Pengadilan Perdana Buat Rolobessy – Ambon Ekspres
Amboina

Pengadilan Perdana Buat Rolobessy

AMBON, AE.–– Mantan Direktur Utama (Dirut) Bank Maluku, Idris Rolobessy akan menjalani sidang perdana dalam kasus dugaan mark up dan Tindak Pidana Pencucian Uang terkait pembelian lahan dan gedung Kantor Cabang Bank Maluku-Malut di Surabaya. Akan banyak fakta terungkap dalam sidang ini, termasuk siapa penerima duit haram itu.

Sidang perdana dengan agenda pembacaan surat dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Maluku Rolly Manampiring cs, akan digelar Selasa besok. “Sesuai jadwal yang ditentukan oleh Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Ambon, sidang terhadap Idris Rolobessy akan digelar hari Selasa tanggal 8 November,” kata Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette kepada koran ini.

Sementara sidang untuk Heintje Abraham Toisuta dan Pedro Ridolf Tentua, akan digelar Rabu (9/11). “Kalau Heintje Abraham Toisuta dan Pedro R Tentua, sidangnya hari Rabu,” ujarnya.

Sapulette menjelaskan, secara otomatis, status ketiga tersangka dalam kasus pembelian lahan dan gedung guna pembukaan kantor Cabang Bank Maluku di Surabaya, bukan lagi sebagai tersangka, tapi status mereka kini telah beralih menjadi terdakwa. “Sekarang kan sudah bergulir di pengadilan. Jadi status ketiga tersangka sudah beralih menjadi terdakwa,” jelasnya.

Sapulette menegaskan, ketika sidang bergulir di pengadilan, maka sudah tentu fakta-fakta yang masih menjadi misteri dalam kasus ini akan terbongkar. “Kan selama ini masih banyak fakta yang belum diketahui. Jadi nanti pantau aja proses sidang, karena disana pasti akan terbongkar,” akuinya.

Sumber koran ini di Kejati Maluku menambahkan, dalam beberapa minggu ke depan, tim penyidik Kejati Maluku bakal melakukan eksphose gelar perkara terkait dugaan keterlibatan Jack Stuart Manuhutu dalam kasus yang sudah menyeret tiga tersangka itu.

Manuhutu diduga bakal diseret terkait pembuatan RUPS terbatas. “Kayaknya tunggu Kasidik, Ledrik Takandengan selesai cuti, akan dilakukan eksphose terkait JSM, ” beber sumber.

Menurut sumber, JSM diduga membuat RUPS terbatas yang ditandatangani oleh dua pemegang saham terkait persetujuan pembelian lahan dan gedung. Hanya saja, diduga RUPS terbatas yang disusun oleh JSM itu, dibuat sesudah pembelian lahan dan gedung di Surabaya.

“Kan diduga RUPS terbatas itu dibuat tahun 2015. Sementara pembelian gedung di Surabaya itu terjadi tahun 2014. Jadi dugaannya, pembelian sudah dilakukan, baru RUPS terbatas dibuat,” ujar sumber.

Pasalnya, lanjut sumber, ada beberapa Komisaris Bank Maluku yang mengakui tidak tahu menahu tentang RUPS terbatas yang dibuat oleh JSM selaku kepala Devisi Renstra dan Korsec Bank Maluku itu. Sehingga, penyidik menduga perlu menindaklanjuti terkait RUPS terbatas yang dibuat oleh JSM.(AFI)

Most Popular

To Top