FATWA Optimis Patahkan Langkah PDIP – Ambon Ekspres
Politik

FATWA Optimis Patahkan Langkah PDIP

AMBON,AE.—Dua pasangan calon Bupati Maluku Tenggara Barat (MTB), Petrus Fatlolon-Agustinus Utuwaly optimis menang dan mematahkan langkah PDI Perjuangan untuk mempertahankan kekuasaan. Sementar, PDIP justeru optimis akan menang lagi melalui pasangan yang diusung, Paulus Petrus Werembinan Taborat-Jusuf Siletty.

Petrus Fatlolon-Agustinus Utuwaly diusung oleh partai Demokrat (2 kursi), PKB (2 kursi), Hanura (1 kursi), PKS (2 kursi), Nasdem (2 kursi), Gerindra (3 kursi) dan PKPI (3 kursi). Pasangan dengan akronim FATWA itu, gencar melakukan konsolidasi.

Begitu juga dengan Paulus Werembinan-Jusuf Silety yang diusung PDI Perjuangan (5 kursi). Pasangan yang menobatkan akronim Power Silet ini, juga gencar mengonsolidasikan diri dan visi, misi serta program ke masyarakat.

Calon Bupati MTB, Petrus Fatlolon mengaku, hasil konsolidasi dan survei yang dilakukan sebelum dan sesudah penetapan calon oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) membuahkan hasil signifikan.

Dia mengaku, hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Mei 2016 menempatkan pasangan FATWA pada posisi elektabilitas 40,05 persen. Sementara lanjut dia, elektabilitas bakal calon lainnya saat ini dibawa 20 persen. Elektabilitas ini terus naik hingga pada awal Oktober lalu.

“Kemudian hasil survei per tanggal 1 Oktober Oleh Ganesa Konsultan Jakarta. Kami dapatkan tingkat elektabilitas sudah mencapai 57 persen. Kedua lembaga survei ini independen. Dan saya berani menyampaikan nama lembaga surveinya, dengan tujuan untuk semua pihak melakukan klarifikasi dengan lembaga survei tersebut,”kata Petrus saat dihubungi via seluler, Senin (7/11).

Hasil survei, menurut kader Partai Demokrat itu, memberikan indikasi kemenangan bagi FATWA. Tetapi, pasangan calon dan tim pemenangan terus bekerja untuk mempertahankan, bahkan meningkatkan elektabilitas sampai pada pencoblosan 15 Februari nanti.

“Ini dapat memberikan gambaran kepada kita bahwa bila hari ini dilakukan pilkada, itu kita sudah menang. Tapi karena Pilkada masih Februari, maka kita tetap bekerja terus untuk mempertahankan atau bahkan kita tingkatkan. Karena kandidat yang lain juga bekerja, ”akuinya.

Terhadap angka survei, dia sangat yakin tidak akan mengalami penurunan signifikan. Sebab, penurunan survei di Indonesia maupun dunia, sambung dia, menjelang tiga bulan pemungutan dan penghitungan suara tidak lebih dari 5 persen.

“Karena dimana-mana hasil survei diseluruh Indonesia bahkan di dunia, itu tiga bulan menjelang Pilkada tidak alami perubahan yang signfikan. Paling 1-5 persen. Tapi kita tidak boleh mendahului kehendak Tuhan, ”tandasnya.
Disinggung soal kekuatan PDI Perjuangan dan kemenangannya dalam dua kali Pilkada MTB sebelumnya, Petrus enggan berkomentar banyak. Sebab, bagi dia, figuritas yang menjadi penentu kemenangan Pilkada.

“Saya tidak membicarakan tentang partai ya. Tapi dalam Pilkada ini, sesungguhnya figur yang akan menjadi pilihan masyarakat, ”ungkapnya. Tetapi, bagi dia semua partai politik punya basis. Dan untuk Pilkada MTB 2017, justru koalisi FATWA yang diuntungkan karena diusung oleh 7 partai yang memiliki jumlah 15 kursi DPRD dan suara terbanyak dibandingkan partai lainnya.

“Kalau kita bicara tentang partai, maka tentu koalisi Duan Lolat yang kita usung ini adalah koalisi yang paling kuat, karena memiliki 15 kursi di DPRD dari 7 partai. Kalau kita ukur dari sisi partai, maka kitalah yang paling kuat,”pparnya.

Tetapi dia tetap menghargai klaim kemenangan dari pasangan calon lain maupun partai politik pengusung. “Jadi kita tetap menghargai siapaun yang mengklkaim baha dia bisa memenangkan Pilkada. Itu sah-sah saja. Tapi kami juga tentu dapat mengklaim hal yang sama dengan beberapa parameter yang jelas dan terukur,” tandasnya lagi.
Yakin Menang Lagi

Sementara itu, ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD PDIP Perjuangan provinsi Maluku, Tobhyhend J.M Sahureka mengaku optimis, pasangan Werembinan-Siletty itu akan memenangkan Pilkada MTB, meski tanpa koalisi dengan partai politik lainnya.

“Dari dulu kan kita usung sendiri dan menang dua kali. Jadi pastilah, kalau ini sekarang usung sendiri juga kita yakin menang,” kata Sahureka via seluler, Senin (7/11).

Pada Pilkada MTB tahun 2006, PDI Perjuangan mengusung Bitzael Silvester Temmar dan Barnabas Orno. Pasangan ini menang. Kemudian, PDIP mengusung Bitzael Silvester Temmar-Petrus Werembinan Taborat pada Pilkada 2011, dan kembali menang.

Pilkada serentak yang pencoblosannya pada 15 Februari 2017 nanti, PDIP yakin dapat mengulang lagi sejarah manis itu bersama pasangan Paulus Petrus Werembinan Taborat-Jusuf Siletty. Sebab, kata Sahureka, MTB merupakan basis PDIP yang sulit dihancurkan oleh partai politik atau kandidat lain.

“Yang pertama, masyarakat di sana sudah care dengan PDI Perjuangan. Yang kedua, tergantung dari kandidat. Jadi kita tunggu saja. Tapi basis PDI Perjuangan kan di MTB. Jadi saya yakin, kita menang di sana,”tandasnya.

Dalam rangka itu, lanjut mantan anggota DPRD Maluku itu, PDI Perjuangan MTB telah melakukan konsolidasi maksimal. Dia juga mengaku, PDIP dan pasangan yang diusung tidak gentar dengan pasangan calon Dharma Oratmangun-Markus Atus Faraknimella (DOA) yang diusung oleh Partai Golkar (4 kursi) dan PAN (2 kursi).

“Konsolidasi PDIP di sana tetap berjalan dengan baik. Dulu mereka juga kalah. Nah, sekarang juga kita yakin mereka kalah, ”pungkasnya. (TAB)

Most Popular

To Top