Pecandu Narkoba Segera Lapor BNN – Ambon Ekspres
Metro Manise

Pecandu Narkoba Segera Lapor BNN

Tingkatkan Kemampuan Petugas Rehabilitasi

AMBON, AE— Gerakan rehabilitasi 100.000 pecandu narkoba telah dideklarasikan Badan Narkotika Nasional (BNN) pada awal tahun 2015. Untuk rehabilitasi pecandu narkoba di Maluku, BNN menargetkan pemberian layanan rehabilitasi bagi 1000 pecandu.

Terkait hal tersebut, perlu adanya persiapan agar target rehabilitasi dimaksud dapat tercapai. “Salah satu upaya dan persiapan yang dilakukan adalah meningkatkan kemampuan seluruh petugas rehabilitasi di Maluku. Kegiatan diselenggarakan mulai tanggal 3 November hingga 7 November 2016 ini bermaksud memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada petugas yang nantinya melakukan pelayanan rehabilitasi bagi penyalahgunaan narkotika,” ungkap Kepala BNN Maluku, Kombes Pol M. Arief Dimijati kepada wartawan, Kamis(3/11).

Arief mengatakan, BNN tidak hanya melakukan kegiatan rehabilitasi saja, tetapi melakukan peningkatan kemampuan bagi petugas-petugas yang nanti melakukan pelayanan kesehatan, pemulihan, ketergantungan dari para pengguna narkoba. “Ini membutuhkan keseriusan. Kalau tidak, tujuan kita untuk mengurangi jumlah pengguna yang banyak ini tidak akan berhasil.

BACA JUGA:  Tagob Dilantik 22 Juni

Target kita untuk menguarangi angka penguna narkoba yang harus direhabilitasi ada 1000 orang di Maluku. Dan sementara ini baru mencapai 330 orang untuk rawat jalan. Kami juga menghimbau untuk masyarakat agar bisa secara sukarela memeriksakan diri ke rumah sakit atau puskesmas maupun ke BNN, untuk dilakukan pemulihan ketergantungan narkoba apabila memang betul-betul sebagai pecandu,” tuturnya.

Seperti yang diketahui, BNN menerapkan kebijakan tentang rehabilitasi. Dengan kata lain, dilakukan pengurangan permintaan dari para pengguna narkoba yang sering minta pasokan. “Makanya, kami menerapkan program rehabilitas untuk mengurangi permintaan melalui pemulihan kesehatan orang yang ketergantungan narkotika. Diharapkan meskipun berat dan lama, tapi lama-kelamaan bisa berkurang dan tidak ada lagi yang mengonsumsi narkoba secara gelap,” tuturnya.

Dijelaskan, kegiatan rehabilitasi ini sudah dilakukan sejak lama. Namun lebih digencarkan seiring BNN menerapkan pendekatan kesehatan awal tahun 2014. “Berbeda dengan pengedar. Mereka akan diberikan tindakan tegas, yakni diproses secara hukum dengan dipenjara. Kegiatan rehabilitasi wajib dilaksanakan sesuai perintah Presiden dan anggran juga disiapkan untuk itu. Kami juga bekerjasama dengan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Lapas dan semua instansi yang mempunyai tugas dterkait permasalahan ini,” tegasnya.

BACA JUGA:  Kemampuan RR-Edwin Seimbang

Dikatakan, permasalahan dan penyalahgunaan narkoba di wilayah Maluku sudah gawat, karena berdasarkan data hasil penelitian yang dilaksanakan oleh pusat pemeriksaan kesehatan dari Universitas Indonesia bekerjasama dengan BNN dan Unpatti, jumlah pengguna ada 27.940 jiwa dari jumlah penduduk Maluku 1.190.200 jiwa.

“Ini hasil penelitian. Tentunya angka ini bukan angka yang mengembirakan bagi kita, karena berarti mereka ini pengguna narkoba ini setiap saat membutuhkan narkoba. Dan itu artinya, pangsa pasar bagi sindikat narkoba untuk menyuplai ke wilayah Maluku dilakukan lewat peredaran gelap,” ucapnya.

Disisi lain, sambungnya, dilakukan upaya-upaya pengurangan pasokan melalui cara-cara pemberantasan, penangkapan dan pemutusan jaringan sindikat narkoba oleh pihak aparat penegak hukum dan BNN. “Sebenaranya bukan hanya Maluku, tapi Indonesia saat ini dalam kondisi darurat narkoba. Salah satunya Maluku dan kita peringkat ketujuh pengguna narkoba.

Maka dari itu, perlu upaya-upaya yang lebih serius dari BNN yang menangani permasalahan narkoba. Tentunya tidak bisa bekerja sendiri. Kami harus bekerjasama dengan instasi lain khususnya yang bergerak dalam bidang penanganan masalah narkoba, agar jumlah pengguna yang ada di Maluku ini bisa berkurang bila perlu tidak ada lagi,” pungkasnya.(IWU)

Most Popular

To Top