Kasus Pertalite Tanpa Tersangka – Ambon Ekspres
Pilihan Redaktur

Kasus Pertalite Tanpa Tersangka

AMBON,AE.— Sebulan sudah kasus dugaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite yang bercampur air, dibongkar. Hanya saja sampai kemarin juga, belum satupun yang dinilai bertanggungjawab atas tindak kejahatan ini. Polisi terlihat kesulitan mengungkap kasusnya.

Penyidik dari Satuan Reserse Kriminal Polres Pulau Ambon dan Pp Lease, terus berdalih jika kasus ini masih terus dalam penyelidikan dan penyidikan. Sudah sekitar belasan saksi yang diperiksa. Saksi-saksi yang diperiksa itu baik dari pihak SPBU, Pertamina hingga pemilik kendaraan yang diduga menjadi korban dari pertalite oplosan itu.

Kabag Operasional (KBO) Satuan Reskrim Ambon, Inspektur Polisi Dua (Ipda) Semy Leimena mengatakan untuk mengungkap kasus tersebut, ada sejumlah saksi-saksi lain yang akan kembali diperiksa oleh pihaknya dalam waktu dekat ini. ”Kasus Pertalite masih jalan dan dalam penyelidikan, kita akan kembali lakukan pemeriksaan lagi saksi-saksi. Terutama saksi dari Pertamina,”kata dia di mapolres Ambon Jumat Siang kemarin.

Menurut perwira pertama Polres ini, pemeriksaan kali ini akan difokuskan pada pemeriksaan sejumlah dokument terkait penyaluran BBM jenis pertalite oleh pihak Depot Pertamina Wayame ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), kebun cengkih itu.

BACA JUGA:  Melihat Cara Turkish Airlines Memanjakan Penumpang

Untuk diketahui kasus ini mulai terungkap setelah pihak SPBU mendapat pasokan 15 ton bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite. Belum ludes diborong konsumen, 2 jam kemudian polisi sudah lebih dulu menemukan dugaan pertalite dioplos dengan menggunakan air. Ada dugaan campuran itu berkisar antara 10 ton pertalite dan 5 ton air.

Pasokan itu berasal dari Depot Pertamina Wayame. Dipasok ke pemilik SPBU PT. Migas Dwi Jaya di jalan Jenderal Sudirman perempatan menuju Kebun Cengkeh. Setelah mobil Pertamina mengisi ke penampung pertalite, sejumlah mobil mulai antre mengisi bahan bakar pengganti premium ini.

kurang lebih 10 mobil sudah terisi pertalite. Namun belakangan mereka curiga setelah mobilnya mogok tak lagi bisa bekerja normal. Laporan ke polisi pun dilakukan. Polisi bekerja cepat langsung menuju SPBU Kebun Cengkeh. Disana polisi langsung memasang police line di SPBU Pertalite.

Sebelumnya Kapolres Pulau Ambon AKBP Harold Wilson Huwae memastikan, penyidik lebih difokuskan untuk mendalami dan menelusuri sumber air yang tercampur ke dalam pertalite. “Jadi sudah saya bicarakan juga dengan anggota saya yang menangani kasus ini. Saya bilang ke Serse agar dipertegas lagi untuk sumber air berasal dari mana,” Katanya.

BACA JUGA:  3 Pasangan Balon Terbentuk

Huwae membantah, jika kasus ini disebut oplosan, dipastikan itu tidak benar. Kalau oplosan, itu mencari keuntungan. “Jadi ini bukan oplosan, jadi harus dihilangkan. Oplosan itu ingin mencari keuntungan, pertalite dioplos dengan apa? Untuk dijual itu kan bukan oplosan,” tuturnya.(ERM)

Most Popular

To Top