Pemkot Perpanjang Tanggap Darurat Kebakaran Soabali – Ambon Ekspres
Amboina

Pemkot Perpanjang Tanggap Darurat Kebakaran Soabali

AMBON, AE.—Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon akhirnya kembali memperpanjang masa tanggap darurat bagi korban kebarakan dikawasan Soabali, Kecamatan Nusaniwe. Demikian disampaikan penjabat Walikota Ambon Frans Papilaya kepada wartawan di Balai Kota, kemarin.

Menurutnya, Pemkot Ambon memperpanjang masa tanggap darurat itu disebabkan masih banyak kekurangan yang belum terpenuhi oleh para pengunsi sepanjang masa tanggap darurat ini. “Banyak hal yang masih perlu mendapat perhatian dari pemerintah, sehingga kami putuskan untuk memperpanjang masa tanggap darurat dua minggu kedepan,” jelasnya.

Dikatakan, masa tanggap darurat yang akan diperpanjang hingga pertengahan bulan itu, guna melayani seluruh kebutuhan para korban bencana kebakaran. “Tanggap darurat itu sedianya berakhir tanggal 6 November, namun dengan pertimbangan-pertimbangan yang ada maka kita perpanjang sampai tanggal 22 November. Dengan catatan segala kekurangan dari para korban saat ini, bisa terpenuhi,” katanya.

Papilaya menambahkan, dengan masa tanggap darurat itu maka diupayakan untuk mengatasi segala bentuk persoalan dan kekurangan dari pengungsi secara konprehensif, sehingga jika masa tanggap darurat itu berakhir sudah tidak ada persoalan lagi. “Mengatasi seluruh persoalan terkait dengan pengunsi ini secara konprehensif. Salah satunya dengan menata rumah-rumah yang terbakar ini. Ini harus ditata dengan baik sehingga lingkungan ini bisa terjamin,” tuturnya.

BACA JUGA:  Produk Transmigran Masuk Pasar

Salah satu penataan, lanjut dia, termasuk bagi rumah yang belum memiliki sertifikat, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait termasuk dengan pemilik tanah sendiri. “Kalau yang belum sertifikat kita koordinasikan karena membangun rumah harus ada IMB termasuk sertifikat. Prinsipnya kita akan melakukan yang terbaik bagi para pengungsi,” terangnya.

GUBERNUR KUNJUNGI KORBAN
Sementara itu, Gubernur Maluku Said Assagaf yang baru saja tiba dari luar Maluku, langsung mengunjungi lokasi dan para korban kebakaran dikawasan Soabali. Dalam kunjungan itu, Assagaf juga langsung memerintahkan Kadis Sosial Maluku, Hartono Pinning untuk segara mengambil langkah cepat sehingga para pengungsi bisa kembali kepada kehidupan mereka semula.

“Kadis sosial segera atasi biar para korban ini terutama anak-anak tidak lagi harus hidup ditenda pengungsian yang dingin-dingin ini,” kata Assagaff diposko utama bencana kebarakan Soabali itu.

Menurut Assagaf, pemerintah harus mengambil langkah tegas. Ini agar tidak lain demi kenyamanan dari para korban. “Kapan itu bantuan dari kemensos datang. Saya tidak mau lama-lama segara atasi persoalan ini,” tegasnya.

BACA JUGA:  Richard Tertarik Tawaran PDIP

Sementara itu, Ajid, salah satu pengunsi dihadapan gubenernur mengaku, jika dalam waktu dekat sebanyak 34 Kepala Keluarga (KK) yang berada di tenda pengungsian itu akan segera direlokasikan ke Gedung Soabali yang terletak tidak jauh dari tenda pengungsi. “Di gedung itu bisa menampung 34 KK. Namun kendala di gedung itu air bersih tidak ada kemudian MCK rusak serta penerangan tidak ada penerangan,” kata Ajid.

Menanggapi hal tersebut, Assagaff langsung memerintahkan BPBD dan Dinas PU Maluku agar selambat-lambatnya keluhan pengunsi atas Gedung Soabali yang akan menampung pengungsi itu sudah selesai sehingga 34 KK itu bisa segara menempati gedung tersebut.

“Kadis PU dan BPBD paling lambat besok atau lusa itu MCK kemudian bilik dan listrik segera koordinasikan dengan PLN agar penerangan segara ada dibangunan itu. Kemudian sudah teratasi sehingga 34 KK itu bisa segara tempati. Jangan lama-lama karena ini untuk kenyamanan mereka,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Rumatoras Cs Dituntut 8 Tahun

Dirinya berharap para pengungsi bisa tenang dalam menghadapi cobaan yang ada. Yang pasti pemerintah kota dan provinsi akan berupaya secara maksimal sehingga permintaan dan keluhan dari para pengunsi itu dapat teratasi.

“Ini musibah yang tidak disengaja. Sebentar malam kadis sudah saya perintahkan ke Jakarta memperjuangkan hak-hak mereka. Kami akan upayakan hak-hak pengungsi ini. Setiap musibah itu pasti ada tanggap darurat dan itu sudah dilakukan Pemkot Ambon. Muda-mudahan sampai batas tanggap darurat sesuai ketentuan pemkot itu bisa mengurangi tenda-tenda yang ada disini,” kuncinya. (AHA)

Most Popular

To Top