Ada Pemilih Siluman di Pilwakot? – Ambon Ekspres
Politik

Ada Pemilih Siluman di Pilwakot?

AMBON,AE.––Tim Pemenangan dua pasangan calon Walikota dan wakil Walikota Ambon, meminta Komisi Pemilih Umum (KPU) dan Panwas mendata ulang puluhan ribu pemilih yang belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik. Selain agar bisa menggunakan hak pilih, juga untuk mengantisipasi adanya pemilih siluman.

Sekretaris tim pemenangan pasangan Paulus Kastanya dan Muhammad Armyn Syarif Latuconsina (PANTAS), Phill Latuperissa mengatakan, KPU dan Panwas harus melakukan pengecekan di lapangan dulu, apakah mereka itu adalah penduduk kota Ambon atau tidak.

“Kan nama-nama itu kan terdistrubusi dari RT-RT dan kelurahan. Kalau ternyata mereka adalah penduduk kita Ambon dan secara by name dan by address itu sah, dan data-data kependudukannya sudah direkam di Dukcapil untuk mendapatkan KTP elektronik, maka memang dia harus diakomodir,”kata Phill kepada Ambon Ekspres melalui telepon genggam, Minggu (6/11).

Seperti diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota Ambon telah menetapkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) pemilihan Walikota dan wakil Walikota sebanyak 233.155. Terdiri dari laki-laki 112.044 pemilih dan pemilih perempuan berjumlah 121.111.

Namun, dari hasil identifikasi melalui Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih), terdapat 24.000 lebih pemilih yang tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik. Sementara sesuai hasil pencocokan dan penelitian (Coklit), didapati sekira 32.000 pemilih yang belum memiliki e-KTP.

Olehnya itu, KPU akan berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) perekaman e-KTP, agar pemilih yang telah terdaftar bisa menggunakan hak politiknya pada 5 Februari 2017.

Phill melanjutkan, sebaliknya jika para calon pemilih tersebut tidak memiliki data dan dokumen kependudukan, dan tidak sedang melakukan perekaman di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), maka harus dihapus dari DPS. Ini untuk menghindari adanya pemilih siluman.

“Tapi kalau data-data ini tidak clear, setelah dilakukan pengecekan langsung ke RT dam RW, maka dengan sendirinya calon pemilih itu harus dihapus dari DPS, karena bisa menjadi pemilih siluman dan ini cukup besar dan bisa berpotensi untuk penyalahgunaan juga sangat tinggi,”paparnya.

Dia menegaskan, hak politik warga jangan sampai tidak tersalurkan saat pencoblosan, lantaran hanya masalah administrasi dan kependudukan. Olehnya itu, KPU, Panwas maupun Dukcapil harus bekerja maksimal disisa waktu menuju hari pencoblosan untuk memastikan warga kota menggunakan hak suaranya.

“Yang paling penting hak politik rakyat tidak boleh hilang, karena dijamin oleh Undang-Undang. KPU maupun Panwas harus kerja optimal untuk memastikan warga kota Ambon yang sudah memiliki hak pilih, tidak kehilangan hak pilihnya,”pintanya.

Sementata itu, tim pemenangan pasangan Walikota dan wakil Walikota Ambon, Richard Louhenapessy-Syarif Hadler (PAPARISSA BARU), Max Pattiapon mengatakan penjabat Walikota, Frans Papilaya bertanggung jawab penuh atas pemilih yang belum memiliki e-KTP. Sebab, tugas utama penjabat adalah mensukseskan Pilkada, dan data kependudukan untuk dijadikan data pemilih merupakan salah satunya.

“Penjabat Walikota tidak perlu melaksanakan kegiatan-kegiatan yang terlalu membuat ada gerakan-gerakan lain. Dia cukup melaksanakan tugas-tugas pemerintahan. Dan tugas utama dia adalah mempersiapkan segala sesuatu terkait dengan penyelenggaraan pemilu. Diantaranya, terkait dengan data penduduk ini,”kata Pattiapon.

Dalam rentang waktu satu bulan ke depan sebelum akhir batas perekaman Desember nanti, lanjut Pattiapon, penjabat Walikota Ambon harus memaksakan Dukcapil. Sebab, negara telah menjamin setiap warga negara yang telah mencukupi persyaratan 17 tahun untuk menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu maupun Pilkada.

“Ya tinggal dia sidak di kantor catatan sipil dan paksanakan mereka untuk bekerja. Ini soal hak dari warga negara. Bagaimana pemerintah sekarang memaksanakan rakyat untuk memenuhi kewajiban, sementara hak dasar sepertu ini tidak bisa penuhi, ”tandasnya.(TAB)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!