Wattimuri Belum Dioptimalkan PANTAS – Ambon Ekspres
Politik

Wattimuri Belum Dioptimalkan PANTAS

AMBON,AE.—Lucky Wattimuri selalu menjadi perbincangan. Ini karena dia memiliki basis suara dan pengaruh kuat, baik di internal PDI Perjuangan
maupun masyarakat kota Ambon. Namun Paulus Kastanya-Muhammad Armyn Latuconsina, pasangan calon
Walikota dan wakil Walikota yang diusung PDIP, dinilai belum optimal menggarap basis suara Wattimuri.

Kader senior PDIP itu memiliki dukungan rill di Ambon. Dari dulu. Itu terbukti dengan terpilihnya dia sebagai anggota sekaligus ketua DPRD Kota Ambon selama dua periode, 1999-2004 dan 2004-2009. Dia pandai merawat basis. Kemudian terpilih lagi anggota DPRD Maluku periode 2009-2014 sebagai Wakil Ketua dewan dari Fraksi PDI Perjuangan.

Pada Pilwakot Ambon 2011, Wattimuri yang berpasangan dengan Hero Abdul Drachman memperoleh 17.314 suara (10,85 persen). Meski kalah di Pilwakot, basis Wattimuri tetap terjaga. Bahkan, pada pemilihan umum legislatif 2014, Wattimuri berhasil meraih suara terbanyak pertama dari daerah pemilihan Kota Ambon, yakni 13.386. Sedangkan caleg PDIP lainnya

Reinhard Toumahuw yang masih memangku jabatan Ketua DPRD Kota Ambon kala itu, hanya meraih 6.577 suara. Perolehan suara Wattimuri, hampir merata di semua wilayah Kristen. Beberapa wilayah yang menjadi basisnya, adalah Karang Panjang dan sekitarnya serta SKIP. Selain sebagai politisi, Lucky juga dikenal sebagai salah satu tokoh agama yang didengar.

Pengamat politik Universitas Pattimura, Paulus Koritelu menilai, pasangan PANTAS dan tim pemenangnya, belum maksimal menggarap basis suara dan potensi Wattimuri. Alasan pertama, kata dia, belum ada hubungan politik yang benar-benar harmonis antara Wattimuri dengan pasangan PANTAS.

“Saya melihat dalam beberapa kali gerakan untuk tahapan-tahapan Pilwakot sebelum penetapan beberapa hari lalu, ketidakhadiran pak Lucky bersama pasangan PANTAS. Nah, ini secara politik disinyalir hubungan yang terjalin antara PANTAS dengan pak Lucky pribadi, tidak ideal dalam tanda kutip. Karena itu, kalau pertanyaannya apakah kekuatan tim sudah menggarap maksimal, saya kira belum,” kata Koritelu via seluler, Rabu (26/10).

Wattimuri memiliki pengaruh yang cukup signifikan dalam mobilisasi massa dan suara PDIP dalam rangka pemenangan pasangan PANTAS. Ini karena Wattimuri merupakan tokoh di PDIP dengan berulang kali menjabat anggota DPRD dan pimpinan DPD PDIP Maluku, serta pernah berkompetisi di Pilwakot 2011.

Olehnya itu, menurut Koritelu, kondisi ini perlu disikapi secara serius oleh pasangan PANTAS dan tim pemenangan serta PDIP. Komunikasi politik yang intens harus dilakukan oleh pasangan calon dengan Wattimuri. Baik secara pribadi, maupun atas nama partai.

Selain itu, untuk meyakinkan publik, Wattimuri juga harus berada bersama-sama dengan pasangan PANTAS dalam setiap momentum konsolidasi dan sosialisasi. Pendukung Wattimuri, terutama tipologi tradisional akan menilai negatif, bila Wattimuri tidak hadir dalam setiap kesempatan.

“Nah, pemilih tradisional ini memiliki ketaatan politik yag cukup kuat. Ketidakhadiran elit pada acara pasangan calon, maka mereka akan menafsir, ini gak cocok ni. Tanpa bertanya, apakah elit itu sedang sibuk sehingga tidak hadir. Sebaliknya jika beliau hadir, maka aman,”katanya.

Yang terpenting, lanjut dia, adalah pasangan PANTAS harus memandang Wattimuri sebagai sebuah kekuatan besar yang akumulatif dan mampu mendorong kemenangan bagi mereka pada Pilwakot 2017. Kemudian, dapat memastikan potensi dan basis suara sekretaris DPD PDIP Provinsi Maluku itu, tidak digembosi untuk pasangan calon lawan.

“Akumulasi dukungan suara ini harus digarap secara maksimal oleh tim dan pasangan PANTAS, supaya bisa menang. Karena jika ada proses penggembosan basis terjadi pada momentum yang tepat, saya kira itu akan sangat berbahaya bagi internalisasi PDIP sendiri maupun pasangan calon,”pungkas alumni doktor sosiologi-politik Universitas Indonesia (UI) itu.

Ketua Badan Pemilu (Bapilu) DPC PDIP Kota Ambon, Janes Riruma mengaku, Wattimuri memang memiliki basis besar diinternal partai maupun masyarakat. Apalagi, Wattimuri dikenal juga sebagai tokoh agam.“Pengaruh beliau cukup besar. Baik di PDIP maupun masyarakat. Suara beliau masih didengar, dan itu sangat berpengaruh,”kata Janes.

Meski belum digarap secara maksimal oleh tim pasangan PANTAS, namun Janes sangat yakin semua kader PDIP, termasuk Wattimuri akan taat asas dengan menggerakkan seluruh basisnya memenangkan pasangan yang diusung PDIP.

“Prinsipnya, kita taat asas. Ketika rekomendasi diberikan kepada pasangan mana, siapa pun dia orangnya, entah itu petugas partai di legislatif, eksekutif, kader dan simpatisan kita harus bekerja untuk mengamankan rekomendasi,”tegas tim kampanye pasangan PANTAS itu.(TAB)

Most Popular

To Top