Jaksa Garap Kadis PPKAD SBB – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Jaksa Garap Kadis PPKAD SBB

AMBON,AE.–– Kepala Dinas (Kadis) Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Abraham Niak, digarap tim penyidik Kejaksaan Tinggi Maluku. Niak diperiksa sebagai saksi atas kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Tata Ruang dan Wilayah (Master Plan) di Kabupaten SBB tahun 2007-2009.

Pantauan koran ini di Kejati Maluku, pukul 08.30, Abraham Niak bersama Rasman Tuharea selaku mantan bendahara Bappeda SBB, tiba di Kejati Maluku. Pemeriksaan keduanya baru dimulai pukul 09.00. Berselang beberapa menit kemudian, saksi Rasman Tuharea keluar dari ruang pemeriksaan, lantaran batal diperiksa.

Sumber koran ini di Kejati Maluku menyebutkan, Tuharea batal diperiksa, lantaran yang bersangkutan tidak membawa dokumen-dokumen yang diperlukan penyidik. Dokumen-dokumen yang dibutuhkan penyidik dari Rasman Tuharea yakni terkait pencairan anggaran pembayaran proyek Tata Ruang dan Wilayah, dari tahun 2007 hingga 2009. Dokumen itu dibutuhkan untuk melacak kemana anggaran Rp.1,8 Miliar dari total Rp.2,4 miliar yang diduga disalahgunakan.

BACA JUGA:  Pertumbuhan Naik, Ekonomi Melambat

Selain dokumen pencairan anggaran, Tuharea juga diminta penyidik untuk membawa dokumen laporan pertanggungjawaban proyek tata ruang dan wilayah di Kabupaten SBB.

“Kan mantan bendahara Bappeda harus bawa dokumen pencairan dana terkait proyek tata ruang dan wilayah di SBB. Tetapi yang bersangkutan tidak bawa, padahal itu penting, “ungkap sumber koran ini.

Penyidik akhirnya menunda pemeriksaan terhadap Rasman Tuharea. Sementara Abraham Niak alias Ampi, diperiksa sejak pukul 09.00 hingga pukul 12.00. “Kalau saksi Ampi itu dicecar 20 pertanyaan seputar peran serta panitia pemeriksa barang, “beber sumber.

Diduga, Ampi juga tidak melaksanakan tugasnya selaku anggota Panitia pemeriksa barang, terkait proyek pelaksanaan tata ruang dan tata wilayah di Kabupaten SBB. Ini seperti yang diungkapkan oleh saksi Ronald Dirk Rumahlattu.

“Dengan begitu, sudah ada beberapa saksi yang akui tidak dilibatkan dalam pemeriksaan barang. Hanya orang-orang tertentu saja yang dilibatkan, “tandas sumber.

Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette menjelaskan, pemeriksaan terhadap saksi Abraham Niak, terkait kapasitasnya selaku anggota panitia pemeriksa barang. Yang mana pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mencari dua alat dalam kasus korupsi Master Plan di lingkup Bappeda Kabupaten SBB.

BACA JUGA:  Atribut Tak Berpengaruh MEDIA LEBIH EFEKTIF

Dijelaskan, dalam pemeriksaan yang berlangsung di ruang pidana khusus (Pidsus) selama hampir empat jam, saksi Ampi Niak dicecar 20 pertanyaan menyangkut tugas dan tanggungjawabnya selaku anggota pemeriksa barang di tahun 2007-2010.

Menyinggung soal hasil pemeriksaan, Sapulette enggan berkomentar. Kapan agenda panggilan ulang terhadap saksi terhadap mantan Bendahara Bappeda Kabupaten SBB tahun 2007-2009, Rasman Tuharea, Sapulette menambahkan yang bersangkutan akan dipanggil lagi.

“Saksi Rasman Tuharea sudah datang tapi oleh Jaksa penyidik disuruh pulang lagi, karena tidak membawa sejumlah dokumen yang diminta Jaksa. Dia (Tuharea, red) nantinya akan diperiksa sebagai saksi jika membawa sejumlah dokumen yang diminta,” pungkasnya. (AFI)

Most Popular

To Top