dengan 75 pertanyaan seputar dugaan korupsi anggaran study kelayakan pembangunan Bandara Arara, tahun 2015.

Pantauan koran ini, Gasperz hadir di kantor Kejati Maluku guna memenuhi panggilan tim penyelidik Cabang Kejaksaan Negeri Maluku Tengah di Wahai, sekitar pukul 09.40. Tepat pukul 10.00, Gasperz masuk keruangan pemeriksaan.

Dua orang jaksa penyelidik, masing-masing Ajit Latuconsina dan Azer Orno pun menghujani Gasperz dengan berbagai pertanyaan seputar dugaan korupsi anggaran study kelayakan pembangunan Bandara Arara hingga Pukul 13.35 Wit.

Gasperz saat diwawancarai ketika rehat pemeriksaan, tampak santai. Hanya saja, mantan Kadis Pariwisata Provinsi Maluku itu tidak mau berkomentar soal kasus tersebut. Bahkan, Gasperz sontak meminta agar para wartawan jangan mempublikasikan pemeriksaan terhadap dirinya itu.

“Kamong (kalian) jang muat akang (pemeriksaan, red) lai, “katanya Pemeriksaan baru dilanjutkan sekitar pukul 14.35 dan berakhir pukul 17.30.

Gasperz yang mengenakan kemeja Batik coklat dan celana panjang hitam saat diwawancarai usai pemeriksaan lebih memilih bungkam. “Ya, saya baru selesai di periksa. selanjutnya tanyakan kepada Jaksa,” Ujarnya sambil mengengang HP ditelinga.

Gasperz bahkan tidak menghiraukan barbagai pertanyaan yang dilontarkan awak media dan memilih masuk ke mobilnya dan meninggalkan kantor Kejati Maluku.

Kepala Cabang Kejari Maluku Tengah di Wahai, Ajit Latuconsina kepada wartawan menjelaskan, Benny Gasperz dimintai keterangan berkaitan dengan jabatannya selaku Kepala Dinas. Sebagai Kadis, Gasperz juga bertindak sebagai Kuasa Penggguna Anggaran (KPA) dalam study kelayakan pembangunan Bandara Arara.

Tidak hanya itu, Benny Gasperz juga merangkap sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam kegiatan yang diduga telah merugikan negara Rp.800 juta itu. “Permintan keterangan dari Kadis (Benny Gasperz, red), seputar perannya selaku KPA dan PPK dalam kasus tersebut. Ini akan dievaluasi, kalau masih dibutuhkan lagi maka tentunya akan kita panggil lagi,” kata Latuconsina.

Mantan Kasi Pidsus Kejari Dobo ini mengaku, masih ada sejumlah saksi lainnya yang dipanggil untuk dimintai keterangan guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Sebelumnya, Direktur PT Benatin Surya Cipta, Peng Song Benny dan pelaksana survei Budi Widodo juga telah diperiksa beberapa hari lalu. Keduanya diinterogasi di Kantor Kejati Maluku.

Peng Song Benny diperiksa oleh Ajit Latuconsina, sedangkan Widodo oleh jaksa Azer Orno. Informasi yang berhasil dihimpun dari hasil pemeriksaan, terungkap Budi Widodo menggunakan bendera PT Benatin Surya Cipta untuk mengikuti tender.

Dalam pelaksanaannya, ketika proyek berjalan, seharusnya ada 11 ahli yang diterjunkan untuk meninjau lokasi yang menjadi objek untuk dibangun Bandara. Anehnya, 11 ahli yang namanya sudah tercantum itu tidak pernah dipakai.

Entah ada kongkalikong dari pihak kontraktor dan pihak Dinas, yang kemudian 11 ahli yang diterjunkan untuk meninjau lokasi di Arara, tidak memilik kemampuan apapun. 11 orang yang turun ke Arara tersebut diduga hanya formalitas seakan telah dilakukan survei.

Padahal, dari awal telah diketahui, jika di Arara tidak dapat dibangun bandara. Alhasil, kegiatan tersebut menurut dugaan jaksa terjadi kerugian negara sebesar Rp.800 juta, sesuai besaran anggaran yang dikucurkan.
Selain itu, jaksa telah mengantongi lima nama yang diduga bakal diseret. Dua diantaranya merupakan kontraktor, sementara tiga lainnya dari pihak dinas Perhubungan. (AFI)

Most Popular

To Top