Kapolda: Saya tidak Akan Lindungi – Ambon Ekspres
Amboina

Kapolda: Saya tidak Akan Lindungi

AMBON,AE.–– Kapolda Maluku Brigjen Ilham Salahuddin akan menindak tegas anggotanya yang melakukan pungutan liar di masyarakat. Ini setelah ada laporan dari seorang pengusaha di Bula, Seram Bagian Timur terkait pungli yang dilakukan Kasat Reskrim Polres setempat AKP DH.

“Saya tidak akan pernah melindungi anggota saya yang melakukan pelanggaran ataupun kesalahan. Saya tindak, jangankan tindak bila terbukti saya pidanakan,”tegasnya, usai menghadiri pertemuan dengan para tokoh masyarakat di kediaman Pangdam XVI/Pattimura, Selasa siang kemarin.

Mantan Wakapolda Wadan Koprs Brimob Polri itu mengaku, saat ini bidang propam telah menangani kasus dugaan pungli yang dilakukan oleh AKP DH itu. “Sementara lagi berproses dan belum bisa membuka lebih jauh. kita tunggu saja hasilnya seperti apa. Yang pasti tetap saya tindak tegas yang bersangkutan jangan main-main,” katanya.

Disinggung apakah, AKP DH dan kapolresnya akan dicopot dari jabatan mereka, orang nomor satu di polda Maluku ini belum mau memberikan komentar lebih jauh. Dirinya hanya mengaku semua tergantung proses yang sementara berjalan.

“Nanti lihat kebijakan saya, mana yang melanggar tetap kita hukum, jangankan disiplin saya pidanakan bila perlu dipecat. Tapi kita hargai proses yang sementara berjalan,” kunci pria dengan satu bintang dipundaknya itu.

Salah satu praktisi hukum Maluku, Hamzah Nurlily mengatakan, pungli merupakan tindakan yang tidak bisa dibiarkan, karena itu menimbulkan kerugian kepada masyarakat sendiri. Terlebih lanjut magister hukum Universitas Pattimura Ambon ini mengatakan, presiden Joko Widodo telah menegaskan komitmennya memberantas korupsi. Bukan hanya yang besar, pungutan liar pun akan dibabat.

“Kami minta supaya oknum-oknum seperti AKP DH ini, tidak dilindungi. Pak kapolda harus berikan sanksi tegas. Pungli itu musuh bersama kita apalagi itu telah menjadi perhatian serius pak presiden, disinilah kita butuh ketegasan Kapolda,”katanya.

Menurut dia, jika oknum-oknum seperti AKP DH ini tidak segara ditindak tegas hingga memberikan efek jerah kepada diri maupun oknum polisi yang lain, dikuatirkan citra Polda Maluku akan tercoreng dengan sendirinya.
“Demi menjaga nama baik polda Maluku, pungli ini harus disikat tuntas. Jangan biarkan kesalahan satu orang lalu merusak banyak orang,”timpalnya.

Ketua Lembaga Bantuan hukum (LBH) Pemuda Maluku ini juga sangat menyayangkan tindakan pungli yang dilakukan oleh oknum AKP DH itu. “Copot dan proses yang bersangkutan bila terbukti. Jangan lindungi oknum seperti ini. Kami sangat sesali pungli ini, kami selama ini berharap Polda Maluku dam Maluku secara umum harus terbebas dari pungli,”tegasnya.

Untuk diketahui, kini polisi rajin beres-beres oknum anggotanya yang doyan melakukan pungli. Namun upaya itu belum terimplementasi sampai di Maluku. Di Seram Bagian Timur justeru punglinya bikin rekening oknum polisi membengkak.

Seorang pengusaha di Bula, SBT, mengeluhkan sikap seorang oknum polisi berpangkat perwira pertama yang bertugas disana. Kerap melakukan pungli, sampai pengusaha pun banyak dibikin resah.

Pungli diterapkan pada usaha apa saja oleh oknum perwira ini. Tarifnya bikin yang dipungut, kian resah. Puluhan juta hingga Rp100 juta.

Sementara informasi yang dihimpun koran ini di mapolda Maluku, kemarin menyebutkan kasus yang melilit AKP DH itu, kini sementara ditangi secara serius oleh pihak Propam Polda. Berkas perkara AKP DH, juga sementara tengah dirampungkan untuk menuju ke tahap selanjutnya, sesuai dengan mekanisme yang berlaku diinternal kepolisian itu.

Sebelumnya, penyidik Propam polda Maluku secara marathon menyelidiki dugaan pemerasaan dan pungutan liar yang dilakukan oknum AKP DH. Mereka juga sedang menyelidiki ada tidaknya orang lain bersama AKP DH.
Jika memang nantinya dalam proses hukum oknum perwira polisi ini terbukti melakukan pungli, harus ditindak tegas berdasaran UU Nomor 2 Tahun 2012 Tentang Kepolisiaan Negara Indonesia, dan juga Perkap Nomor 12 tahun 2009 tentang Pengawasan dan pengendalian penanganan perkara dilingkup kepolisian RI.(ERM/AHA)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!