Dua Jam Kepala Depot Pertamina Diperiksa – Ambon Ekspres
Metro Manise

Dua Jam Kepala Depot Pertamina Diperiksa

AMBON, AE— Upaya dalam menuntaskan kasus Pertalite tercampur air, masih terus dilakukan penyidik Satreskrim Polres Ambon. Kemarin, kepala Depot Pertamina Wayame, Alexander Bangun kembali diperiksa polisi. Selain Bangun, salah satu satafnya Jem Pays juga diperiksa.

Awalnya, penyidik agendakan pemeriksaan akan dilakukan terhadap tiga orang dari Pertamina. Namun, yang baru dimintai keterangan Alexander Bangun dan Jem Pays. Setelah mereka, disusul pemeriksaan terhadap salah petugas penyaluran ke mobil tangki, Anthon Ngola.

Pantauan koran ini, Bangun dan Paays tiba Mapolres Ambon sekitar pukul 13.00 WIT. Mereka langsung menjalani pemeriksaan oleh penyidik. Sekitar dua jam dia diperiksa polisi. Pemeriksaan berakhir sekitar pukul 13.00 WIT. Pemeriksaan ini terkait penyaluran Pertalite ke SPBU di kawasan Pohon Pule dan Wayame. ”Tadi pemeriksaan fokus terkait penyaluran. Hasilnya kata dia sudah sesuai prosedur,” ungkap Kasat Reskrim AKP Baiquni Wibowo, Kamis (3/11).

Lebih lanjut dikatakan, pihaknya masih terus berupaya untuk menuntaskan kasus ini. Setelah dua orang ini, pihaknya juga akan memeriksa salah satu petugas penyaluran. ”Kita belum bisa simpulkan siapa yang bersalah dalam kasus ini. Kasus ini masih terus kita sidik. Kita akan lakukan pemeriksaan juga terhadap Anthon Ngola, dia petugas penyaluran ke mobil tangki,” katanya.

Polisi sebelumnya juga telah memeriksa belasan saksi terkait kasus ini. Pemeriksaan itu, untuk memperkuat penyelidikan penyaluran ke SPBU Kebun Cengkeh yang kemudian menjadi persolan itu. Dalam penyidikan, Pertamina mengklaim kalau penyaluran sudah sesuai dengan Standar Operasonal Penyaluran (SOP).

Selain itu, pernyataan kondensasi yang disampaikan Kepala Pertamina Cabang Ambon Tiara Thesaufi saat dipanggil Komisi II DPR Kota Ambon untuk dimintai pertangungjawabnya terkait kasus tersebut. Namun, yang ditemukan ada 113 liter air yang ditemukan dalam SPBU Kebun Cengke. ”Pernyataan Pertamina katanya sudah sesuai SOP.

Untuk perbandinganya makanya kita mintai keterangan lagi untuk penyeluran ke dua SPBU ini (Pohon Puleh-Wayame) untuk melihat itu,” katanya.

Sebelumnnya, Kapolres AKBP Harold Huwae mengatakan, Pertamina berbohong. “Mobil tangki yang membawa dari Pertamina. Sekarang Pertamina katakan kalau sudah sesuai prosedur, bohong. Itu kenapa ada air di situ dan itu bukan 1 SPBU. Ada 3 SPBU yakni Kebun Cengkeh, Wayame dan Pohon Pule. 2 SPBU (Wayame dan Pohon Pule) menolak,” kata Huwae.

Kasus ini terbongkar ketika Pertamina memasok 15 ton Pertalite tercampur air ke SPBU Kebun Cengkeh pada 23 September. Saat pasokan kedua masih berjalan, salah satu petugas SPBU mulai curiga dengan warna Pertalite bersamaan dengan keluhan konsumen yang menggunakan pertalite dari SPBU tersebut saat kendaraan mengalami kerusakan (macet) usai mengisi Pertalite.(ERM)

Most Popular

To Top