Hitumessing-Wakal Kembali Tegang – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Hitumessing-Wakal Kembali Tegang

Dua Warga Ditahan

AMBON,AE.—Lama tenang, kini ketenangan sebagian warga Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah terganggu lagi. Dua desa bertetangga yang dibatasi Markas Polsek Leihitu, Hitumessing dan Wakal, nyaris baku hantam. Belum ada korban jiwa, namun dua warga diamankan oleh polisi karena diduga terlibat dalam ketegangan tersebut.

Ketegangan ini berawal dari penganiayaan terhadap Ishak Suneth, oleh beberapa pemuda yang tidak dikenalinya. Hanya saja sebagai warga Wakal menuding pelaku penganiayaan adalah sekelompok pemuda dari Hitumessing. Peristiwa itu terjadi Sabtu (5/11).

Kejadian itu sempat memicu konsentrasi massa kedua desa. Sebelumnya, Selasa (1/11) sekitar pukul 18.30 WIT kedua desa ini juga nyaris bentrok. Kejadian dipicu adanya penganiayaan bersama terhadap Rifai Nakul (27), pemuda Desa Wakal. Aksi itu dituding dilakukan oleh sekelompok pemuda dari kawasan Wik Waipokol Desa Hitumessing.

Insiden Wik Waipokol berlanjut pada Sabtu (5/11) terjadi sekira pukul 04.25 WIT. Tindak pidana kekerasan bersama itu dilakukan sekelompok OTK terhadap Ishak (25), pegawai RST Ambon. Kejadiaan ini juga sempat memantik perhatian kedua desa dan nyaris bentrok. Beruntung cepat dicegat aparat TNI-Polri.

BACA JUGA:  Jaksa Usut Dana Bencana Ambalauw

Kapolsek Leihitu, AKP Muhammad Sarief mengungkap, korban dari rumahnya hendak menuju ke Kota Ambon menumpangi mobil angkot jurusan Tantui. Saat melewati Dusun Waipokol Desa Hitumessing, ada jalan di palang dengan menggunakan kayu dan batu. Mobil pun berjalan lambat dan zigzag.

Saat itulah, muncul beberapa orang langsung menghadang mobil angkot yang ditumpangi korban. Beberapa orang melakukan sweeping terhadap warga Wakal. Sopir pun ditanyai siapa saja penumpangnya. Seorang pelaku sempat mengenal korban sebagai orang Wakal.

Para pelaku langsung menganiaya korban dengan menggunakan sejumlah alat tajam berupa parang dan tombak serta batu. ”Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian belakang kepala dan luka tusuk pada bagian dahi. Korban juga sempat dipukuli beberapa kali menggunakan batu,” kata Sarief kemarin.

Setelah kejadiaan penganiayaan itu, Raja Wakal membawa korban ke Polsek Leihitu untuk diproses lanjut. Korban sempat dibawah ke Puskesmas Desa Hila untuk mendapat perawatan medis. Akibat kejadian tersebut, sempat terjadi konsentrasi massa dari Desa Wakal.

BACA JUGA:  Syukran Arabia Samual, Tembus Spanyol

Aparat keamanan kemudiaan mengambil jalan tengah dan berkoordinasi dengan Raja Wakal, Pejabat Hitumessing dan ketua Saniri utuk menenangkan massa dan meminta warganya untuk kembali. ”Memang sempat terjadi kosentrasi massa. Tetapi kita koordinasi dengan kedua tokoh masyarakat desa ini sehingga massa dapat dibubarkan,” katanya.

Minggu (6/11) sekira pukul 08.00 WIT, kurang lebih 20 orang warga Waipokol, mendatangi Polsek dengan maksud menuntut polisi melepaskan Hamid Pellu, warga Hitu Lama, yang diamankan malam selesai kejadian lantaran membawa senjata tajam.

Polisi juga mengamankan Jufri Slamat (23) pemuda Hitumessing yang turut membawa senjata tajam. ”Dia digeledah ternyata yang bersangkutan (Jufri-red) membawa sebilah parang sehingga langsung kita diamankan,” katanya.

Kedua pelaku pembawa senjata tajam ini, sekira pukul 11.32 dievakuasi di Polres Ambon untuk ditindaklanjuti. Sementara polisi terus menyelidiki pelaku penganiayaan terhadap Ishak Suneth. ”Pelaku penganiayaan terhadap Ishak dalam penyelidikan karena korban tidak mengenal masing-masing pelaku saat itu,” pungkas dia.(ERM)

Most Popular

To Top