Ratusan Mahasiswa Unidar Turun Jalan Lagi – Ambon Ekspres
Pilihan Redaktur

Ratusan Mahasiswa Unidar Turun Jalan Lagi

AMBON,AE.–– Konflik internal di kampus Universitas Darussalam (Unidar) Ambon, hingga kini masih terus berlanjut. Nasib ribuan mahasiswa di kampus yang kini terpecah menjadi dua itu dipertanyakan.
Gubernur Maluku dan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek), dianggap pihak yang paling bertanggungjawab atas nasib ribuan mahasiswa asal kampus merah itu.

Sekira pukul 10.00 , Senin pagi kemarin, ratusan mahasiwa asal Unidar, mulai bergerak dari kawasan tribun lapangan merdeka menuju depan Mapolsek Sirimau, untuk menyampaikan aspirasi dan keluhan para mahasiswa.
Menurut mahasiswa, Menrisdikti Mohammad Nasir telah melakukan pembohongan kepada mahasiswa terkait dengan dibukanya pangkalan data perguruan tinggi (PDDIKTI), milik Unidar Ambon yang selama ini masih diblokir belum juga di buka. Kemudian juga Surat Keputusan (SK) terkait pembaharuan izin penyelenggaran yang diberikan kepada Yayasan Darussalam Maluku.

“Menrisdikti, telah menghancurkan masa depan generasi Maluku dan juga telah mencederai dunia pendidikan di Maluku. Menrisdikti harus bertanggungjawab. Jangan rusaki Maluku,”teriak pendemo.

Setelah berorasi sekitar setengah jam, didepan mapolsek, ratusan mahasiswa yang menggunakan jaket almamater Darussalam, kemudian bergerak menuju kantor gubernur Maluku, dengan membawa sejumlah tulisan, diantaranya save Unidar dan selamatkan pendidikan Maluku, serta sejumlah tulisan lainnya.

Didepan pagar kantor gubernur ketegangan antara mahasiswa dengan Satuan polisi Pamong Praja, terjadi karena mahasiswa tidak diijinkan masuk dipekarangan kantor gubernur.

Karena tidak mendapat pengawalan dari aparat kepolisian, membuat mahasiswa akhirnya berhasil masuk dengan membuka paksa pintu pagar kantor gubernur dan menerobos barisan Satuan Polisi Pamong Praja itu. Mahasiswa kemudian berorasi secara bergantian.

Orator demo mengatakan, majunya suatu daerah itu karena sumberdaya manusia dan pendidikannya. Oleh karenya persoalan yang menimpah kampus Unidar dari tahun 2014 lalu itu, perlu diselesaikan dalam waktu segara. Hal itu demi kepentingan generasi Maluku kedepan.

“Konflik yang terjadi di kampus unidar membuat mahasiswa diterlantarkan, Menteri dan gubernur harus bertanggungjawab. Jangan biarkan hal ini terus-menerus terjadi,”kata orator.
Berbagai cara telah dilakukan oleh mahasiswa sendiri, termasuk telah melakukan pertemuan dengan pemerintah provinsi, Kopertis hingga Menrisdikti sendiri.

“Semua cara telah kami lakukan. Namun sampai saat ini belum juga terjawab. Kami berharap sesuai visi-misi gubernur pada 2014 lalu, meningkatkan SDM Maluku, maka Unidar adalah salah satu ikon pendidikan dalam meningkatkan SDM Maluku, harus pula diselesaikan,”teriak mahasiswa.

Dalam penyataan sikap mahasiswa meminta, gubernur Maluku harus bertanggungjawab atas pelaksanaan pendidikan nasional di Maluku, salah satunya di universitas Darussalam. Kemudian gubernur Maluku, segara melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat melalui, Menrisdikti RI, untuk secepatnya menerbitkan kembali SK guna membuka pangkalan data perguruan tinggi unidar Ambon, sekaligus pembaharuan izin penyelenggara bagi kampus tersebut.

Gubernur Maluku Said Assagaf ketika menemui para mahasiswa mengatakan, pihaknya tetap akan sikapi persoalan yang menimpah kampus tersebut secara serius.

“Sudah kami temui dua pimpinan rektor itu. Dan Unidar itu dibangun 1981 oleh gubernur Maluku, Hasan Slamet. Dan kami tetap memperjuangkan Unidar ini,”tegasnya.

Assagaf sendiri, dihadapan pendemo mengaku, jika sekitar pukul 09.00 WIT, Senin pagi kemarin, dirinya telah mendapat hak dari keluarga Hasan Slamet sebagai ketua Yayasan Darussalam Maluku mengantikan almarhum M. Saleh Latuconsina.

“Kalau saya tidak menerima kuasa itu, maka kasihan Darussalam ini hancur. Nah persoalan Darussalam ini, sekarang sudah ada diranah hukum untuk itu mari kita hargai proses itu. Dan pada akhirnya siapapun yang dianggap sah di mata hukum, kita hargai itu,”terangnya.

Bagi Assagaf, yang terpenting adalah keabsahan dari mahasiwa ketika wisuda nanti. “Kalian (mahasiswa red), harus belajar biar kalian sah ketika wisuda. Saya akan minta Menrisdikti keluarkan, sahkan itu dan menteri harus segara buka PDDIKTI itu, karena itu hak mahasiswa,”tegasnya.

Assagaf juga menambahkan, dirinya bersama Presiden Mahasiswa Unidar Fajrin Soulissa segera menemui Menrisdikti untuk membicarakan persoalan Unidar itu. terlepas dari dirinya sebagai gubernur Maluku, tetapi juga sebagai ketua Yayasan Darussalam Maluku menggantikan almarhum Saleh Latuconsina.

Sekedar untuk diketahui, perseturuan yang terjadi di kampus Unidar itu terjadi sekitar 2014 lalu, terkait dengan perebutan kepemilikan. Perseteruan itu berakhir dengan adanya pemblokiran pangkalan data oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi menonaktifkan sebanyak 243 Perguruan Tinggi di Indonesia, termasuk Universitas Darussalam (Unidar) Ambon, akibat pengangkatan pelaksana tugas (Plt) rektor oleh pimpinan Yayasan Darussalam pada, 29 Mei 2015.

Namun kini kampus tersebut, telah memiliki dua rektor, yakni Dr Ibrahim Ohorella dari Yayasan Pendidikan Darussalam Maluku dan Dr Farida Monny dari Yayasan Darussalam Maluku. Keduanya sama-sama melaksanakan tugas dikampus tersebut.
(AHA)

Most Popular

To Top